Saat krisis moneter tahun 1998, para pebisnis besar, taipan maupun UMKM semuanya terdampak terhadap menurunnya nilai rupiah. saat itu justru para eksportir mendulang dollar dikarenakan pembeli dari luar mengincar bahan baku dari Indonesia karena rupiah sedang turun, sehingga biaya-biaya di negara kita juga murah jika dibanding dengan mata uang mereka.
Banyak anggapan jika aktivitas ekspor itu berbelit, tidak aman, kesulitan dalam pendanaan dll. Padahal banyak eksportir mengatakan bahwa persepsi itu semua tidaklah benar. misal untuk kesulitan pengiriman, dalam sistem ekspor ada yang namanya forwarder yang bertyugas mengirimkan barang ke importir. praktis tugas eksportir hanyalah mencari pembeli dan menyiapkan bahan baku.
Pandemi Corona yang terjadi saat ini, tidak hanya merepotkan sistem kesehatan di negara-negara terdampak, tetapijuga akan meluluh lantahkan ekonomi Nasional, dikarenakan aktivitas dan mobilitas ekonomi selama beberapa lama. rupiah akan jatuh, sehingga tidak hanya UMKM, tetapi pengusaha besar juga akan terdampak. di saat krisis ekonomi itulah anda harus mulai membuka semua kemungkinan agar bisa selamat dari badai ekonomi
KEYNOTE SPEECH
Eksportir lebih dari 25 tahun, Ketua Umum Indo-Eximpro, Penulis Buku “Bisnis Ekspor itu Mudah”
CEO PT. ABS; Ekspor ke Australia, Jordan, Iraq, Kuwait, USA, Germany, Dubai (UEA), Saudi Arabia
CEO CV. Sumber Sari; Ekspor ke China, Malaysia, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Afrika Selatan
CEO PT. Hananta Mitra Utama, Ekspor ke Malaysia, India, Yunani, Turki, Perancis, Spanyol, Italy, USA
MODERATOR
CEO PT. Cahaya Arta Exindo, Penulis Buku “Bisnis Ekspor itu Mudah”
Pak Nur Syamsu Mahyuddin, saat terjadi krisis 1998, ketika jakarta secara ekonomi mati, beliau masih mengunjungi kantornya, dan masih melakukan aktivitas ekspor, ya karena ekspor adalah bisnis yang tahan krisis. dan bayangkan anda akan mengambil ilmu dari beliau.
ketiga pembicara kita juga telah melakukan ekspor ke 5 benua. Dan tentu saja ada diantara pembeli mereka yang sudah melakukan kontrak jangka panjang, sehingga tiap bulan sekali mereka mengekspor barang ke pembelinya dan menjadi passive income. Bayangkan ilmu ini anda akan dapatkan.
Ilmu- ilmu yang akan di sharing adalah ilmu yang PROVEN. Artinya hasil eksperimen mereka dalam ekspor yang telah terbukti menghasilkan. Ilmu ini tidak akan didapatkan dari Dosen, Peneliti ataupun Pejabat kementrian. Ilmu ini hanya bisa diperoleh dari PELAKU EKSPOR yang sudah lama terjun
WFH membuat orang berbondong pelatihan online