SESAMA sekarang ada yang baru lhoo....
Setiap minggunya kami akan memberikan pengetahuan dan informasi mengenai HIV/AIDS.
1 Desember diperingati sebagai hari HIV/AIDS sedunia.
Tujuan ditetapkan hari peringatan nya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia bahwasannya virusHIV/AIDS merupakan virus yang berbahaya dan merugikan bagi tubuh.
Dilansir dari World Health Organization (WHO), HIV/AIDS menjadi masalah kesehatan publik di seluruh negara. diperkirakan lebih dari 37,7 juta orang di dunia hidup dengan HIV pada akhir tahun 2020. Lebih dari dua per tiga dari total orang yang terkena HIV berasal dari Afrika. Tingkat kematian akibat HIV/AIDS cukup tinggi. Pada tahun 2020, tercatat sekitar 680.000 orang meninggal akibat HIV.
HIV/AIDS merupakan penyakit menular.
tapi apakah sobat tau ? HIV/AIDS dapat dihindari lho! World Health Organization (WHO) memberi rekomendasi untuk mencegah penularan HIV/AIDS :
1.Melakukan sunat atau sirkumsisi
2.Menggunakan pengaman ketika berhubungan seksual
3.Tidak berganti - ganti pasangan
4.Hindari penggunaan jarum suntik bekas
5.Melakakuan tes HIV/AIDS dan beberapa penyakit menular seksual lainnya
Penyakit HIV
(Human Immunodeficiency Virus) mampu melemahkan imunitas sehingga membuat tubuh rentan terserang penyakit.
Jika tidak ditangani dengan tepat, HIV dapat berkembang menjadi AIDS
(Acquired Immune Deficiency Syndrome).
Pada tahap akhir tersebut, tubuh tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan infeksi, sehingga risiko mengalami penyakit serius lebih besar.
Untuk mencegah infeksi lebih lanjut, orang dengan HIV AIDS (ODHA) perlu menerapkan gaya hidup sehat.
Oleh karena itu, dilansir dari Web MD dan Medical News Today, sederet tips pola hidup sehat untuk penderita HIV AIDS yang perlu Anda ketahui, antara lain:
1. Minum obat antiretroviral (ART) secara rutin
Pengobatan HIV AIDS sejauh ini memang belum bisa menyembuhkan dan mematikan virus HIV secara total.
Namun, pengobatan penting dilakukan untuk menekan jumlah virus dan mencegah virus HIV semakin melemahkan sistem kekebalan tubuh penderita.
Obat tersebut membantu sistem kekebalan tubuh dalam mencegah dan melawan infeksi, serta menurunkan risiko penyebaran virus HIV ke orang lain.
Itulah sebabnya, penderita HIV AIDS perlu mengonsumsi obat ART secara rutin sesuai dosis dan petunjuk yang telah disarankan dokter.
2.Mengonsumsi makanan tinggi nutrisi
Konsumsi makanan kaya nutrisi, seperti buah, sayur, biji-bijian, telur, dan susu, memiliki beragam manfaat.
Hal ini bisa membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu tubuh memperoleh nutrisi dan energi, serta menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Selain itu, orang dengan HIV AIDS juga harus mencukupi asupan cairan dengan mengonsumsi 8 gelas air putih per hari, serta membatasi asupan gula, garam, dan makanan berlemak.
3. Berolahraga secara rutin
Olahraga dapat meningkatkan kekuatan, ketahanan, dan kebugaran tubuh, sekaligus membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik dalam melawan infeksi.
Berjalan, bersepeda, atau jogging selama 20–30 menit minimal 3 kali dalam seminggu bisa menjadi pilihan olahraga yang baik bagi penderita HIV AIDS.
Meski demikian, ODHA sebaiknya tetap melakukan konsultasi ke dokter untuk menentukan jenis olahraga yang aman dilakukan.
4.Mempraktikan seks yang lebih aman
Tips pola hidup sehat untuk penderita HIV AIDS yang kedua adalah mempraktikkan seks yang lebih aman. Mengidap HIV tidak berarti akhir dari kehidupan seks penderitanya.
Namun, penderita memang harus selalu menggunakan kondom baru setiap kali melakukan hubungan intim.
Hal ini bertujuan untuk melindungi pasangan dari infeksi HIV dan akan melindungi dari penyakit menular seksual (PMS) yang dapat memperumit status kesehatan penderita.
UNAIDS menyatakan bahwa ada sekitar 37,9 juta orang di seluruh dunia yang diketahui positif HIV/AIDS pada akhir tahun 2018. dari 37,9 juta orang di seluruh dunia terdapat 1,7 juta adalah anak-anak berusia kurang dari 15 tahun.
Dalam laporan Kemenkes menyatakan bahwa di Indonesia sebanyak 17 ribu anak anak (0-14 tahun) dan 18 ribu remaja (15-18 tahun) hidup berdampingan dengan HIV/AIDS.
Ketika ODHA mendapatkan atau merasa terbebani pada perilaku dan pikiran disebut dengan STIGMA.
Jika tindakan tersebut berlebihan akan menimbulkan dampak negatif pada ODHA.
ketiga dampak negatif yang muncul, yaitu
Beresiko Menyebabkan depresi.
Menurunkan kepercayaan diri.
Terhambatnya proses pengobatan.