| Sejarah Pendirian
Sekolah Inovator berdiri sebagai komunitas yang dirintis pada tahun 2018 oleh beberapa mahasiswa di salah satu peguruan tinggi di Bandung & Jakarta, dipimpin oleh Mufti Abqary dan beberapa rekan lain. Komunitas ini berada di bawah binaan Ibu Hj. Naila Novaranti, Ibu Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag., dan Bapak Dr. Abdul Kosim, M.Ag.
Tujuan Awal dari komunitas ini ialah untuk menjadi NGO yang melayani program studi visit bagi mahasiswa Indonesia di negara-negara maju, serta menjadi NGO yang punya fokus pada filantropi.
Namun seiring berkembangnya zaman, Sekolah Inovator mengalami perkembangan visi & misi yang saat ini berada pada fokus Indonesia Emas 2045, dengan 4 Misi yaitu Misi Keluarga Emas, Sekolah Emas, Pemuda Emas & Masyarakat Emas.
Pada tanggal 13 April 2021, Sekolah Inovator resmi berdiri sebagai yayasan berbadan hukum melalui Surat Keputusan Menteri Hukum & HAM Republik Indonesia Nomor AHU-0010204.AH.01.04.Tahun 2021.
Organisasi yang awalnya hanyalah sebuah gagasan kecil, lalu menjadi komunitas kecil, hingga kini menjadi yayasan yang hingga saat ini kekuatan finansial tidak bergantung pada negara dan hanya berupa bantuan oleh Dewan Pembina, namun ia terus bermimpi, untuk mewujudkan Pembangunan Mahakarya-mahakarya Inovatif dalam Realisasi Indonesia Emas 2045. Maharkaya itu mungkin saat ini hanya berupa program-program kecil, namun semoga di kemudian hari bisa menjadi Sekolah atau Perguruan Tinggi dengan bangunan fisik serta bangunan gagasan yang kuat, tangguh, maju & modern.
Filosofi |
Nama Sekolah Inovator adalah untuk mengampanyekan bahwa setiap kehidupan adalah sekolah, setiap pengalaman adalah guru dan setiap manusia adalah inovator
Logo pintu terbuka adalah untuk memberitahu dunia tentang inovasi dan solusi dalam mewujudkan kedamaian dunia
Warna biru adalah simbol keluasan ilmu pengetahuan dan kebaikan, sedangkan oranye berarti kepercayaan dan keyakinan yang kuat akan ketulusan dan perdamaian