KEGIATAN PENGAJIAN
Tujuh Waktu Pengajian, Menapaki Keluasan Disiplin Keilmuan
Pengajian merupakan inti dari aktivitas pendidikan di Pondok Pesantren Riyadlul Mustafidin. Melalui tradisi pengkajian kitab kuning, santri menapaki jenjang keilmuan secara bertahap, mulai dari tingkat dasar hingga tingkat lanjutan.
Sistem pendidikan pesantren berorientasi pada pendalaman khazanah keilmuan Islam melalui pembelajaran berbagai disiplin ilmu, dengan tetap mempertahankan tradisi keilmuan pesantren salaf.
Kegiatan pengajian dilaksanakan dalam tujuh waktu setiap hari, yang menjadi bagian dari rutinitas pendidikan dan pembentukan tradisi intelektual santri.
01 — JADWAL PENGAJIAN
No. Waktu Pengajian
1 Ba’da Subuh
2 Pukul 08.00 WIB
3 Pukul 13.30 WIB
4 Pukul 16.00 WIB
5 Ba’da Magrib
6 Pukul 20.00 WIB
7 Pukul 22.30 WIB
Jadwal tersebut merupakan waktu pengajian harian. Pelaksanaan setiap kajian mengikuti pengaturan dan ketentuan pesantren.
02 — BIDANG KEILMUAN YANG DIKAJI
Pondok Pesantren Riyadlul Mustafidin menyelenggarakan pembelajaran berbagai disiplin ilmu keislaman, mulai dari ilmu alat sebagai fondasi memahami teks-teks klasik hingga ilmu-ilmu lanjutan yang memperdalam pemahaman agama.
A. Ilmu Bahasa dan Perangkat Analisis
* Nahwu
* Sharaf
* Isytiqaq
* Balaghah
* Ilmu Ma’ani
* Ilmu Bayan
* Ilmu Arudh
B. Ilmu Logika dan Pemikiran
* Mantiq
* Wad’i
* Maqulat
C. Ilmu Syariat dan Ushul
* Fikih
* Ushul Fikih
* Tauhid
* Tasawuf
D. Ilmu Al-Qur’an dan Hadis
* Tafsir
* Musthalah Hadis
E. Ilmu Falak dan Ilmu Pendukung
* Ilmu Falak
* Faraid
Daftar bidang keilmuan di atas merupakan cakupan kajian pesantren dan tidak menunjukkan urutan atau jenjang pembelajaran tertentu.
03 — SISTEM PEMBELAJARAN
Pembelajaran diselenggarakan secara bertahap, dari tingkat dasar hingga tingkat lanjutan, dengan mempertimbangkan kemampuan dan penguasaan ilmu setiap santri.
Tradisi pengkajian kitab kuning menjadi metode utama dalam proses pembelajaran. Melalui bimbingan pengajar, santri mempelajari teks, memahami kaidah, mendalami maksud pembahasan, serta mengembangkan ketelitian dalam membaca dan menganalisis persoalan keilmuan.
Penguasaan ilmu alat menjadi salah satu fondasi penting untuk menapaki disiplin keilmuan lainnya. Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan kemampuan memahami dan mengembangkan ilmu secara terstruktur.
04 — TRADISI KEILMUAN PESANTREN
Bagi Pondok Pesantren Riyadlul Mustafidin, pengajian bukan sekadar rutinitas harian, melainkan kesinambungan tradisi intelektual yang diwariskan melalui pembelajaran kitab-kitab turats.
Dari nahwu hingga mantiq, dari fikih hingga ilmu falak, setiap disiplin memiliki kedudukan dan peran dalam membentuk keluasan wawasan serta ketajaman analisis santri.
Ilmu tidak cukup sekadar dibaca; ia menuntut pemahaman, ketelitian, dan kedalaman penalaran.
Pondok Pesantren Riyadlul Mustafidin berupaya menjaga tradisi keilmuan klasik agar tetap hidup melalui proses belajar yang berkesinambungan dari generasi ke generasi.
05 —SISTEM DAN METODE PEMBELAJARAN
Menjaga Turats, Mempertajam Pemahaman, Meneguhkan Tradisi Keilmuan
Pondok Pesantren Riyadlul Mustafidin mempertahankan sistem pembelajaran tradisional pesantren salaf dengan menempatkan kitab kuning sebagai salah satu sumber utama dalam proses pendidikan. Pembelajaran dilaksanakan melalui pembacaan kitab, penerjemahan makna, penjelasan kaidah, serta pendalaman maksud setiap pembahasan.
