Coach Rustam
Palangka Raya, 21 Desember 2025
Bayangkan dunia yang berubah begitu cepat hingga apa yang benar kemarin bisa jadi salah hari ini. Itulah yang kini dihadapi birokrasi Indonesia. Pandemi COVID-19 menyadarkan kita bahwa dunia tidak lagi hanya VUCA (cepat berubah, penuh ketidakpastian, kompleks, dan ambigu), tetapi juga BANI: rapuh (Brittle), memicu kecemasan (Anxious), tidak linear (Nonlinear), dan sulit dipahami (Incomprehensible).
Di tengah situasi seperti ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) — lebih dari 5 juta pegawai negeri di Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan cara kerja lama. Mereka harus terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Inilah mengapa penelitian disertasi ini penting: untuk membangun model pengembangan kompetensi ASN yang tidak hanya membuat pegawai lebih pintar, tetapi juga membuat organisasi pemerintah lebih efektif dalam melayani masyarakat.
Corporate University (CU) bukanlah kampus konvensional. Ia adalah sistem pembelajaran terintegrasi di dalam organisasi yang menghubungkan pembelajaran pegawai dengan tujuan strategis institusi. Berbeda dengan pelatihan tradisional yang sering terpisah-pisah, Corporate University menyatukan semua sumber daya pembelajaran dari pelatihan formal, coaching mentoring, hingga berbagi pengetahuan antar pegawai dalam satu ekosistem yang koheren.
Secara global, konsep ini sudah diterapkan di berbagai negara maju. Singapura memiliki Civil Service College, Inggris punya UK Civil Service Learning, dan Amerika Serikat mengoperasikan Federal Executive Institute. Semua ini adalah bentuk Corporate University untuk sektor publik.
Di Indonesia, Lembaga Administrasi Negara (LAN) melalui Peraturan LAN Nomor 6 Tahun 2023 dan Keputusan Kepala LAN Nomor 306 Tahun 2024 telah menetapkan pedoman penyelenggaraan Corporate University untuk ASN. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjadi pionir dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 39 Tahun 2024 tentang Corporate University ASN.
Ada tujuh alasan krusial mengapa Corporate University menjadi kebutuhan mendesak bagi lebih dari 5 juta ASN Indonesia:
Corporate University memastikan setiap pelatihan sejalan dengan kebutuhan organisasi dan prioritas pembangunan nasional.
Berorientasi pada Dampak Kinerja. Bukan hanya soal berapa banyak pelatihan yang diikuti, tapi apakah pelatihan itu benar-benar membuat pegawai lebih produktif dan organisasi lebih efektif.
Pembelajaran Berkelanjutan. Pembelajaran menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.
Mendukung Manajemen Talenta yang Efektif.
Fleksibilitas dan Efisiensi.
Mengatasi Masalah Lintas Sektor. Isu-isu kompleks seperti perubahan iklim, digitalisasi, atau pandemi memerlukan kompetensi yang terkoordinasi antar instansi. Corporate University memfasilitasi pembelajaran kolaboratif lintas sektoral.
Relevan dengan Generasi Milenial dan Gen Z. ASN muda membutuhkan pembelajaran yang kontekstual, praktis, dan didukung teknologi. Corporate University menyediakan metode pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik mereka.
Visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud jika didukung oleh aparatur sipil negara yang berkelas dunia. Corporate University adalah salah satu jalan untuk sampai ke sana, tentu bukan jalan yang mudah, tetapi jalan yang diyakini tepat. Penelitian ini adalah bagian dari perjalanan panjang tersebut, sebuah upaya untuk memberikan peta jalan berbasis bukti dalam membangun birokrasi pembelajar yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional.
Seperti kata pepatah, "Jika kamu ingin pergi cepat, pergilah sendiri. Jika kamu ingin pergi jauh, pergilah bersama." Corporate University adalah tentang pergi bersama — belajar bersama, tumbuh bersama, dan mencapai tujuan bersama untuk Indonesia yang lebih baik.
Coach Rustam
Palangka Raya, 10 Maret 2025
Ketika kusaksikan ribuan manusia berbalut putih ataupun hitam, bergerak seirama, melingkari Ka'bah dengan khusyuk. Bagai sebuah simfoni agung tanpa konduktor, kecuali kehendak-Nya yang tak terucap.
Di sini, nama-nama menjadi tak berarti. Gelar-gelar tertinggal jauh di negeri asal. Harta dan tahta, lenyap dalam kesamaan pakaian. Semua hanya 'hamba' di hadapan-Nya.
Kusaksikan seorang pimpinan organisasi berjalan berdampingan dengan seorang petani sederhana dari desa terpencil. Tanpa ada yang tahu siapa mereka sebenarnya, Kecuali Dia, Yang Maha Mengetahui.
Terlalu sering kita terjebak dalam kesombongan dunia, Merasa istimewa, merasa terpilih, merasa berbeda. Tapi di tanah suci ini, di hadapan Baitullah, Semua panggilan kembali fitrah: Abdullah, Hamba Allah.
