Hadits adalah perkataan, perbuatan, pengakuan, persetujuan diam-diam, atau sifat Nabi Muhammad SAW yang dijadikan sumber hukum Islam. Hadits merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'an.
Kata "hadis" berasal dari bahasa Arab al-hadits yang berarti "baru" dan "kabar" atau "berita". Hadits memiliki fungsi sebagai penjelas Al-Qur'an, yaitu:
Bayan al-taqrir: Hadits yang muncul sesuai dengan nash Al-Qur'an.
Bayan al-tafsir: Hadits yang memberikan perincian dan penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Qur'an.
Bayan al-tasyri: Hadits yang menetapkan dan memperkuat apa yang telah diterangkan Al-Qur'an.Â
Dikutip dari buku Memahami Ilmu Hadits oleh Asep Herdi, secara etimologis hadits dimaknai sebagai jadid, qarib, dan khabar. Jadid adalah lawan dari qadim yang artinya yang baru. Sedangkan qarib artinya yang dekat, yang belum lama terjadi.
Sementara itu, khabar artinya warta yaitu sesuatu yang dipercakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada yang lainnya.
Secara terminologis, hadits dimaknai sebagai ucapan dan segala perbuatan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Sedangkan secara bahasa, hadits berarti perkataan, percakapan, berbicara.