Metode pembelajaran dikembangkan untuk membantu santri memahami teks secara teliti, menguasai struktur bahasa, mengenali kedudukan setiap lafaz, dan menangkap maksud pengarang secara utuh.
01 — LUGHOT JAWA
Lughot Jawa merupakan metode pemaknaan kitab dengan menggunakan bahasa Jawa sebagai perangkat untuk menjelaskan arti kata dan kedudukan lafaz dalam susunan kalimat.
Melalui metode ini, santri mempelajari makna teks secara bertahap, memperhatikan struktur bahasa, serta memahami hubungan antarkata dalam suatu ibarat.
02 — SURAH SUNDA
Surah Sunda merupakan metode penjelasan isi kitab menggunakan bahasa Sunda agar uraian pembelajaran lebih mudah dipahami oleh santri.
Penjelasan diberikan dengan memperhatikan maksud ibarat, hubungan antarkalimat, serta konteks pembahasan yang sedang dikaji.
03 — SURAH PAPAN BOR DAN SKEMA
Papan tulis digunakan sebagai media untuk menguraikan susunan ibarat, memperjelas hubungan antarkomponen kalimat, dan menyusun skema pembahasan.
Melalui metode ini, materi yang kompleks dapat dipetakan secara sistematis sehingga santri dapat melihat keterkaitan antara kaidah, contoh, dan kesimpulan.
04 — FULL SURAH
Full surah merupakan penyampaian uraian pembahasan secara menyeluruh, tidak terbatas pada penerjemahan kata demi kata.
Penjelasan mencakup makna ibarat, maksud pengarang, hubungan antarkalimat, serta uraian yang diperlukan untuk memahami persoalan secara utuh.
05 — QAULUHU
Qauluhu merupakan penjelasan yang menyoroti bagian tertentu dari teks kitab, biasanya diawali dengan ungkapan qauluhu atau perkataan pengarang.
Metode ini membantu santri mengidentifikasi lafaz yang sedang dibahas, memahami maksudnya, dan menghubungkannya dengan penjelasan atau keterangan yang relevan.
06 — TAQRIR
Taqrir merupakan penyampaian atau penegasan kembali suatu penjelasan untuk memperjelas pemahaman terhadap materi yang sedang dikaji.
Dalam proses pembelajaran, taqrir membantu menguatkan uraian, menegaskan pokok persoalan, dan menjaga agar pemahaman santri tetap terarah.
07 — DOBIT
Dobit atau dhabith merupakan penekanan terhadap ketepatan dan ketelitian dalam memahami materi, baik berupa lafaz, kaidah, batasan, maupun keterangan penting dalam kitab.
Metode ini membantu santri menjaga ketepatan pemahaman dan menghindari kekeliruan dalam membaca atau menjelaskan ibarat.
08 — ELAT
Elat merupakan istilah yang digunakan dalam metode pembelajaran pesantren ini. Penerapannya mengikuti pengertian dan praktik yang berlaku di lingkungan pengajian RIMUST.
Bagian ini dapat dilengkapi dengan penjelasan khusus mengenai teknik elat sesuai praktik yang digunakan oleh pengajar.
09 — QOIDAH
Qoidah atau kaidah merupakan prinsip yang digunakan untuk memahami dan menganalisis suatu persoalan keilmuan.
Santri mempelajari kaidah, memahami batas penerapannya, serta menggunakannya untuk membaca dan menganalisis contoh-contoh yang terdapat dalam kitab.
10 — KESIMPULAN DAN INTISARI
Setiap pembahasan diarahkan pada penegasan pokok materi agar santri dapat mengenali inti persoalan, memahami hubungan antargagasan, dan mengingat hasil pembelajaran secara terstruktur.
Kesimpulan menjadi pengikat antara teks yang dibaca, penjelasan pengajar, kaidah yang digunakan, dan pemahaman yang diperoleh.
ORIENTASI PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran di Pondok Pesantren Riyadlul Mustafidin diarahkan pada tiga hal utama:
Ketepatan teks — membaca dan memahami ibarat dengan cermat.
Kedalaman makna — menelusuri maksud pengarang dan hubungan antarpembahasan.
Ketertiban berpikir — memahami kaidah, menyusun penjelasan, dan menarik kesimpulan secara sistematis.
Melalui perpaduan metode pemaknaan, penjelasan lisan, penggunaan papan tulis, penguraian kaidah, dan penegasan kesimpulan, proses pengajian diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca kitab, tetapi berkembang menuju pemahaman yang mendalam dan terukur.