Sejarah Seni Lukis
Secara historis, seni lukis terkait dengan gambar-gambar. Peninggalan prasejarah memperlihatkan sejak ribuan tahun lalu, nenek moyang manusia mulai membuat gambar pada dinding gua untuk mencitrakan bagian penting kehidupan. Lukisan atau gambar dibuat menggunakan materi sederhana layaknya kapur, arang, dan sebagainya.
Salah satu teknik yang digunakan adalah dengan menempel tangan lalu menyemburkannya dengan kunyahan daun ataupun batu mineral yang berwarna. Sejarah seni lukis berlanjut pada zaman pertengahan karena terlalu kuat pengaruh agama. Namun, seni lukis tidak sejalan dengan realitas. Banyak karya lukis yang berupa simbolisme.
Sejak revolusi industri Inggris, lukisan, karya seni rupa dan kriya diarahkan pada kurva halus yang terinspirasi pada keindahan garis tumbuhan di alam. Hal ini akibat dari peralihan seniman untuk membuat seni yang tidak mungkin dicapai produksi massal.
Sedangkan di Indonesia, seni lukis modern mulai dikenal sejak masuknya penjajahan Belanda di Indonesia.Gerakan manifesto kebudayaan bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunis membuat para pelukis di masa 1950-an memilih untuk membebaskan karya seni mereka untuk kepentingan politik. Sehingga era ekspresionisme pun dimulai, Lukisan tidak menjadi penyampai pesan dan alat propaganda lagi.
PENGERTIAN SENI LUKIS
Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang tercipta dari hasil imajinasi seniman yang diekspresikan melalui media garis, warna, tekstur, gelap terang, maupun bidang dan bentuk. Seni lukis disajikan dalam bidang dua dimensi, seperti kanvas, papan, kertas, dan lainnya. Karya dari seni lukis ini disebut dengan lukisan.
UNSUR-UNSUR SENI RUPA
1. TITIK
Adalah salah satu unsur yang terkecil dan merupakan suatu dasar dari berbagai ide karya seni yang akan di ciptakan. Titik yang diciptakan juga bisa dipadukan dengan berbagai variasi warna. Dan hasil dari kombinasi tersebut akan menghasilkan suatu karya seni yang apik dan bagus. Teknik tersebut dikenal sebagai teknik pointilisme.
2. GARIS
Garis merupakan salah satu unsur penggabung dari sebuah titik. Setiap garis yang di torehkan mempunyai arti bahwa sebuah watak dan ciri khas seperti keras, lentur, kaku, dan sebagainya dapat dijelaskan dengan baik hanya berdasar pada hasil karya seni itu.
Garis yang dibentuk biasanya memiliki banyak jenisnya seperti lurus, panjang, pendek, vertikal, horizontal, dan lain sebagainya. Selain itu, garis juga mempunyai wujud seperti garis nyata maupun garis semu.
3. BIDANG
Bidang adalah salah satu bentuk pengembangan dari berbagai garis dimana bila di satukan akan membentuk beberapa sisi dari hasi karya seni rupa tersebut. Bidang dalam seni rupa ini mempunyai sisi panjang maupun lebar dengan berbagai macam ukuran.
4. BENTUK
Dengan adanya bentuk maka karya seni yang dihasilkan akan menjadi lebih hidup. Hal ini dikarenakan adanya torehan dan detail yang sempurna sehingga karya seni yang dihasilkan sangat indah.
5. RUANG
Ruang adalah salah satu unsur yang mempunyai dua sifat yakni nyata dan semu. Kedua sifat yang dimilikinya jelas mempunyai hasil yang berbeda entah itu dua dimensi atau tiga dimensi.
6. WARNA
Dalam seni rupa, warna adalah salah satu unsur yang memiliki peranan penting karena dapat menjadikan hasil karya seni lebih indah. Dengan adanya kombinasi warna maka akan memberikan gambaran nyata dari hasil karya seninya. Karena suasana hati seperti sedang sedih atau senang akan ikut terbaca hanya dengan melihat hasil karya seni tersebut.
7. TEKSTUR
Biasanya tekstur dibedakan menjadi 2 yakni tekstur semu dan tekstur nyata. Tekstur semu adalah tekstur yang mempunyai kesan tak sama antara bagian penglihatannya dan indera perabanya.
Sementara tekstur nyata adalah tekstur yang dihasilkan oleh suatu karya seni dimana antara indera penglihatan dan indera perabanya merasakan kesamaan.
8. GELAP TERANG
Dengan adanya unsur gelap terang dalam suatu karya seni dapat menjadikan hasil dari karya seni yang diciptakan terlihat lebih nyata. Hal ini dikarenakan dalam proses pengerjaan karya seni tersebut sangat memperhatikan detail intensitas cahaya dari sebuah objek yang dijadikan patokan suatu karya seni rupa.