Kurenungkan bagaimana panggilan-Nya begitu personal, Tak pernah tertukar antara satu jiwa dengan jiwa lainnya. Dalam lautan manusia berpakaian sama, dengan ritual sama, Dia tetap mengenali setiap bisikan hati yang berbeda.
Maka pahamilah, wahai jiwa yang merindukan-Nya, Ketika kau berdoa di depan Ka'bah yang megah, Atau ketika kau berdesakan di Multazam penuh harap, Suaramu tak pernah hilang dalam riuhnya doa-doa lain.
Karena panggilan-Nya tidak pernah tertukar, Sebagaimana cinta-Nya yang tak pernah keliru. Di tengah jutaan yang menjeritkan nama-Nya, Dia mendengar bisikan hatimu, dengan sempurna.
Begitupun ketika kau kembali ke tanah airmu, Jangan biarkan kesadaran itu memudar. Bahwa Dia selalu mengenalimu, mendengarmu, Tanpa perlu atribut duniawi yang fana.
Umroh bukan sekadar perjalanan menuju Baitullah, Tapi perjalanan menuju kesadaran tertinggi. Bahwa di manapun, kapanpun, dalam keadaan apapun, Panggilan-Nya kepadamu, tak pernah tertukar.
Penulis: Coach Rustam
Palangka Raya, 04 Agustus 2024
Pagi ini, saya tukarkan keringat dari jalur blusukan - gowes dengan menata bedengan berbalut harapan. Bukan lagi derap ban sepeda di atas jalanan setapak, melainkan gesekan cangkul membelah tanah. Dari arena blusukan, saya beralih ke ladang kecil di belakang rumah.
Mengganti durasi kayuhan sepeda dengan menghitung detak jantung tanaman saat menyerap embun pagi. Mengubah beban kayuhan menjadi meringankan beban pikiran dengan persiapan menata bibit tanaman. Berolahraga umumnya mengenai otot dan napas. Namun, kali ini juga bisa tentang merawat jiwa melalui harapan akan suburnya tanaman.
Gerakan mencangkul, menanam, dan menyiram, tak kalah efektif membakar kalori dan melatih otot. Bahkan, aktivitas ini memberikan bonus berupa kepuasan tersendiri saat melihat hasil panen kelak. InSyaaALLAH.
Jadi, bagi Anda yang ingin mencoba olahraga yang berbeda, mari kita coba menjadi "petani kota". Selain menyehatkan tubuh, kita juga turut menjaga lingkungan. Selamat mencoba!
Penulis: Coach Rustam
Palangka Raya, 03 Agustus 2024
Diceritakan, pada tanggal 26 September 1983, sistem peringatan dini Rusia OKO mengisyaratkan bahwa enam misil telah diluncurkan oleh AS dan sedang dalam perjalanan menghantam USSR. Protokol militer Soviet menyatakan bahwa peringatan ini harus segera dilaporkan kepada pejabat senior di Moskow. Petugas yang bertugas saat itu adalah Letnan Kolonel Stanislav Petrov.
Stanislav Petrov, mengambil keputusan yang sangat penting. Ia menilai bahwa peringatan tersebut salah, dan tidak meneruskannya kepada pejabat senior di Moskow. Jika saja ia melaporkan peringatan tersebut pada Moskow, maka mungkin akan memicu serangan balasan terhadap AS. Menurutnya, tidak mungkin AS meluncurkan serangan hanya dengan enam misil. Selanjutnya, setelah diteliti, ternyata terjadi kesalahan pada sistem peringatan satelit Soviet. Peringatan yang salah tersebut diakibatkan oleh fenomena deretan sinar matahari pada awan yang langka. Petrove mungkin melanggar aturan. Ia melanggar perintah. Namun, sangat mungkin ia menyelamatkan dunia dari perang nuklir.
Apa yang dilakukan oleh Petrove. Ia menerapkan konsep berpikir Lateral. Terlihat melawan kebiasaan. Petrove mencoba mempertanyakan asumsi dengan logika berpikirnya. Alhasil, ia telah menyelamatkan dunia dari perang antara kedua negara besar.
Kisah di atas, saya coba kutip dari sebuah buku yang menarik, tulisan Paul Sloane (2023) yang berjudul LATERAL THINKING FOR EVERY DAY. Diterbitkan tahun 2024.
A. Apa itu Lateral Thinking?
Lateral thinking, atau berpikir lateral, adalah suatu proses berpikir yang melibatkan pendekatan tidak konvensional untuk memecahkan masalah. Jika berpikir linear (logika) bergerak lurus dari titik A ke B, berpikir lateral lebih seperti melompat dari satu ide ke ide lain, mencari koneksi yang tidak langsung dan solusi yang kreatif.
B. Mengapa Lateral Thinking Penting?
Memecahkan masalah yang rumit: masalah yang kompleks seringkali membutuhkan solusi yang tidak biasa. Berpikir lateral membantu kita melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda.
Meningkatkan kreativitas: dengan melatih pikiran untuk mencari koneksi yang tidak terduga, kita dapat meningkatkan kemampuan kreatif kita.
