Meskipun lebih fokus pada politik, Daulah Bani Umayyah tetap memberikan perhatian pada perkembangan ilmu, terutama dalam agama Islam, sastra, dan filsafat. Pendidikan dilakukan di tempat-tempat seperti Kuttab untuk mengajarkan anak-anak membaca, menulis, dan menghafal Alquran, serta di masjid yang menyediakan pendidikan lanjutan. Pada masa Khalifah Marwan bin Hakam, gerakan Arabisasi diterapkan untuk menerjemahkan buku-buku dari berbagai bahasa ke dalam bahasa Arab. Selain itu, Baitul Hikmah dibangun sebagai pusat kajian dan perpustakaan yang mendapat perhatian besar dalam perjalanan Daulah Bani Umayyah.Β