PRINSIP SENI LUKIS
PROPORSI, adalah prinsip seni rupa yang membandingkan bagian-bagian tertentu secara menyeluruh. Adapun proporsi dibagi 4, yaitu:
· KESATUAN (Unity) prinsip yang berkaitan dengan keterkaitan antara semua unsur-unsur seni rupa sehingga saling bertaut sebagai satu kesatuan.
· KESELARASAN (Harmony) prinsip seni rupa yang menekankan pada perpaduan yang pas. Perpaduan yang pas ini muncul oleh karena adanya kesesuaian dan kesamaan antara unsur-unsur seni.
· KESEIMBANGAN (Balance) prinsip seni rupa yang berkaitan dengan berat juga ringannya suatu karya dalam arti masing-masing sisi harus seimbang agar tidak nampak berat sebelah.
· IRAMA(Ryhme) prinsip seni rupa yang berhubungan dengan pengulangan unsur-unsur seni yang teratur dan terus menerus sehingga memunculkan kesan yang bergerak.
KOMPOSISI, adalah prinsip seni rupa yang berhubungan dengan penyusunan yang dirancang sedemikian rupa agar menciptakan kesan yang serasi, teratur, harmonis dan lain sebagainya.
PERSPEKTIF merupakan penggabungan dari seni dan ilmu untuk menggambar suatu objek di atas sebuah bidang datar sehingga hasil gambar nampak seperti pandangan mata dari suatu jarak dan posisi tertentu.
TEKNIK SENI LUKIS
Teknik Aquarelle: teknik seni lukis dengan menggunakan bahan dasar berupa cat air, sapuan warna yang digunakan berbentuk halus dan tipis, sehingga lukisan yang dihasilkan lebih transparan.
Teknik Plakat: Menggunakan cat air, cat minyak, ataupun cat akrilik dengan sapuan yang tebal dan juga komposisi cat yang kental, sehingga karya lukisan menjadi lebih colorfull.
Teknik Spray: Menyemprotkan cat ke media lukis. Tujuannya untuk menghasilkan lukisan yang halus serta dari segi visual tampak lebih nyata. Apabila Anda melihat seni grafiti pada tembok jalanan atau sebuah gedung dan rumah yang tidak terpakai, maka itu adalah contoh lukisan menggunakan teknik spray.
Teknik Pointilis: Teknik ini dibuat dengan cara membuat unsur titik-titik pada sebuah lukisan yang menawan dan indah.
Teknik arsir: Teknik dasar menggambar menggunakan pensil.
Hatching (Arsiran Satu Arah)
Crosshatching (Arsiran Silang)
Scumbling (Arsiran Coretan Bebas)
KOMPONEN SENI LUKIS
1. Subyek
Merupakan sesuatu yang dmenjadi bentuk lukisan. Subjek dibedakan menjadi dua, yakni:
· Lukisan bentuk figuratif, artinya subjek masih terikat dengan alam atau dengan kata lain mengambil bentuk-bentuk yang ada di alam.
· Lukisan bentuk non figuratif (abstrak), artinya subyek tidak terikat dengan alam.
2. Bentuk
Bentuk merupakan cara seniman mengekspresikan subjek yang dilukisnya menjadi sebuah karya dua dimensi yang nyata.
3. Isi
Isi merupakan tujuan terakhir yang ingin dicapai seniman, yakni hasil dari kesan ungkapan eksresi melalui sebuah karya seni lukis. Pengungkapan ini biasanya ditemukan dalam beberapa aliran seni lukis.
ALIRAN SENI LUKIS
Perkembangan seni lukis sejak lama telah melahirkan beragam aliran seni lukis. Berikut ini macam aliran seni lukis yang menjadi acuan para seniman hingga sekarang.
1. Aliran surealisme
Aliran surealisme merupakan aliran yg erat hubungannya dengan dunia fantasi, seakan akan kita melukis di dunia mimpi. Lukisan aliran ini memiliki bentuk atau lukisan yang tidak logis/khayalan, mesk
2. Aliran Kubisme
Aliran kubisme merupakan aliran seni lukis yang prinsipnya menggambarkan bentuk objek dengan cara memotong, istorsi, overlap, transparansi, deformasi, dan aneka tampak. Teknik ini dilakukan pada media lukisan dengan melalui pendekatan bentuk-bentuk geometris. Tokoh seni yang memiliki aliran ini adalah Gezanne, Albert Glazes, Braque, Juan Gris, Fernand Leger dan lainnya.
3. Aliran Romantisme
Aliran seni lukis ini berupaya melukiskan suatu peritsiwa yang dianggap menarik dan istimewa. Aliran jenis ini biasanya menampilkan hal-hal yang bersifat romance, seperti sejarah, tragedi ataupun pemandangan alam. Lukisan aliran ini cenderung statis dan kaku.
