Proses visitasi K3
Penilaian Kebersihan Kelas Rutin Bulanan: Mewujudkan Sekolah Bersih dan Berbudaya Lingkungan
Sebagai upaya membangun karakter peduli lingkungan serta mendukung program Adiwiyata, sekolah secara rutin menyelenggarakan Penilaian Kebersihan Kelas yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan semangat gotong royong peserta didik dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa indikator, seperti kebersihan lantai, kerapian ruang kelas, pengelolaan sampah, kebersihan sudut-sudut kelas, serta keindahan dan penghijauan ruang belajar. Setiap kelas berupaya memberikan yang terbaik dengan bekerja sama menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kelas masing-masing.
Sebagai bentuk apresiasi, kelas dengan nilai terbaik akan mendapatkan Piala Bergilir Kebersihan Kelas yang akan diserahkan pada saat pengumuman hasil penilaian. Piala bergilir ini menjadi simbol kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh kelas untuk terus mempertahankan budaya hidup bersih dan sehat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik tidak hanya menjaga kebersihan saat penilaian berlangsung, tetapi juga menjadikannya sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan sekolah yang bersih, rapi, dan asri akan menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, sehat, serta mendukung peningkatan prestasi peserta didik.
"Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Kelas bersih, hati nyaman, belajar pun semakin menyenangkan." 🌱🏆✨
Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, sekolah menggelar Kampanye Anti Sampah Plastik sebagai bentuk edukasi dan ajakan kepada seluruh warga sekolah untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai dan dapat mencemari tanah, air, serta mengganggu kehidupan makhluk hidup.
Melalui kampanye ini, peserta didik diajak untuk mulai menerapkan kebiasaan ramah lingkungan, seperti membawa tumbler, kotak makan, dan tas belanja yang dapat digunakan berulang kali. Selain itu, peserta didik juga diajak untuk memilah sampah serta mengurangi penggunaan kantong dan kemasan plastik sekali pakai.
Kampanye Anti Sampah Plastik bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun budaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan mengurangi sampah plastik sejak dini, kita turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.
Mejayan, Madiun – Semangat kemerdekaan begitu terasa di SDIT Harapan Insan Mejayan. Sejak Senin (11/8/2025) hingga Rabu (13/8/2025), halaman sekolah dipenuhi sorak sorai, tawa riang, dan semangat juang para siswa yang antusias mengikuti lomba 17 Agustus untuk memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Kemeriahan acara semakin terasa karena lomba sepenuhnya dilaksanakan oleh siswa, tanpa melibatkan guru atau staf sekolah. Untuk kelas kecil (1–3), mereka bersaing dalam lomba estafet baju, makan kerupuk, pindah gelas dengan balon, karaoke lagu nasional, estafet hanger, mencari karet dalam tepung, estafet air dalam gelas, hingga pecah air. Gelak tawa dan sorak penonton kecil menambah semarak suasana.
Sementara itu, kelas besar (4–6) menunjukkan persaingan lebih seru dengan lomba catur, voli gaib, komunikata, memasangkan kartu, karaoke lagu nasional, futsal, ranking 1, dan tarik tambang. Semangat sportivitas dan kekompakan terlihat jelas saat mereka saling mendukung teman sekelasnya.
Meski lomba hanya diikuti siswa, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran karakter. “Melalui lomba ini, anak-anak belajar sportivitas, kerja sama, dan rasa cinta tanah air. Ini pengalaman yang tidak akan mereka lupakan,” ujarnya.
Hingga Rabu (13/8/2025), berbagai lomba masih berlangsung, menghadirkan keceriaan dan antusiasme tinggi. Suasana halaman sekolah penuh warna dan energi, menandai semarak kemerdekaan yang dibawa langsung oleh para siswa.
✨ Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan jiwa nasionalisme, semangat kebersamaan, dan kegembiraan, sehingga siswa bukan hanya merayakan kemerdekaan, tapi juga merasakan maknanya secara nyata.
Mejayan, Madiun – Semangat Pramuka membara di SDIT Harapan Insan Mejayan saat siswa merayakan Hari Pramuka ke-64 pada Kamis, 14 Agustus 2025 hingga Jum'at 15 Agustus 2025. Kegiatan berlangsung meriah dengan urutan yang seru: upacara khidmat, pembagian susu dan hadiah, hingga giat menanam pohon.
Upacara dimulai dengan siswa mengenakan seragam Pramuka, mengikuti prosesi pengibaran bendera Merah Putih dengan khidmat. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menanamkan disiplin, nasionalisme, dan cinta tanah air sejak dini.
Suasana semakin hidup saat pembagian susu segar dan hadiah menarik. Sorak gembira dan senyum riang siswa terlihat jelas, menunjukkan antusiasme mereka dalam merayakan hari spesial ini.
Tidak berhenti di situ, siswa melanjutkan kegiatan dengan giat menanam pohon di area sekolah. Mereka bekerja sama menanam bibit tanaman sambil belajar menjaga lingkungan. Kegiatan ini menumbuhkan kepedulian terhadap alam, kerja sama, dan tanggung jawab sejak usia dini.
“Hari Pramuka bukan sekadar upacara, tetapi juga momen bagi siswa untuk belajar disiplin, kerja sama, dan kepedulian melalui kegiatan nyata seperti menanam pohon.”
Keceriaan dan semangat siswa terlihat sepanjang hari, menjadikan peringatan Hari Pramuka ke-64 di SDIT Harapan Insan tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendidik karakter generasi muda.
✨ Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan semangat kebersamaan, cinta tanah air, dan kepedulian lingkungan, sehingga siswa dapat merasakan makna sejati Pramuka. 🌱