Tipografi pada dasarnya adalah teknik dalam memilih teks dalam proses desain grafis.
Tipografi adalah teknik dalam melakukan penyusunan huruf dan teks supaya dapat terbaca dan lebih menarik untuk dilihat. Seni ini berkaitan erat dengan pemilihan jenis huruf atau yang dikenal dengan sebutan font.
Tipografi akan menentukan estetika/keindahan di dalam suatu desain grafis. Oleh sebab itu, perlu kemampuan khusus untuk dapat menyusun tipografi yang menarik dan dapat diterima dengan baik oleh pembacanya.
Contoh tipografi yang mungkin sering ditemui adalah tipografi di desain poster dan kemasan. Ketika kalian menyaksikan tulisan di dalam suatu poster atau desain kemasan, maka itulah yang dinamakan dengan tipografi.
Meskipun berkaitan erat dengan desain grafis, tetapi tipografi sebenarnya juga dapat digunakan pada seni-seni murni. Salah satu seni non-desain grafis yang memanfaatkan tipografi adalah puisi. Tipografi puisi adalah struktur yang membentuk suatu puisi, mulai dari tepi kanan-kiri, baris, hingga penggunaan huruf kapitalnya.
Contoh Tipografi
Contoh Tipografi dalam Merek Dagang
Contoh Tipografi dalam Kemasan Produk
Fungsi tipografi Menurut Surianto Rustan dalam buku Mendesain Logo (2009), tipografi memiliki fungsi utama sebagai penyampai informasi yang harus membuat pembacanya merasa nyaman ketika melihat tulisan atau teks. Dalam penerapan ilmu tipografi, sebenarnya unsur readable dan legible menjadi hal yang sangat penting. Readable artinya tulisan atau teks bisa dibaca dengan mudah. Sedangkan legible berarti pembaca bisa mengenali teks tulisan beserta hurufnya dengan mudah.
Fungsi informatif
Fungsi dari tipografi akan terlihat saat ia berperan sebagai penyampai informasi. Pada konteks ini, keterbacaan atau kejelasan (readability) menjadi kunci karena tujuan utamanya adalah menyampaikan informasi dengan jelas
Fungsi Ekspresif
Sementara itu, fungsi ekspresif menempatkan tipografi sebagai sarana untuk mengungkapkan pandangan, sikap, dan kreativitas dari desainer. Dalam hal ini, aspek keterbacaan tidak selalu menjadi yang utama, melainkan lebih berfokus pada keindahan visualnya. Misalnya, pada poster, desainer tidak hanya ingin menyampaikan informasi, tetapi juga ingin menciptakan estetika yang menarik.
Fungsi Simbolis
Fungsi tipografi secara simbolis merujuk pada penggunaan huruf, bentuk, dan tata letak tipografi untuk menyampaikan pesan melalui tanda-tanda tertentu. Hal ini kerap kali dijumpai saat melihat rambu-rambu lalu lintas.
Fungsi Estetika
Selain itu, terdapat fungsi tipografi secara estetika atau nilai keindahan. Disini aspek yang ditonjolkan adalah soal keindahannya, sehingga aspek-aspek pesan yang disampaikan sering kali tidak begitu disadari.
Setidaknya ada dua elemen penting yang terdapat di dalam suatu tipografi, elemen itu antara lain:
1. Huruf Judul
Huruf judul adalah huruf utama dari suatu publikasi visual. Huruf judul umumnya memiliki ukuran yang lebih besar dari huruf teks. Jadi huruf judul ini juga perlu mempertimbangkan jenis font yang dipilih, ukuran, dan juga warna.
Huruf teks adalah huruf yang dipilih untuk memberikan penjelasan tertentu. Jadi huruf teks ini sifatnya adalah pendukung dari huruf utama. Penyusunan huruf teks penting dilakukan supaya teks mudah dibaca dengan jelas.
Jadi usahakan agar dapat mempertimbangkan mengenai ukuran, warna, dan jenis font agar para pembaca dapat membaca dalam kondisi apapun.
Readability maksudnya adalah tipografi harus dapat terbaca. Seperti diketahui, tujuan utama pembuatan tipografi adalah untuk memudahkan para calon pembacanya.
Oleh sebab itu, di dalam tipografi harus memenuhi prinsip readability. Readability ini sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu misalnya jenis font, jarak antar huruf, ukuran, sampai kombinasinya.
Legibility pada dasarnya nyaris sama dengan readability, yaitu kemudahan untuk dibaca. Prinsip ini juga harus diterapkan supaya para pembaca dapat dengan mudah memahami apa isi teks.
Legibility ini dipengaruhi oleh jenis font dan ukurannya. Semakin mudah dibaca, maka tipografi akan semakin baik pula.
Visibility maksudnya adalah tipografi dapat terlihat dalam jarak tertentu. Artinya, tipografi disarankan untuk jangan terlalu kecil supaya dapat terlihat oleh para pembaca sejauh apapun jarak penglihatannya. Selain itu, jenis font juga akan menentukan visibility, karena dalam beberapa kasus, memang tipografi terlihat dengan jelas, tetapi tidak bisa terbaca.
Tipografi juga harus memenuhi prinsip estetika. Meskipun mungkin selera dan karakter tiap desainer pasti berbeda, tetapi ada estetika-estetika tertentu yang menjadi pakem di dalam tipografi.
Estetika ini akan sangat mempengaruhi keindahan dari tipografi sehingga dapat menarik perhatian orang. Semakin bagus tipografi dibuat, maka akan semakin membuat orang penasaran pula.