Ciri-ciri:
· Cenderung didramatisir
· Penuh gerak dan dinamis
· Pengaturan komposisi dinamis
· Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional
Tokoh aliran seni romantisme seperti Theobore, Raden Saleh, Gerriwult, dan lain sebagainya.
4. Aliran Ekspresionisme
Aliran ekspresionisme adalah salah satu aliran dalam seni lukis yang memberikan kebebasan distorsi bentuk dan warna agar bisa melahirkan emosi atau menyatakan sensasi dari dalam, baik dari objek maupun senimannya.
Tokoh yang menganut aliran ini adalah Vincent Van Gogh, Emile Nolde, Affandi, Zaini, Popo Iskandar, dan lain sebagainya.
5. Aliran Impresionisme
Aliran seni lukis ini berusaha memperlihatkankesan yang ditangkap oleh eh objek. Aliran dalam seni lukis ini memiliki gambar yang kurang detail sehingga terlihat bahwa hasil lukisan sedikit kabur.
6. Aliran Fauvisme
Aliran ini memberikan kebebasan bagi seniman berekspresi terhadap objek lukisan yang dibuat, artinya seniman diperbolehkan mebubuhkan warna sesuka hati meski sangat kontras sekalipun dengan objeknya.
Ciri-ciri:
· Warna lukisan cenderung liar dan kontras
· Warna yang digunakan berbeda dengan objek
· Penggunaan garis disederhanakan sehingga keberadaan garis yang jelas dan kuat dapat dideteksi.
Tokoh yang menganut aliran ini adalah Henry Matisse, Kess Van Dongen, dan Rauol Dufi.
7. Aliran Realisme
Aliran ini berupaya memperlihatkan lukisan yang sesuai dengan peristiwa yang terjadi di kehidupan sehari-hari tanpa ada penambahan sedikitpun.
Tokoh yang menganut aliran ini adalah Gustove Corbert, Fransisco de Goya, Honoreemosional
8. Aliran Naturalisme
aliran naturalisme yakni aliran seni lukis yang penggambarannya berupa objek alam. lukisan ini memiliki banyak teknik gradasi warna dan susunan perbandingan persentase tekstur gelap dan terang pada karya yang dihasilkan.
Tokoh karya seni yang memiliki aliran ini diantaranya William hogart dan frans hall, Basuki Abdullah, Gambir Anom.
9. Aliran Abstraksionisme
Aliran abstraksionisme merupakan aliran yang menggunakan warna dan bentuk yang acak serta tidak terbatas. Karya seni lukis murni imajinasi dari seniman sendiri.
10. Aliran Futurisme
Aliran seni lukis yang satu ini menggambarkan objek yang seolah-olah bergerak. Biasanya suatu objek yang sama digambar beberapa kali pengulangan.
Ciri-ciri:
· Memanfaatkan prinsip aneka tampak
· Karya seni ini menangkap unsur gerak dan kecepatan
· Menggunakan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain
· Memperhatikan kedinamisan, kedisiplinan, dan gaya untuk mengekspresikan kecepatan dan kesamaan waktu.
tokoh yang menganut aliran ini antara lain Umberto, Carlo Cara, Severini, dan lain lain.
11. Aliran Klasikisme
Aliran seni lukis ini berhubungan dengan Yunani dan Romawi. Aliran ini menampilkan gambar secara klasik dan memiliki karakter serta ciri tersendiri.
Ciri-ciri:
· Lukisan aliran ini memiliki bentuk yang seimbang dan harmonis
· Penggambaran wajah objek terkesan tenang namun dilebih-lebihkan
· Berisi cerita di lingkungan istana
· Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis
12. Aliran Dadaisme
Aliran seni lukis ini menggambarkan karya artistik yang sedikit magis, menyeramkan, kekanakan, namun terkadang juga mengesankan.
Ciri-ciri:
· Pewarnaan didominasi oleh pewarnaan primer dan kontras, yakni warna hitam-putih atau merah-putih-hijau tua.
· Cenderung menggambarkan hal hal yang bersifat primitif, kuno, naive.
Tokoh terkenal yang menganut aliran ini adalah Juan Gross, Picabia, Max Ernst dan lain sebagainya.
14. aliran konstruktivisme
Konstruktivisme adalah salah satu aliran yang ada di dalam seni lukis dalam aliran ini lebih menekankan pada gambaran dengan fokus di sebuah bangunan
Ciri-ciri:
· objek utama yang dilukis adalah bangunan dan latar yang berada di sekitar bangunan dari satu sudut lukis
· Objek berupa bangunan kuno klasik modern atau lain sebagainya.