Inovasi: banyak penemuan besar lahir dari pemikiran lateral. Ketika kita berpikir di luar kotak, kita membuka peluang untuk menciptakan ide-ide baru dan inovatif.
C. Contoh Lateral Thinking dalam Kehidupan Sehari-hari
Post-it Notes: seorang ilmuwan mencoba membuat perekat yang kuat, namun justru menemukan perekat yang lemah namun bisa dilepas. Dari sinilah lahirnya Post-it Notes.
Airbnb: Airbnb mengubah industri perhotelan dengan menghubungkan pemilik properti dengan wisatawan secara langsung. Ide ini muncul dari kesulitan dua orang teman untuk menemukan tempat menginap yang terjangkau saat menghadiri sebuah konferensi.
Kerjasama Antar UMKM: UMKM dapat bekerja sama dengan UMKM lain untuk menciptakan produk atau layanan yang lebih beragam. Misalnya, produsen kerajinan tangan bisa bekerja sama dengan pengrajin makanan untuk membuat paket hadiah yang unik.
Wisata sejarah interaktif: Menggunakan teknologi augmented reality untuk menghidupkan kembali peristiwa sejarah.
D. Cara Melatih Berpikir Lateral
Banyak baca: membaca berbagai jenis buku dapat memperluas wawasan dan memicu ide-ide baru.
Bermain gim: permainan puzzle, teka-teki, dan permainan strategi dapat melatih otak untuk berpikir secara kreatif.
Berkolaborasi: berdiskusi dengan orang lain dapat menghasilkan ide-ide yang lebih baik.
Latihan rutin: Lakukan latihan berpikir lateral secara teratur, misalnya dengan mencari solusi alternatif untuk masalah sehari-hari.
Lateral thinking mengajak kita untuk berpikir di luar kotak, menghubungkan ide-ide yang tampaknya tidak terkait, dan mencari perspektif baru. Dengan meragukan asumsi yang sudah ada dan mencoba pendekatan yang tidak biasa, kita dapat memicu kreativitas dan menemukan solusi yang inovatif. Bagaimana, kita siap berlatih?
Penulis: Coach Rustam
Palangka Raya, 02 Agustus 2024
______________________________________
Pagi ini Saya dan Bu Ida (rekan Widyaiswara) berdiskusi menarik mengenai presentasi yang seringkali berputar di lingkaran yang sama. Bu Ida menyampaikan, terkait kasus X, yang membuat saya terinspirasi untuk menyampaikan tulisan ini. Selamat merenung.
Pernahkah Anda merasa bosan setelah mendengarkan presentasi yang panjang namun tidak memberikan informasi berarti? Fenomena ini seringkali terjadi karena pembicara belum berhasil menemukan 'inti' dari pesannya. Ibarat sebuah bawang, presentasi yang baik harus mampu mengupas lapisan demi lapisan hingga mencapai inti yang padat dan bermakna.
Pembicara seakan-akan terjebak dalam lingkaran kegalauan, mengulang-ulang poin yang sama, tanpa pernah sampai pada inti permasalahan. Padahal, audiens hanya menginginkan satu hal: jawaban atas pertanyaan 'Apa yang ingin Anda sampaikan?'. Dengan menemukan inti pesan, pembicara tidak hanya akan menghemat waktu audiens, tetapi juga meningkatkan efektivitas komunikasinya.
Psikologi komunikasi menjelaskan bahwa otak manusia cenderung lebih mudah mengingat informasi yang disajikan secara ringkas, jelas, dan relevan. Oleh karena itu, kemampuan untuk merumuskan inti pesan merupakan keterampilan yang sangat penting bagi seorang komunikator.
Bagaimana caranya? Yuk kita coba tips metode PREP.
P = Point
R = Reason
E = Example
P = Point
Contoh 1:
Topik: Penggunaan media sosial harus dibatasi bagi remaja.
Point: Saya berpendapat bahwa penggunaan media sosial harus dibatasi bagi remaja.
Reason: Paparan konten negatif yang berlebihan di media sosial dapat berdampak buruk pada kesehatan mental remaja.
Example: Banyak kasus cyberbullying dan penyebaran hoaks yang melibatkan remaja. Hal ini dapat menyebabkan stres, depresi, dan bahkan tindakan kekerasan.
Point: Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan orang tua dan batasan waktu penggunaan media sosial untuk melindungi remaja dari dampak negatifnya.
____________
Contoh 2:
Topik: Makanan tradisional Indonesia perlu dilestarikan.
Point: Menurut hemat saya, makanan tradisional Indonesia perlu dilestarikan.
Reason: Makanan tradisional Indonesia kaya akan nutrisi yang baik untuk tubuh. Selain itu, makanan tradisional juga mencerminkan budaya dan sejarah bangsa Indonesia.
Example: Contohnya, sayur asam ikan patin khas Kalimantan Tengah adalah makanan tradisional Indonesia yang sudah diakui dan memiliki nilai gizi yang tinggi.
