Merupakan salah satu Sekolah Dasar Negeri terletak di Jalan Sebeluk RT 03 / RW 03 Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Sekolah ini berdiri sejak tahun 1977 diantara perkebunan dan perkampungan rumah warga yang asri dan sejuk.
Awal mula sekolah ini berdiri di Jalan Wonoyoso RT 04 RW 04 Kelurahan Wonoplumbon Kecamatan Mijen Kota Semarang, tepatnya disalah satu rumah warga, yaitu orangtua dari penjaga sekolah bernama Bapak Rodhi dan beliau sekarang menjadi komite SDN Wonoplembon 02. Pada saat itu sekolah bertepat di rumah warga dikarenakan bangun sekolah masih dalam tahap pembangunan. Kemudian 3 tahun berikutnya pada tahun 1980, sekolah ini pindah di Jalan Sebeluk RT 03 RW 03, Kelurahan Wonoplumbon, Kecamatan Mijen, Kota Semarang sampai sekarang. Sejak berdirinya sekolah ini, sudah beberapa kali bangunan sekolah direnovasi demi terwujudnya sekolah yang maju, berkembang dan nyaman.
Dari waktu ke waktu, SDN Wonoplembon 02 juga sering berganti kepemimpinan. Kepala sekolah pertama kali di SDN Wonoplembon 02 bernama Bapak Sukiman. Beliau yang membangun dan mengembangkan SDN Wonoplembon 02 dari awal. Beberapa tahun kemudian beliau wafat sebelum purna tugas dan akhirnya digantikan oleh Plt. Bapak Sunarto.
Kemudian kepemipinan di SDN Wonoplembon 02 dilanjutkan oleh Bapak Sunardi, namun masa kepemimpinan beliau hanya 1 tahun. Setelah itu, Kepala SDN Wonoplembon digantikan kembali oleh Bapak Trubus Sunaryo. Beberapa tahun berjalan, kepemimpinan SDN Wonoplembon 02 dirotasi kembali dan dipimpin oleh Bapak Edi Purwanto. Dari beberapa Kepala Sekolah sebelumnya di SDN Wonoplembon 02 Bapak Edi Purwanto masa kepemimpinannya terbilang cukup lama sebelum akhirnya beliau dipindah tugaskan ke SDN Wonoplembon 01.
Setelah Bapak Edi Purwanto berikut nama-nama Kepala SDN Wonoplembon 02 yang pernah menjabat yaitu Bapak Agus Suyono, Bapak Djumadi, Bapak Mujiyono, Ibu Nanik Sarini, Ibu P.Machdalena R, Ibu Ngatiningsih dan yang terakhir Ibu Wiwi Hardiyanti.
Bu Wiwi Hardiyanti menjabat sebagai Kepala SDN Wonoplembon 02 mulai tanggal 20 Oktober 2019 hingga sekarang.