PROPOSAL PROJECT BASED LEARNING
"Cara Membuat Kertas Bekas Menjadi Seed Paper"
PROPOSAL PROJECT BASED LEARNING
"Cara Membuat Kertas Bekas Menjadi Seed Paper"
SMA Negeri 4 Jakarta
Tahun Ajaran 2026/2027
Kelompok 4
Disusun Oleh:
1.Alifia Akilah
2.Ghazi Nusantara Jaslim
3. Gwen Priskila Elyana
4.Muhammad Fareeka Adenan
5.Sriyana Ramadhani Wibowo
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, penyusunan laporan/proposal mengenai seed paper (kertas daur ulang berbibit) ini dapat diselesaikan dengan baik.
Laporan ini disusun untuk memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan limbah kertas yang diolah kembali menjadi produk ramah lingkungan. Seed paper bukan hanya inovasi daur ulang, tetapi juga solusi nyata untuk mengurangi sampah melalui prinsip zero waste karena kertas ini dapat ditanam dan tumbuh menjadi tanaman baru. Kami menyadari bahwa penyusunan karya ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan di masa mendatang. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat serta menginspirasi pembaca untuk terus peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Jakarta, 28 Agustus 2026
Halaman Judul .......................................................................................................................................... 1
Halaman Persetujuan Pembimbing ........................................................................................................ 2
Halaman Motto dan Persembahan ......................................................................................................... 3 Halaman Abstrak ..................................................................................................................................... 4 Kata Pengantar ......................................................................................................................................... 5
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................................................................... 6
1.2 Identifikasi Masalah ........................................................................................................................... 6
1.3 Pembatasan Masalah .......................................................................................................................... 6
1.4 Perumusan Masalah ........................................................................................................................... 6 1.5 Tujuan Penelitian ................................................................................................................................ 6 1.6 Manfaat Penelitian ............................................................................................................................. 6
BAB II Kajian Pustaka 2.1 Kajian Teori ........................................................................................................................................ 7
2.2 Penelitian Relevan .............................................................................................................................. 7
2.3 Kerangka Berpikir ............................................................................................................................. 7
BAB III Metode Penelitian 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................................................................... 8
3.2 Populasi dan Sampel .......................................................................................................................... 8
3.3 Jenis Penelitian ................................................................................................................................... 8
3.4 Pendekatan Penelitian ........................................................................................................................ 8 3.5 Teknik Pengambilan Sampel ............................................................................................................. 8 3.6 Teknik Pengumpulan Data ................................................................................................................ 8
BAB IV Hasil Penelitian 4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian ............................................................................................................... 9
4.2 Data Temuan Penelitian ..................................................................................................................... 9
4.3 Hasil Analisa Data .............................................................................................................................. 9
BAB V Penutup 5.1 Kesimuplan ....................................................................................................................................... 10 5.2 Saran .................................................................................................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kebutuhan akan penggunaan kertas dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah dan rumah tangga, terus meningkat. Salah satu jenis limbah kertas yang paling sering ditemukan adalah kertas HVS bekas hasil kegiatan pembelajaran, pencetakan tugas, dan administrasi. Sebagian besar limbah kertas HVS ini berujung menjadi tumpukan sampah yang tidak terpakai atau dibuang begitu saja, padahal kertas HVS memiliki serat selulosa yang masih sangat baik untuk didaur ulang menjadi produk bernilai tambah.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan mendorong hadirnya inovasi produk ramah lingkungan. Salah satu inovasi menarik yang menggabungkan konsep daur ulang dan ketaatan pada kelestarian alam adalah seed paper. Seed paper merupakan media kertas daur ulang yang di dalamnya ditanami benih tumbuhan. Ketika seed paper selesai digunakan dan tertanam di tanah serta disiram air, kertas tersebut akan terurai secara alami dan benih di dalamnya dapat tumbuh menjadi tanaman baru.