Point: Oleh karena itu, kita perlu menjaga dan mempromosikan makanan tradisional Indonesia agar tidak tergerus oleh pengaruh makanan asing.
Bagaimana? ingin mencoba?
Fleksibilitas adalah salah satu keunggulan metode PREP. Kita dapat menerapkannya dalam berbagai jenis komunikasi, baik lisan maupun tertulis, untuk menyampaikan poin-poin penting dengan struktur yang jelas dan mudah dipahami. Mungkin terasa sulit pada awalnya, tetapi kalau sering pakai, komunikasi kita jadi lebih mudah.
K3 dalam Lamunan Pagi
Penulis: Coach Rustam
Palangka Raya, 19 Maret 2024
Pagi ini, di bawah langit Palangka Raya yang tampak akan berbagi rintiknya, suasana di Aula BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah terasa berbeda. Ratusan ASN, dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), antusias mengikuti pembukaan Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Perkantoran.
Acara diawali dengan sambutan hangat dari Bapak H. Sugianto Sabran, Gubernur Kalimantan Tengah melalui Kepala BPSDM Ibu Dr. Rahmawati. Bermula dan ditutup dengan pantun dan salam yang selaras, maka berkumandanglah ungkapan cakep dari hadirin tamu undangan dan peserta pelatihan.
Pada sambutannya, Beliau menekankan pentingnya K3 bagi terciptanya lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif. "K3 bukan hanya slogan, tapi kebutuhan vital," tegas beliau. "K3 bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua."
Apa yang dilakukan Gubernur Sugianto, sungguhlah tepat. ASN Pemprov Kalteng penting memahami dan menerapkan K3 ini dalam semua aktivitas pekerjaan mereka. Mengapa demikian? Sungguh penting bagi setiap ASN menghadirkan kinerja terbaiknya untuk organisasi dan masyarakat. Jangan lupa, terdapat keluarga di rumah yang selalu menunggu kedatangan mereka pulang kerja tetap dalam kondisi fit dan sehat.
Ketika menuliskan pentingnya K3 ini, sampailah kami pada sebuah lamunan halu.
Di tahun 2045, Kalimantan Tengah telah menjelma menjadi provinsi yang maju dan sejahtera. Teknologi canggih telah diterapkan di berbagai bidang, termasuk di lingkungan perkantoran. Namun, di balik kemajuan itu, terdapat bahaya yang mengintai. Kecelakaan kerja akibat kelalaian K3 masih sering terjadi.
Suatu hari, seorang ASN muda bernama Dodo (nama samaran) mengalami kecelakaan di kantornya. Ia terjatuh dari kursi ergonomisnya yang canggih, karena tidak mengikuti prosedur K3 yang telah ditetapkan.
Kecelakaan itu mengubah hidup Dodo. Ia harus menjalani rehabilitasi panjang dan kehilangan banyak kesempatan dalam karirnya.
Kisah Dodo menjadi pengingat bagi semua ASN di Kalimantan Tengah. Bahwa K3 bukan hanya teori, tapi realitas yang bisa berdampak fatal.
Lamunan ini mengingatkan kita, bahwa K3 bukan hal yang sepele. Kita harus selalu waspada dan disiplin dalam menerapkan K3 di lingkungan kerja.
Pelatihan K3 Perkantoran di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ASN tentang pentingnya K3. Dengan demikian, diharapkan terciptanya lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif, sehingga terwujud Kalimantan Tengah yang semakin maju dan semakin berkah. Aamiin.
Penulis: Coach Rustam
Palangka Raya, 22 Januari 2024
Pagi itu, seperti biasa, Omon (nama samaran) bangun kesiangan. Ia baru bangun pukul 06.30 WIB, padahal jam kantor sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB. Omon adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di sebuah kantor Pemerintah Provinsi di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.
Omon segera bergegas mandi dan berpakaian. Ia sarapan dengan cepat, lalu berangkat ke kantor. Di tengah perjalanan, Omon merasa lelah dan malas. Ia berpikir, "Hari Senin lagi, ya. Aku sudah bosan dengan rutinitas yang sama setiap hari."
Sesampainya di kantor, Omon langsung menuju meja kerjanya. Ia menyalakan komputer dan mulai mengerjakan pekerjaannya. Namun, Omon merasa sulit untuk berkonsentrasi. Ia terus memikirkan hal-hal yang tidak penting. Tampaknya Omon tidak sempat mengikuti Apel Pagi Senin. Seandainya dia mengikuti apel Senin, diyakinkan ada pencerahan dan motivasi yang dia dengar dari pimpinannya.
Tiba-tiba, Omon mendengar suara tawa dari meja sebelah. Ia menoleh dan melihat seorang pegawai baru bernama Andi (nama samaran) sedang mengobrol dengan teman-temannya. Andi tampak begitu bersemangat dan ceria.
Omon merasa heran. Bagaimana bisa Andi begitu semangat di hari Senin? Padahal, Andi juga baru pertama kali bekerja di kantor tersebut.
Omon memutuskan untuk menghampiri Andi. Ia bertanya, "Andi, kamu kok bisa begitu semangat di hari Senin?"
