Visi SD Negeri Pacet 1 adalah: “Terwujudnya Peserta Didik yang Kreatif, Cinta Tanah Air, Lebih Maju, Agamis, dan Berkarakter.”
Visi SD Negeri Pacet 1 adalah: “Terwujudnya Peserta Didik yang Kreatif, Cinta Tanah Air, Lebih Maju, Agamis, dan Berkarakter.”
Misi SD Negeri Pacet 1 adalah:
Menyelenggarakan pembelajaran aktif, inovatif, dan bermakna melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
Mengintegrasikan program KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) secara bertahap sesuai tahap perkembangan peserta didik.
Menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila dalam seluruh kegiatan pembelajaran dan budaya sekolah.
Mengembangkan literasi, numerasi, dan literasi digital untuk meningkatkan mutu akademik peserta didik.
Membudayakan sikap religius melalui pembiasaan ibadah, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.
Menguatkan pendidikan karakter melalui kegiatan kolaboratif, reflektif, dan berbasis proyek.
Meningkatkan kompetensi pendidik dalam pembelajaran mendalam, pemanfaatan teknologi digital, koding, dan kecerdasan artifisial.
Membangun kemitraan dengan orang tua dan masyarakat serta stakeholder terkait dalam mendukung pembelajaran berbasis karakter dan teknologi.
A. Tujuan
SD Negeri Pacet 1 Menetapkan tujuan yang konkret dan terukur untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan.
1. Tujuan Jangka Menengah (4 Tahun)
Meningkatkan capaian literasi dan numerasi minimal 20% dari capaian awal sekolah.
Mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek minimal dua kali setiap semester di setiap kelas.
Mengintegrasikan dasar-dasar koding dan pengenalan kecerdasan artifisial dalam kurikulum sekolah.
Mewujudkan budaya sekolah religius dan berkarakter yang tercermin dalam perilaku sehari-hari peserta didik.
Meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran mendalam dan literasi AI menalui pelatihan berkelanjutan.
Melengkapi sarana dan prasarana pendukung pembelajaran digital secara bertahap.
2. Tujuan Jangka Pendek (Tahunan)
70% peserta didik mampu menghasilkan proyek pembelajaran berbasis penyelesaian masalah nyata.
75% peserta didik mampu membuat karya digital sederhana (animasi, game edukasi, presentasi interaktif, dll.).
Terlaksananya kegiatan pembiasaan keagamaan dan karakter secara konsisten setiap hari.
Seluruh guru menerapkan strategi pembelajaran yang mendorong berpikir kritis dan reflektif.
Terlaksananya minimal satu kegiatan pameran karya seni siswa setiap tahun.
Tujuan Pencapaian 8 Dimensi Profil Lulusan
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Profil ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pengetahuan, moralitas, dan hubungan yang harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan sekitarnya.
Kewargaan
Fokus kewargaan yaitu kesadaran peserta didik untuk berkontribusi terhadap kebaikan bersama sebagai warga negara dan warga dunia. Profil lulusan ini tidak terlepas dari nilai-nilai Pancasila yang mencerminkan individu yang memiliki karakter, sikap, dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila. Peserta didik yang selalu menjunjung moral dan nilai spiritual, bersikap adil dan menghormati hak orang lain, mencintai negara, budaya, dan keberagaman Indonesia, berperan aktif dalam proses demokrasi dengan musyawarah, serta berupaya menciptakan kesejahteraan bersama.
Penalaran Kritis
Peserta didik memiliki keterampilan untuk menganalisis masalah, mengevaluasi argumen, menghubungkan gagasan yang relevan, dan merefleksikan proses berpikir dalam pengambilan keputusan. Peserta didik yang memiliki kemampuan penalaran kritis cenderung mampu memecahkan masalah secara sistematis, mempertimbangkan berbagai sudut pandang, dan menghasilkan solusi yang rasional serta berbasis bukti. Kemampuan ini membentuk pribadi yang cermat, tanggap, dan mampu menghadapi tantangan dengan pemikiran yang mendalam dan terstruktur.
Kreativitas
Peserta didik yang memiliki kreativitas cenderung berpikir di luar kebiasaan, mengembangkan ide-ide secara mendalam, serta memodifikasi atau menciptakan sesuatu yang orisinal, bermakna, dan memiliki dampak positif bagi lingkungan sekitar
Kolaborasi
Peserta didik dengan kemampuan kolaborasi mampu berkontribusi secara aktif, menggunakan pemecahan masalah bersama, dan menciptakan suasana yang harmonis untuk mencapai tujuan bersama.
Kemandirian
Peserta didik yang mandiri mampu mengelola waktu, sumber daya, dan tindakan mereka secara efektif untuk mencapai hasil yang optimal. Profil dimensi kemandirian ini menunjukkan peserta didik sebagai manusia pembelajar, yaitu individu yang secara terus-menerus mencari ilmu, mengembangkan diri, dan beradaptasi dengan perubahan (pembelajar sepanjang hayat).
Kesehatan
Profil ini menggambarkan peserta didik yang mampu menjalani kehidupan produktif dengan kualitas kesehatan fisik dan mental yang optimal dan berkontribusi secara positif dalam lingkungan sosialnya.
Komunikasi
Profil ini memungkinkan peserta didik mampu berinteraksi dengan orang lain, berbagi serta mempertahankan pendapat, menyampaikan sudut pandang yang beragam, dan aktif terlibat dalam kegiatan yang membutuhkan interaksi dua arah. Dengan demikian diharapkan lulusan yang memiliki kemampuan komunikasi dengan baik dapat membangun hubungan yang positif, menjembatani perbedaan pendapat, dan menciptakan pemahaman bersama dalam lingkungan sosial maupun profesional.