Dalam proyek Pembelajaran Based Learning ini, dikembangkan produk seed paperberbahan dasar limbah kertas HVS dengan memanfaatkan biji bunga petunia. Biji petunia dipilih karena ukurannya yang relatif kecil sehingga mudah menyatu dengan tekstur bubur kertas, serta memiliki nilai estetika tinggi saat tumbuh menjadi bunga. Produk akhir dari proyek ini difokuskan pada pembuatan tag harga dan kartu ucapan.
Pengembangan tag harga dan kartu ucapan berbasis seed paper ini diharapkan tidak hanya mengurangi volume limbah kertas HVS, tetapi juga memberikan nilai guna ganda, di mana media penyampaian pesan atau informasi harga tidak berakhir sebagai sampah, melainkan dapat ditanam kembali menjadi tanaman bunga petunia yang indah.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan sebagai berikut:
1. Tingginya volume limbah kertas HVS bekas dari kegiatan pembelajaran yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menjadi sampah.
2. Kurangnya pemanfaatan media ramah lingkungan yang mengusung konsep zero waste pada produk-produk aplikatif seperti tag harga dan kartu ucapan.
3. Belum optimalnya pengolahan limbah kertas HVS menjadi seed paper yang dipadukan dengan benih bunga petunia.
4. Perlunya pembuatan produk kreasi berbahan seed paper dengan teknik penyampaian pesan yang memiliki nilai fungsi sekaligus nilai estetika.
1.3 Pembatasan Masalah
Agar pembahasan dalam proyek ini lebih terfokus dan tidak meluas, maka pembatasan masalah ditetapkan sebagai berikut:
1. Bahan baku utama pembuatan seed paper yang digunakan dibatasi pada limbah kertas HVS bekas tanpa penambahan zat pewarna buatan.
2. Jenis benih yang diintegrasikan ke dalam media kertas adalah biji bunga petunia.
3. Produk akhir yang dibuat dibatasi pada dua jenis produk kreasi, yaitu tag harga dan kartu ucapan.
4. Proses pembuatan dan penyelesaian proyek dilaksanakan di lingkungan rumah dan sekolah pada bulan Agustus 2026.
1.4 Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah yang telah ditetapkan, maka rumusan masalah dalam proyek ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana proses pengolahan limbah kertas HVS bekas menjadi media seed paper yang diintegrasikan dengan biji bunga petunia?
2. Bagaimana bentuk dan tampilan produk kreasi tag harga dan greeting card berbasis seed paper yang dihasilkan?
3. Bagaimana pemanfaatan seed paper dari kertas HVS bekas sebagai produk ramah lingkungan berkonsep zero waste?
1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan, tujuan dari pelaksanaan proyek ini adalah sebagai berikut:
1. Menjelaskan proses pengolahan limbah kertas HVS bekas menjadi media seed paper yang diintegrasikan dengan biji bunga petunia.
2. Mendeskripsikan bentuk dan tampilan hasil jadi produk kreasi tag harga dan greeting card berbasis seed paper.
3. Menganalisis pemanfaatan seed paper dari kertas HVS bekas sebagai inovasi produk ramah lingkungan berkonsep zero waste.
1.6 Manfaat Penelitian
Pelaksanaan proyek pembuatan seed paper ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai penerapan konsep zero wastedan daur ulang limbah kertas HVS menjadi produk fungsional berbahan dasar seed paper.
Menjadi referensi pemikiran dalam pengembangan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang berorientasi pada kelestarian lingkungan.
2. Manfaat Praktis
Bagi Penulis/Siswa: Meningkatkan keterampilan kreativitas, kesadaran lingkungan, dan pemahaman praktis dalam mengolah limbah kertas menjadi produk bernilai guna.
Bagi Masyarakat/Lingkungan: Mengurangi dampak penumpukan limbah kertas HVS serta memberikan alternatif produk tag harga dan greeting card yang ramah lingkungan dan dapat ditanam kembali menjadi bunga petunia.
6
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori
1. Limbah Kertas HVS
Kertas HVS memiliki kandungan serat selulosa yang tinggi sehingga mudah menyerap air dan mudah dihancurkan kembali menjadi adonan bubur kertas. Pengolahan limbah kertas HVS bekas melalui proses daur ulang merupakan salah satu langkah efektif untuk meminimalkan penumpukan sampah anorganik di lingkungan.