Andi tersenyum dan menjawab, "Aku selalu semangat menjalani hari-hariku, termasuk hari Senin. Aku percaya bahwa setiap hari adalah hari yang baik untuk memulai sesuatu yang baru."
Omon mendengarkan jawaban Andi dengan penuh perhatian. Ia mulai berpikir bahwa Andi benar. Setiap hari adalah hari yang baru, dan kita harus menyambutnya dengan semangat.
Omon mulai mengubah pola pikirnya. Ia mulai berusaha untuk lebih bersemangat di hari Senin. Ia mencoba untuk fokus pada pekerjaannya dan tidak memikirkan hal-hal yang tidak penting.
Seiring berjalannya waktu, Omon mulai merasakan perubahan dalam dirinya. Ia merasa lebih bersemangat dan produktif di hari Senin. Ia juga merasa lebih bahagia dan lebih menikmati pekerjaannya.
Omon menyadari bahwa semangat itu bisa dipelajari dan dikembangkan. Setiap orang memiliki kekuatan untuk mengubah pola pikirnya dan menjadi lebih semangat menjalani hidup.
Pesan Moral
Hari Senin sering dianggap sebagai hari yang membosankan dan melelahkan. Namun, sebenarnya, hari Senin bisa menjadi hari yang baik untuk memulai sesuatu yang baru. Jika kita memiliki semangat, kita akan dapat menjalani hari Senin dengan lebih baik.
Berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan semangat di hari Senin:
Untuk yang muslim, bangunlah di subuh hari, sholat berjamaah dan sarapanlah bersama keluarga Anda (jika Anda berpuasa, tentunya sahur ya). Sempatkan untuk membaca Al-Qur'an.
Untuk teman-teman Nasrani, bacalah AlKitab. Demikian juga teman-teman agama apapun lainnya.
Berpikirlah positif dan fokus pada hal-hal yang baik.
Lakukan sesuatu yang kamu sukai, misalnya membaca, berolahraga, atau menghabiskan waktu bersama keluarga sebelum kamu berangkat ke kantor/bekerja.
Semoga dengan menerapkan tips-tips tersebut, kamu akan dapat memulai hari Senin dengan lebih semangat dan produktif. Barakallah Aamiin.
Penulis: Coach Rustam
Palangka Raya, Senin 8 Januari 2024
Apakah Anda/saudara Anda/teman Anda, termasuk yang diumumkan lulus tes penerimaan ASN sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)? Apa yang Anda harus siapkan setelah dinyatakan lulus? Tulisan ini dibuat, dengan harapan dapat menjadi informasi awal yang menarik untuk direnungkan. Selamat membaca.
Tentunya Anda akan mendapatkan informasi resmi dari Biro Kepegawaian/BKD Provinsi/BKPSDM Kabupaten/Kota masing-masing tempat Anda ditempatkan. Ada persyaratan-persyaratan administrasi yang Anda harus selesaikan. Disini, Anda akan berjuang dengan kesibukan-kesibukan tentunya. Nikmati saja. Karena memang perjuangan itu adalah tantangan dari kehidupan.
Setelah semua persyaratan menjadi PPPK (ASN) tersebut selesai, maka mulailah Anda untuk kembali berproses dengan pekerjaan yang sebelumnya sudah Anda lakukan semasa menjadi pegawai honorer. Tentunya harus ada yang beda. Harus ada yang berubah. Semangat semakin menyala. Antusiasme pada passion pilihan semakin menggelora. InSyaaALLAH menambah energi kebahagiaan untuk Anda sekeluarga.
Sembari menikmati proses berkinerja tersebut, yuk persiapkan diri Anda untuk mengikuti Orientasi PPPK. Kalau bagi Calon PNS (CPNS) kami sebut dengan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS. Maka, bagi PPPK disebut dengan Orientasi PPPK. Selamat datang untuk menikmati proses menjadi Calon ASN. Welcome untuk Anda Ibu dan Bapak para pejuang kesabaran dan hebat.
Penulis akan memberikan gambaran secara singkat sebagai bahan persiapan. Penulis menggunakan regulasi Keputusan LAN RI Nomor: 289/K.1/PDP.07/2022 Tentang Pedoman Orientasi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai referensi.
Apa itu Orientasi? Orientasi adalah program pengenalan dan penyediaan informasi kepada PPPK yang baru diangkat. Orientasi ini adalah kegiatan pengembangan kompetensi (Bangkom). Bangkom ini adalah pelatihan yang dilakukan dalam rangka pengayaan pengetahuan PPPK sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah. Pesertanya tentu adalah PPPK yang baru diangkat sebagai PPPK yang ditetapkan sebagai peserta dalam Orientasi.
Seperti apa Struktur Kurikulum dan Agenda Pembelajaran pada Orientasi PPPK? Terdapat 2 (dua) kurikulum yang akan diberikan, meliputi:
Kurikulum Pengenalan Fungsi dan Tugas ASN.
Agenda Sikap Perilaku Bela Negara (Agenda 1).
