1. Identitas dan Lokasi Dakwah
Sunan Drajat, yang bernama asli Syarifuddin, adalah putra Sunan Ampel dan adik Sunan Bonang. Ia berdakwah di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur.
2. Media dan Metode Dakwah
Media:
Gamelan Jawa.
Tembang Pangkur.
Metode:
Mengajarkan tauhid dan akidah secara langsung.
Mengutamakan semangat gotong royong.
Melakukan pendekatan budaya (kultural).
Menciptakan tembang Jawa.
Menyampaikan pesan moral melalui suluk, seperti "Berilah tongkat pada si buta, berilah makan pada yang lapar, berilah pakaian pada yang telanjang."
3. Fokus Dakwah
Berbeda dari Sunan Bonang yang menekankan seni dan budaya, Sunan Drajat lebih fokus pada sosial ekonomi. Ia menanamkan nilai kedermawanan, kerja keras, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam.
4. Karya dan Warisan
Karya Seni:
Tembang Pangkur.
Gamelan Singomengkok, yang kini disimpan di Museum Daerah Sunan Drajat, Lamongan.
5. Pesantren Sunan Drajat
Pesantrennya terletak di Desa Drajat dan dikelola secara mandiri sebagai pusat pendidikan Islam.
6. Wafat dan Makam
Sunan Drajat wafat pada tahun 1522 dan dimakamkan di Drajat, Lamongan, Jawa Timur.
Ringkasan ini menggambarkan kontribusi Sunan Drajat dalam dakwah Islam melalui pendekatan sosial, ekonomi, dan budaya yang relevan dengan kehidupan masyarakat pada masanya.