2. Konsep Seed Paper
Seed paper adalah kertas hasil daur ulang yang diintegrasikan dengan benih atau biji tanaman dalam proses pembuatannya. Seed paper dirancang sebagai media ramah lingkungan dengan prinsip zero waste. Ketika kertas sudah tidak digunakan lagi, seed paper dapat diletakkan di atas atau di dalam tanah serta disiram air. Seiring berjalannya waktu, serat kertas akan terurai secara alami dan bertindak sebagai kompos alami, sementara benih yang tertanam di dalamnya akan tumbuh menjadi tanaman baru.
3. Biji Bunga Petunia
Biji bunga petunia memiliki karakteristik bentuk yang relatif sangat kecil dan ringan. Ukuran biji yang kecil ini sangat ideal untuk digunakan dalam pembuatan seed paper karena tidak merusak tekstur atau kerataan permukaan kertas saat dicetak, serta mempermudah proses penyebaran benih secara merata pada lembaran kertas.
4. Produk Tag Harga dan Kartu Ucapan
Tag harga merupakan label penanda harga dan informasi produk yang biasanya digantungkan atau ditempelkan pada barang komersial.
Kartu ucapan merupakan lembaran kertas yang digunakan untuk menyampaikan pesan, ucapan selamat, atau apresiasi kepada seseorang.
Penerapan seed paper pada tag harga dan greeting card memberikan nilai fungsi ganda, yaitu sebagai media penyampaian informasi sementara sekaligus sebagai media tanam yang tidak menghasilkan limbah sisa (zero waste).
2.2 Penelitian Relevan
Untuk mendukung pelaksanaan proyek ini, terdapat beberapa referensi penelitian dan proyek pembuatan seed paper terdahulu yang relevan, antara lain:
1. Penelitian Daur Ulang Kertas Bekas Menjadi Media Seed Paper
Penelitian terdahulu mengenai daur ulang kertas menunjukkan bahwa limbah kertas kantor maupun kertas HVS bekas memiliki kekuatan serat selulosa yang cukup kuat untuk dibentuk kembali menjadi kertas daur ulang tanpa membutuhkan tambahan bahan kimia pengikat binder. Proses pembuatannya yang sederhana menggunakan metode perendaman dan penghancuran pulping terbukti efektif menghasilkan lembaran kertas baru yang ramah lingkungan.
2. Penerapan Seed Paper pada Produk Stationery dan Packaging
Beberapa proyek inovasi produk ramah lingkungan telah memanfaatkannya sebagai stationery (alat tulis) dan packaging (kemasan). Hasil dari proyek-proyek tersebut menunjukkan bahwa seed paper sangat potensial diterapkan pada produk sekali pakai seperti label produk, kartu nama, dan kartu ucapan. Penggunaan seed paper terbukti mampu mengubah perilaku konsumen dari membuang sampah menjadi menanam kembali kertas tersebut ke dalam tanah.
3. Integritas Benih Tanaman pada Media Kertas Daur Ulang
Kajian mengenai jenis benih menunjukkan bahwa benih berukuran kecil (seperti benih tanaman hias atau sayuran) memiliki tingkat keberhasilan tumbuh (germination rate) yang lebih tinggi ketika dicampurkan ke dalam adonan kertas. Benih yang tidak terpapar suhu panas tinggi selama proses pengeringan kertas tetap dapat berkecambah dengan baik saat disiram air di atas tanah.
2.3 Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir dalam proyek pembuatan seed paper ini disusun berdasarkan alur pemikiran dari adanya masalah lingkungan hingga dihasilkannya solusi berupa produk yang ramah lingkungan:
1. Masalah Lingkungan (Input):
Melimpahnya limbah kertas HVS bekas dari kegiatan belajar sehari-hari yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan hanya menjadi sampah.
Tingginya penggunaan produk sekali pakai seperti tag harga dan greeting cardbiasa yang langsung dibuang setelah digunakan.
2. Proses Pengolahan & Pembuatan (Process):
Pengumpulan dan perendaman limbah kertas HVS bekas.