Agenda Nilai-Nilai Dasar ASN (Agenda 2).
Agenda Kedudukan dan Peran PPPK untuk mendukung terwujudnya Smart Governance sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (Agenda 3).
Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah.
Pembelajaran ini membekali Peserta dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang nilai dan etika pada Instansi Pemerintah dalam mendukung pelaksanaan tugas jabatannya dalam mendukung visi dan misi organisasi.
Kemudian seperti apa struktur materi yang akan dipelajari? Terdapat 2 time line dalam proses mengikuti Orientasi PPPK.
Kurikulum Pengenalan Fungsi dan Tugas ASN. Pada kurikulum pertama ini, struktur materi Orientasi dilaksanakan selama 45 (empat puluh lima) JP yang dilaksanakan melalui pembelajaran mandiri melalui Massive Open Online Course (MOOC) LAN RI. Pembelajarannya ditampilkan dengan simple dan menarik. Silahkan Anda menikmati proses belajarnya nanti. Dimulai dari Overview Kebijakan Penyelenggaraan Orientasi, Pembelajaran Agenda 1 - 2 - 3, Penugasan Membuat Jurnal/Ringkasan Mata Pelatihan, hingga evaluasi akademik. Pembelajaran akan ditempuh selama 15 hari. Dimanakah Peserta mengikuti prosesnya? Jawabannya bertempat di tempat kedudukan peserta. Hal ini hanya dilakukan 1 (satu) kali selama menjabat sebagai PPPK. Persiapkan benar diri Anda, dan tentunya jaringan signal internet yang bagus ketika mengunduh (download) bahan dari sistem MOOC, mengunggah (upload) ringkasan mata pelatihan, dan saat evaluasi akademik. Evaluasi ini adalah kegiatan untuk menjawab soal yang sudah dipersiapkan oleh Lembaga Administrasi Negara pada MOOC. Bentuk soal adalah pilihan ganda pada level knowledge.
Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah. Pada kurikulum kedua ini, struktur materi Orientasi dilaksanakan minimal selama 16 (enam belas) JP yang dapat dilaksanakan melalui jalur klasikal dan/atau non-klasikal. Sesuai dengan kondisi dan kemampuan instansi. Lembaga Penyelenggara Pengembangan Kompetensi dapat menambahkan JP sesuai dengan kebutuhan Orientasi. Dimulai dari pembelajaran mengenai pengenalan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK), pengenalan jabatan, pengenalan manajemen kinerja organisasi, dan penerapan fungsi dan tugas ASN di tempat kerja. Pada bagian terakhir ini, adalah fokus pada pembelajaran mengenai core values ASN BerAKHLAK berupa sharing hasil pembelajaran BerAKHLAK saat MOOC, dan penerapan Nilai-Nilai BerAKHLAK dalam menjalankan fungsi dan tugas ASN. Secara umum akan ditempuh rata-rata 2 - 4 hari.
Yakinkan diri Anda untuk mengikuti dengan baik. Di mana Anda akan lulus evaluasi sikap perilaku selama MOOC (10%) dan evaluasi akademik (90%). Satu lagi, selama klasikal/non klasikal, Anda akan selalu hadir dan aktif dalam proses pembelajaran.
Akhirnya, kami ucapkan selamat untuk Anda. Banyak orang ingin menjadi pegawai ASN. Anda menjadi salah satu yang terpilih. Nikmati dengan penuh rasa syukur. Syukuri dengan layanan yang paripurna. Semoga menjadi keberkahan. Aamiin Ya Robbal Alamiin.
Penulis: Coach Rustam
Palangka Raya, 4 Januari 2024
Sarapan pisang goreng minumnya kopi.
Kopinya hangat, aroma menyebar.
Mari kawan kita buat SKP.
SKP tersusun, kebaikan tersebar.
Masa libur telah selesai. Penilaian SKP tahun 2023 oleh pimpinan juga akan segera rampung. Saatnya untuk mulai merenungkan, apa saja yang akan menjadi sasaran kinerja untuk tahun 2024.
Oya, sudah pada tahu kan? Bahwa pengisian SKP bukan lagi menggunakan form excel. Kita diminta mengisi langsung pada sistem e-Kinerja BKN: https://kinerja.bkn.go.id/. Pengerjaannya dilakukan secara mandiri. Apabila kesulitan, kita bisa mengisi secara bersama-sama melalui aktivitas knowledge sharing atau CoP (Community of Practices) .
Masih sama seperti tahun sebelumnya (2023). Pengisian SKP adalah dengan menggunakan dasar Perjanjian Kinerja (PK) Pimpinan sebagai atasan langsung yang berisi sasaran, indikator kinerja, target, dan satuan. Hal ini berlaku bagi Anda dengan jabatan Administrasi dan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT). Apabila Anda adalah pejabat Pelaksana, tentunya merujuk pada PK Kepala Bidang/Jabatan Administrasi.
