Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Nabi Muhammad ﷺ di Madinah, setelah beliau hijrah dari Mekkah. Masjid ini memiliki nilai spiritual dan sejarah yang sangat besar.
Masjid Nabawi pertama kali dibangun pada tahun 622 Masehi, tak lama setelah kedatangan Nabi Muhammad ﷺ di Madinah. Awalnya, masjid ini adalah bangunan yang sangat sederhana dengan dinding dari bata tanah liat dan atap dari pelepah kurma. Luasnya sekitar 50x50 meter. Di samping masjid ini, juga dibangun rumah untuk tempat tinggal Nabi Muhammad ﷺ. Seiring berjalannya waktu, masjid ini mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan besar-besaran oleh para khalifah dan penguasa Muslim berikutnya, hingga menjadi bangunan megah dan modern seperti sekarang.
Masjid Nabawi memiliki beberapa bagian yang sangat istimewa dan sering menjadi tujuan utama para peziarah:
Kubah Hijau (Al-Qubah Al-Khadra'): Ini adalah salah satu fitur paling ikonik dari Masjid Nabawi. Kubah hijau ini menaungi makam Nabi Muhammad ﷺ, serta makam dua sahabat utama beliau, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.
Raudhah Al-Sharifah: Secara harfiah berarti "Taman yang Mulia". Ini adalah area yang terletak di antara makam Nabi Muhammad ﷺ dan mimbar beliau. Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda, "Di antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga." (HR. Bukhari dan Muslim). Karena keutamaan ini, Raudhah menjadi tempat yang paling dicari oleh jemaah untuk shalat dan berdoa, ditandai dengan karpet hijau yang berbeda dari karpet lainnya. Untuk masuk ke area ini, jemaah harus mengantre dan biasanya sudah diatur oleh petugas.
Payung Raksasa Otomatis: Di pelataran masjid terdapat puluhan payung raksasa yang dapat terbuka dan tertutup secara otomatis. Payung-payung ini berfungsi untuk melindungi jemaah dari teriknya matahari Madinah pada siang hari dan dapat tertutup pada malam hari.
Masjid Nabawi memiliki keutamaan yang tidak dimiliki masjid lain, kecuali Masjidil Haram. Salah satu hadis sahih menyebutkan: "Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali daripada shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram." (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh karena itu, jutaan umat Islam dari seluruh dunia datang untuk menunaikan shalat di sana, berziarah ke makam Rasulullah ﷺ, dan merasakan ketenangan spiritual di salah satu tempat paling suci di muka bumi ini.