Penghancuran kertas menjadi bubur kertas tanpa penambahan zat pewarna sintetis.
Pencampuran biji bunga petunia ke dalam adonan bubur kertas.
Pencetakan dan pengeringan alami lembaran seed paper.
3. Hasil Produk & Dampak (Output & Outcome):
Terbuatnya produk kreasi tag harga dan kartu ucapan berbasis seed paper.
Terwujudnya produk berkonsep zero waste yang dapat ditanam kembali ke dalam tanah untuk menumbuhkan bunga petunia setelah tidak terpakai lagi.
7
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Pelaksanaan
Proyek pembuatan seed paper ini dilaksanakan di lingkungan rumah dan sekolah
2. Waktu Pelaksanaan
Rangkaian kegiatan proyek Pembelajaran Based Learning ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2026, yang meliputi tahap persiapan alat dan bahan, pembuatan adonan pulp, pencetakan seed paper, pengeringan, hingga tahap akhir.
3.2 Populasi dan Sampel
Dalam proyek berbasis kualitatif dan eksperimen produk ini, pengertian populasi dan sampel disesuaikan dengan objek bahan serta hasil produk yang diteliti, yaitu:
1. Populasi
Populasi dalam proyek ini adalah seluruh limbah kertas HVS bekas yang dihasilkan dari kegiatan pembelajaran, serta seluruh persediaan biji bunga petunia yang digunakan sebagai bahan campuran.
2. Sampel
Sampel yang digunakan dalam pembuatan proyek ini diambil secara spesifik, yang meliputi:
Bahan Kertas: Lembaran kertas HVS bekas berukuran A4/F4 yang masih bersih dari minyak atau kotoran tebal.
Bahan Benih: Biji bunga petunia yang berada dalam kondisi kering dan layak tanam.
Hasil Produk: Lembaran seed paper pilihan yang berhasil dicetak dengan ketebalan merata untuk kemudian dibentuk menjadi produk tag harga dan kartu ucapan.
3.3 Jenis Penelitian
Jenis pendekatan dan metode yang digunakan dalam pelaksanaan proyek pembuatan seed paper ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang dikemas dalam bentuk Pembelajaran Berbasis Proyek:
Pendekatan Kualitatif: Digunakan untuk mendeskripsikan, menjelaskan, dan menguraikan secara rinci tahapan proses pembuatan seed paper dari limbah kertas HVS, mulai dari pengolahan bubur kertas, pencampuran biji bunga petunia, hingga hasil akhir berupa tag harga dan greeting card dengan teknik tulis tangan.
Sifat Proyek: Bersifat eksperimental praktis, di mana penulis melakukan pengamatan langsung terhadap karakteristik fisik kertas daur ulang yang dihasilkan serta integrasi benih di dalamnya tanpa melalui pengujian statistik numerik yang rumit.
3.4 Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam proyek ini adalah pendekatan eksploratif-deskriptif:
1. Eksploratif: Penulis melakukan eksplorasi langsung di lapangan (lingkungan rumah dan sekolah) untuk menguji teknik pengolahan limbah kertas HVS bekas menjadi adonan pulp yang pas, serta menentukan proporsi penyebaran biji bunga petunia yang merata pada kertas.
2. Deskriptif: Pendekatan ini berfokus untuk menggambarkan dan menjelaskan secara sistematis seluruh alur kerja, kondisi fisik produk seed paper, estetika, serta potensi pemanfaatannya sebagai tag harga dan kartu ucapan yang ramah lingkungan.
3.5 Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam proyek ini adalah teknik purposive sampling. Penentuan sampel bahan dan produk dilakukan berdasarkan kriteria khusus yang telah ditetapkan terlebih dahulu untuk menunjang keberhasilan produk seed paper:
1. Seleksi Bahan Kertas HVS: Kertas HVS bekas dipilih yang bebas dari noda minyak, lapisan plastik, atau kotoran tebal agar tidak mengganggu tekstur bubur kertas (pulp) dan proses penyerapan air.
2. Seleksi Biji Bunga Petunia: Biji yang digunakan dipilih yang utuh, tidak berjamur, dan berada dalam kondisi kering agar kualitas benih tetap terjaga selama proses pencetakan dan pengeringan.
