SI TAMPAN : SISTEM INFORMASI TANGGAMUS SATU DATA PERENCANAAN PEMBANGUNAN
Suatu sistem informasi dapat mengelola inputasi data, pengelolaan data, manipulasi data hingga penyajian informasi (Santosa & Priyadi, 2011). Sistem Informasi Geografi yang merupakan bagian dari sistem informasi, dapat melakukan hal tersebut secara spasial (keruangan). Menurut Suwirmayanti (2016), perancangan sistem informasi keruangan membutuhkan analisa sistem, perancangan sistem melalui data flow diagram yaitu gambaran arus data didalam suatu sistem, entity relationship diagram (ERD) sebagai perancangan awal basis data, konseptual database dan desain interface pengguna.
Chaudhuri et al. (2015) menyatakan bahwa Sistem Informasi Geografi merupakan alat bantu (tools) yang paling popular digunakan untuk menggambarkan, menyimpan, memanipulasi, memetakan dan menganalisis data geografis spasial dan nonspasial dalam format digital. Chaudhuri menjelaskan, Sistem Informasi Geografi adalah sistem informasi yang menyediakan fungsi termasuk presentasi 3D visual tentang lokasi geografis, analisis lanjutan, dan lain-lain. Informasi geospasial digital diproses secara terintegrasi, dan teknologi Sistem Informasi Geografi mengintegrasikan common database operations, seperti penyimpanan data, pengambilan melalui permintaan dan mengubah data menjadi informasi melalui analisis statistik. Sistem Informasi Geografi mengelola informasi berbasis wilayah dan menyediakan alat untuk menggambarkan dan menganalisis berbagai data statistik, termasuk kepadatan penduduk, pembangunan ekonomi, fasilitas transportasi, jenis vegetasi, dan lain-lain.
Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan sistem informasi komputasi yang perancangannya menggabungkan antara data spasial (keruangan) berikut atributnya melalui pengolahan, manipulasi, analisis dan penyajian untuk meneliti permasalahan (Fernando, 2013), dapat memudahkan pengguna untuk memahami dan menganalisis permasalahan secara komprehensif (Santosa & Priyadi, 2011), dan membantu menyimpan informasi terperinci dari berbagai wilayah dalam database dan peta, sehingga tampilan menjadi dinamis. SIG juga menyediakan alat untuk mengkonversi dan menampilkan data mentah dalam bentuk peta 3D, menjalankan query apa pun, dan melapisi basis data dengan cara yang tidak mungkin dilakukan dengan spreadsheet tradisional. Kemampuan khusus, efisien serta efektif inilah yang membedakan Sistem Informasi Geografi dari sistem informasi yang lain, dan menjadikannya salah satu alat teknologi informasi dan komunikasi yang paling efektif yang digunakan berbagai perusahaan publik dan swasta untuk penjelasan acara, memprediksi hasil, dan strategi penjadwalan. Salah satu bentuk open data dalam teknologi informasi geografi (geo-ICT) adalah Sistem Informasi Geografi berbasis web atau web-GIS.
Pengembangan model pengumpulan data yang mengakomodir kebutuhan dan ketersediaan data perencanaan pembangunan, dan selanjutnya disajikan dalam sistem informasi open data spasial mengacu pada model waterfall yang terdiri dari proses requirements, analysis, design, implementation, testing dan evaluation.
Tahapan-tahapan yang akan dilakukan antara lain:
1. Tahapan Pengumpulan Data
Tahapan awal akan dilakukan sinkronisasi kebutuhan dan ketersediaan data melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tahap pertama antara pengguna dan penyedia data. Pemilihan peserta FGD dilakukan secara purposive, antara lain perwakilan dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanggamus, Pemerintah Daerah (diwakili oleh instansi Bappeda dan Diskominfo), unsur perencana (perwakilan dari ikatan ahli perencana), unsur akademisi, dan jurnalis.
2. Tahapan Pengolahan dan Analisa Data
Setelah tahapan FGD pertama dilakukan dan didapatkan rumusan data yang sesuai kebutuhan perencanaan pembangunan, akan dilakukan kompilasi data dari berbagai sumber yang tersedia untuk kemudian dilakukan pengolahan data dan analisa data secara spasial. Open data spasial tersebut akan disajikan ke dalam sistem informasi berbasis web-GIS.
3. Tahapan Perancangan Sistem
Selanjutnya akan dilakukan perancangan sistem informasi dimulai dari merancang data flow diagram, diagram keterkaitan, konsep database dan pembuatan desain antarmuka. Di tahapan ini akan dilakukan proses input data yang tersedia ke program QGIS dan selanjutnya akan disajikan melalui website berbasis GIS agar dapat diakses.
4. Tahapan Implementasi Sistem
Pada tahapan ini ditampilkan sistem informasi sesuai kerangka yang sudah disusun melalui media website agar dapat diakses oleh pengguna data dengan perantara internet. Website ini nantinya dapat diintegrasikan dengan website SPBE atau e-government milik Pemerintah Kabupaten Tanggamus.
5. Tahapan Ujicoba dan Evaluasi
Setelah sistem informasi dibuat, kemudian akan diujicobakan dan dievaluasi untuk kemudian diperbaiki kembali. Tahapan ujicoba dan evaluasi ini akan dilaksanakan melalui kegiatan Focus Group Discussion tahap kedua antara pengguna dan penyedia data.
6. Finalisasi
Tahapan akhir adalah finalisasi, pada tahapan ini telah didapatkan model sistem informasi open data spasial sesuai kebutuhan perencanaan pembangunan. Model ini dapat menjadi benchmark bagi pemerintah daerah lain dalam mewujudkan perencanaan pembangunan kota cerdas berkelanjutan.