Seperti apakah PK Kepala Bidang/Jabatan Administrasi? Jawabannya, Anda bisa melihat pada bagian utama atau Rencana Hasil Kerja (RHK) Pimpinan yang Diintervensi. RHK berisi Sasaran dan Indikator Kinerja Atasan Langsung Anda atau Kepala Bidang.
RHK Pimpinan yang Diintervensi (pada bagian utama) sifatnya given (mengikuti apa yang tertulis dari Pimpinan/Atasan Langsung). Berbeda untuk bagian tambahan. Bagian ini menyesuaikan dengan perkembangan dan permintaan keterlibatan Anda pada sebuah tim.
Selanjutnya, setelah Anda mengisi Rencana Hasil Kerja (RHK) Pimpinan yang Diintervensi, maka perenungan berikutnya adalah mengisi Rencana Hasil Kerja. Mohon diingat ya. Ada 2 (dua) kalimat yang mirip, 1) Rencana Hasil Kerja (RHK) Pimpinan yang Diintervensi, dan 2) Rencana Hasil Kerja.
Setelah RKH terisi, dilanjutkan dengan mengisi aspek dan indikator kinerja individu hingga target tahunan. Baiklah, penulis cukupkan tutorialnya ya. Karena penulis yakin, Anda pasti sudah bisa mengisi sistem e-kinerja BKN.
Apa hal terpenting dalam penyusunan SKP ini?
Penyusunan sifatnya cascading. Mirip dengan Top Down, tetapi bukan. Cascading (penjabaran) kinerja merupakan proses penjabaran dan penyelarasan kinerja dan target kinerja secara vertikal dari level unit/pegawai yang lebih tinggi ke level unit/pegawai yang lebih rendah.
Setelah pimpinan tertinggi organisasi selesai menyusun/membuat SKP Organisasi, maka Anda dapat segera membuat SKP tahun berjalan atau 2024 ini.
Setelah selesai menyusun SKP, lakukanlah dialog kinerja bersama dengan atasan langsung Anda. Diskusikan dari hati ke hati upaya untuk mendukung PK Beliau. Sampaikan sumberdaya yang dibutuhkan. Hasil dari dialog kinerja inilah, akan menjadi bahan pengetahuan yang komplit bagi pimpinan untuk mengetahui kemana arah dari PK Pribadi Anda kepada Organisasi.
PK Pimpinan adalah PK yang tertuang dalam Renstra SKPD dan menjadi bagian dari Janji Perangkat Daerah (IKU = Indikator Kinerja Utama) dalam RPJMD untuk mendukung Visi dan Misi Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota). Hal ini apabila berbicara mengenai lingkup Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota. Konteksnya sama saja apabila berbicara Pemerintah Pusat. Dasarnya adalah Visi dan Misi Kepala Negara yang tertuang dalam RPJMN dan Renstra Kementerian dan Lembaga.
Apa makna dari semua ini? Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dibuat atau disusun untuk mendukung Visi dan Misi Kepala Negara/Daerah. Sehingga Pimpinan (Kepala Negara/Kepala Daerah) dapat memenuhi janji politiknya kepada masyarakat di daerahnya. Melalui dukungan dari para pembantunya yaitu ASN di lingkup pemerintahan. Sungguh ini adalah tugas yang mulia. Karena janji politik yang terdapat dalam visi dan misi, apabila kita renungkan dan simak, semuanya berisi janji kebaikan. Janji yang disampaikan untuk kemaslahatan warga bangsa. Untuk itu, yuk kita renungkan apa yang ingin kita susun/buat dalam rangka mendukung suksesnya janji kebaikan tersebut?
Penulis: Coach Rustam
Palangka Raya, 2 Januari 2024
Tulisan ini diperuntukkan bagi kaum rebahan, dan semoga bermanfaat buat Anda yang sudah penuh semangat untuk menjalani aktivitas di tahun 2024 masehi ini.
Anda tentu masih ingat dengan rumusan fisika buah pikiran seorang fisikawan bernama Sir Isaac Newton pada abad ke-17 atau pada tahun 1687. Isaac Newton merumuskan hukum geraknya, terutama Hukum-Hukum Newton, dalam karyanya yang terkenal berjudul "Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica" atau lebih dikenal sebagai "Principia".
Pada Hukum Newton Pertama (Hukum Inersia), menyatakan bahwa suatu benda akan tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan selama gaya yang bekerja padanya neto (hasil jumlah) nol. Dengan kata lain, benda akan tetap dalam keadaan istirahat atau gerak konstan kecuali ada gaya eksternal yang bekerja.
Wah, cukup rumit untuk dipahami tampaknya. Coba kita sederhanakan ya.
Hukum Newton Pertama, atau Hukum Inersia, pada awalnya memang lebih terkait dengan prinsip fisika dan gerak benda daripada motivasi manusia. Namun, kita akan mencoba mengaitkan konsep tersebut dengan motivasi dalam bergerak.
Isaac Newton menjelaskan benda akan tetap dalam keadaan istirahat atau gerak konstan kecuali ada gaya eksternal yang bekerja. Hal ini memberikan makna yang inspiratif buat kita. Bahwa, jika kita terus bergerak, maka kemalasan akan menjauhi kita. Namun, jika kita diam dan terus diam, tidak mencoba bergerak, maka kita akan menjadi pribadi yang malas atau tidak produktif.