3. Seleksi Hasil Cetakan Kertas: Lembaran seed paper yang dipilih untuk dijadikan tag harga dan greeting card adalah lembaran yang memiliki kerapatan serat rata, ketebalan proporsional, serta distribusi biji yang tersebar secara seimbang.
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam proyek ini dilakukan secara kualitatif melalui beberapa langkah berikut:
1. Studi Literatur (Kepustakaan)
Mengumpulkan data dasar, teori, dan referensi dari buku, artikel ilmiah, maupun sumber internet mengenai karakteristik kertas HVS, konsep seed paper, tata cara penanaman biji petunia, dan pembuatan produk zero waste.
2. Observasi Langsung (Pengamatan)
Melakukan pengamatan secara langsung terhadap seluruh proses pembuatan seed paper, mulai dari tekstur bubur kertas, kemudahan proses pencetakan, kerapatan serat kertas, hingga penyebaran biji petunia pada lembaran kertas.
3. Dokumentasi
Merekam dan mengabadikan seluruh alur kegiatan proyek dalam bentuk foto dan catatan proses, mulai dari tahap penyiapan limbah kertas HVS, pencampuran benih, pengeringan, hingga hasil finishing tag harga dan greeting card berbasis tulis tangan.
8
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian
Pelaksanaan proyek pembuatan seed paper dan pengembangan produk ini dilaksanakan di dua lokasi utama yang saling mendukung, yaitu:
1. Lingkungan Rumah (Jakarta Utara)
Proses produksi utama yang meliputi perendaman limbah kertas HVS, pembuatan bubur kertas, pencampuran biji bunga petunia, hingga pencetakan dan pengeringan seed paper dilakukan di area kerja rumah tangga yang berlokasi di wilayah Jakarta Utara. Lokasi ini dipilih karena menyediakan fasilitas pendukung yang memadai untuk proses pengolahan basah dan pengeringan alami di bawah sinar matahari.
2. Lingkungan Sekolah (Jakarta Pusat)
Pengumpulan bahan baku limbah kertas HVS bekas dari kegiatan pembelajaran sehari-hari, serta diskusi perancangan desain produk dilaksanakan di lingkungan sekolah yang berlokasi di wilayah Jakarta Pusat.
Kombinasi kedua lokasi ini memungkinkan seluruh alur kerja proyek, mulai dari pengumpulan limbah, pemprosesan bahan baku, hingga penyelesaian produk akhir, dapat berjalan secara sistematis dan efisien.
4.2 Data Temuan Penelitian
Berdasarkan pelaksanaan eksperimen dan pengamatan langsung pada proses pembuatan seed paper berbahan dasar limbah kertas HVS dan biji bunga petunia diperoleh data temuan sebagai berikut:
1. Karakteristik Olahan Bubur Kertas (Pulp)
Warna: Tanpa penambahan zat pewarna sintetis, adonan pulp dari kertas HVS bekas menghasilkan warna putih gading alami.
Tekstur: Proses penghancuran secara manual/mekanis menghasilkan serat selulosa yang halus dan mudah menyatu kembali saat dicetak.
2. Karakteristik Integrasi Biji Bunga Petunia
Distribusi Benih: Ukuran biji petunia yang kecil dan ringan memungkinkan benih tersebar secara acak dan merata di antara serat kertas tanpa mengendap di dasar cetakan.
Kekuatan Daya Rekat: Setelah kertas mengering, biji tertanam kuat di dalam jaringan serat kertas dan tidak mudah lepas saat lembaran dipotong atau dilipat.
3. Kualitas dan Kelayakan Media Tulis
Daya Serap Tinta: Permukaan seed paper memiliki daya serap tinta yang baik untuk alat tulis manual seperti pulpen, spidol, atau drawing pen tanpa menyebabkan tinta meluber.
Kekuatan Fisik Kertas: Lembaran seed paper cukup kokoh dan tidak mudah robek saat dilubangi untuk pemasangan tali tag harga maupun saat dilipat menjadi kartu ucapan.