Hal ini tentu memberikan penegasan buat kita bahwa motivasi tidaklah cukup. Jika kita hanya termotivasi saja, tetapi tidak bergerak, maka tidak akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Sebaliknya, jika kita coba mulai bergerak, dari yang ringan-ringan dulu, dan seterusnya, maka ritme gerak kita tidak akan terhentikan, sampai ada pengaruh yang menghentikannya. Misalkan mungkin kita ingin rehat sejenak, mengambil nafas dan energi, kemudian melaju kembali.
Anda pilih yang mana? Bergerak dulu atau Motivasi dulu. Silahkan Anda yang memilih. Namun, jika Anda mendapatkan rasa malas mendera. Penulis sarankan buat diri sendiri dan sahabat pembaca, kita harus mulai dengan bergerak dulu. Yup, benar . . . bergerak saja dulu. Kerjakan yang ringan-ringan dulu. InSyaaALLAH akan datang semangat/motivasi untuk terus melanjutkan gerak tersebut, sampai tiba saatnya Anda perlu rehat sejenak.
Kondisi ini dapat kita rasakan saat mengayuh pedal sepeda. Pada 15 menit pertama masih akan terasa berat. Namun, tetaplah mengayuh hingga 30 menit kemudian. Disana, Anda akan merasakan keasyikan dalam bersepeda. Anda akan semakin termotivasi untuk melanjutkan gowes. Sehingga akhirnya Anda akan sampai pada tujuan dari gerak yang Anda niatkan.
Sahabat pembaca yang luar biasa, yuk kita renungkan kembali bahwa kehidupan ini terus berputar. Bumi dan planet terus beredar pada orbitnya ketika mengitari matahari. Siang dan malam terus terjadi sebagai izin dari yang Maha Kuasa, yakni ALLAH Subhanallahu Wata'ala.
Semoga kita terus menjaga semangat untuk bergerak. Namun, jika malas menghadang dan menjadi rintangan, maka cobalah mulai dengan bergerak, walaupun Anda dalam tantangan rasa malas itu.
Ingatlah dengan Ayat ini, surah Al-Insyirah. Surat ke-94 dalam Al-Qur'an:
Ayat 1-3:
"Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)? Dan Kami telah mengangkat darimu beban (yang memberatkanmu), yang memberatkan punggungmu (Muhammad)? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu."
Ayat 4-6:
"Sebab sesungguhnya setiap kesusahan disertai kemudahan. Sesungguhnya setiap kesusahan disertai kemudahan."
Surat Al-Insyirah mengandung pesan-pesan positif dan penguatan semangat. Ayat-ayat tersebut menyampaikan bahwa setiap kesulitan akan diikuti oleh kemudahan, dan setiap beban akan diangkat.
Penulis: Coach Rustam
Palangka Raya, 31 Desember 2023
Dipenghujung tahun 2023 masehi, izinkan saya untuk berbagi kebahagiaan ini. Rasa syukur telah mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan Pak Hironymus Ghodang, sehingga bisa menyajikan website pribadi, yang kini tampil di hadapan sahabat semua.
Berawal dari diskusi Ibu Koordinator Widyaiswara (kami panggil dengan sebutan Ibu Ani) bersama dengan Pak Coach (Panggilan saya untuk Pak Hironymus Ghodang), atas inisiatif dari Ibu Kepala BPSDM, bagaimana kalau dibuka kelas khusus pembelajaran digital bagi pegawai BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah.
Diskusi ringan dimulai dalam lingkup kecil WI (Widyaiswara), yang kemudian ditindaklanjuti dengan instruksi Kepala BPSDM untuk menugaskan semua pegawai di Lingkungan BPSDM. Alhasil, upaya positif ini terlaksana. Kami mulai belajar pada tanggal 30 November, dilanjutkan 01 Desember, dan unjuk karya pada 20 Desember. Pada awalnya direncanakan unjuk karya pada tanggal 19 Desember. Namun, karena overlap dengan jadwal pembelajaran penyusunan SKP bersama BKN Regional VIII Banjarbaru, maka kemudian pelaksanaan unjuk karya diundur ke tanggal 20 Desember 2023.
Rasanya tentu bahagia sekali. Sudah lama saya memimpikan bisa membuat website. Pada saat itu, bayangan saya sulit sekali, domain berbayar, dan harus memahami bahasa algoritma komputer yang mungkin harus serius dipelajari dalam waktu lama. semua kegundahan tersebut dijawab oleh Pak Coach dengan menunjukkan dan mempraktekkan cara membuat website dengan mudah, tanpa harus menyediakan server, atau membayar biaya langganan lainnya. Pak Coach memperkenalkan kami dengan sebuah aplikasi yang bernama Google Site.
Apakah Anda tertarik untuk bisa membuat website sendiri dengan mudah?
Silahkan memberi komentar pada salah satu judul tulisan di atas 😀