4. Hasil Produk Akhir
Tag Harga: Terbentuk label harga ramah lingkungan dengan ukuran yang presisi, memiliki tekstur khas daur ulang, dan memuat informasi tulisan tangan yang jelas.
Kartu Ucapan: Terwujud kartu ucapan yang estetis serta siap ditanam kembali.
4.3 Hasil Analisa Data
Berdasarkan temuan data selama proses produksi dan pengujian produk, dilakukan analisis data kualitatif mengenai kelayakan dan efektivitas seed paper sebagai berikut:
1. Efektivitas Pemanfaatan Limbah Kertas HVS
Analisis menunjukkan bahwa limbah kertas HVS memiliki daya rekat serat selulosa yang sangat baik tanpa perlu penambahan bahan perekat kimia tambahan.
Ketebalan lembaran dapat dikontrol melalui konsentrasi campuran air dan bubur kertas. Konsentrasi yang seimbang menghasilkan lembaran yang cukup kaku untuk tag harga dan cukup fleksibel untuk kartu ucapan.
2. Pengaruh Metode Pengeringan dan Ketahanan Benih
Pengeringan secara alami tanpa paparan suhu panas tinggi (seperti setrika atau oven) terbukti menjaga bentuk fisik dan daya tumbuh biji bunga petunia.
Ketebalan kertas yang proporsional memastikan benih tetap mendapatkan pasokan oksigen dan kelembapan yang cukup saat nantinya diletakkan di atas media tanah untuk dicoba ditanam.
3. Kelayakan Penulisan Manual (Hand-Written) dan Nilai Estetika
Hasil analisis terhadap respon media tulisan tangan menunjukkan bahwa serat alami seed paper memberikan tekstur yang unik dan estetik.
4. Kesesuaian dengan Konsep Zero Waste
Integrasi fungsi tag harga dan kartu ucapan dengan benih tanaman berhasil mengubah fungsi produk dari sekadar kemasan/informasi sekali pakai menjadi media tanam ramah lingkungan. Hal ini mendukung siklus produk yang berkelanjutan dan meminimalkan sampah anorganik.
9
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan proyek pembuatan seed paper dari limbah kertas HVS dan biji bunga petunia, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengolahan Limbah Kertas: Limbah kertas HVS bekas dari kegiatan pembelajaran di sekolah dapat diolah kembali menjadi bubur kertas berkualitas dengan pewarna sintetis maupun bahan perekat kimia tambahan.
2. Karakteristik Produk: Biji bunga petunia yang berukuran kecil berhasil terintegrasi secara merata di dalam serat seed paper tanpa merusak kerataan permukaan kertas. Lembaran kertas yang dihasilkan memiliki struktur yang cukup kuat, berserat alami, dan ramah lingkungan.
3. Penerapan Fungsi: Seed paper sangat layak dan efektif difungsikan sebagai media tag harga dan kartu ucapan.
4. Prinsip Berkelanjutan: Penggabungan fungsi label/kartu dengan benih tanaman berhasil mewujudkan konsep zero waste, di mana produk yang sudah tidak terpakai tidak lagi menjadi sampah, melainkan dapat ditanam kembali ke dalam tanah hingga tumbuh menjadi bunga petunia.
5.2 Saran
Untuk pengembangan proyek pembuatan seed paper lebih lanjut di masa mendatang, terdapat beberapa saran yang dapat dipertimbangkan:
1. Variasi Benih dan Cetakan: Perlu dicoba penggunaan jenis benih tanaman hias atau sayuran ramah lingkungan lainnya yang memiliki ukuran kecil, serta eksperimen dengan berbagai bentuk/ukuran cetakan skrin yang lebih bervariasi.
2. Pengembangan Teknik Desain: Penggunaan jenis tinta berbahan alami dapat dieksplorasi untuk memperkaya dekorasi visual tanpa mengurangi keamanan dan daya tumbuh benih.
3. Penerapan Skala Luas: Produk seed paper ini berpotensi untuk dikembangkan lebih jauh dalam kegiatan kewirausahaan sekolah sebagai solusi kemasan ramah lingkungan untuk UMKM lokal.
5