Sejarah Singkat dan Cerita Mengenai Rumah Datuk Pesisir & Lingkungan Sekitar
Nama asli datuk pesisir ini adalah Muhammad zen dan istrinya Bernama ncik buntat. Rumah ini memiliki banyak sekali peniganan peninggalan sejarah, seperti tombak, baju adat kerajaan, foto-foto keluarga besar datuk pesisir dan alat penggulung benang tradisional. Rumah ini berdiri pada masa sultan siak yang ke 11 yaitu sultan syarif Hasyim. Rumah ini terletak dipesisir desa kampung tengah, kecamatan mempura, kabupaten siak, provinsi riau, Indonesia, dimana rumah ini bersebelahan atau bertepatan dengan skywalk atau jembatan kaca.
Dahulunya disekitaran rumah datuk pesisir ini belum ada turap atau batas dinding tanah pinggir sungai yang berguna untuk mencegah abrasinya tanah yang ada sekitarnya.
Dan juga disekitaran rumah datuk pesisir ini ada makam keluarga datuk pesisir dan juga makam datuk pesisir. Datuk pesisir ini dia adalah seorang dewan Menteri atau penasehat kerajaan siak pada masa sultan yang ke 11
Rumah datuk pesisir ini terbuat dari kayu, dimana kayu ini sangatlah tebal dan kuat walaupun sudah berapa puluhan tahun masih tetap kokoh.
Alat transportasi dari rumahnya ke istana kerajaan siak itu menggunakan perahu, karna untuk pergi kesana harus melawati jalur sungai, dimana sungai tersebut Bernama sungai jantan atau biasa masyarakat siak menyebutnya sungai siak.
Rumah ini memiliki banyak sekali peniganan peninggalan sejarah, seperti tombak, baju adat kerajaan, foto-foto keluarga besar datuk pesisir dan alat penggulung benang tradisional. Rumah ini berdiri pada masa sultan siak yang ke 11 yaitu sultan syarif Hasyim. Rumah ini terletak dipesisir desa kampung tengah, kecamatan mempura, kabupaten siak, provinsi riau, Indonesia, dimana rumah ini bersebelahan atau bertepatan dengan skywalk atau jembatan kaca.
Dahulunya disekitaran rumah datuk pesisir ini belum ada turap atau batas dinding tanah pinggir sungai yang berguna untuk mencegah abrasinya tanah yang ada sekitarnya.
Dan juga disekitaran rumah datuk pesisir ini ada makam keluarga datuk pesisir dan juga makam datuk pesisir.
Datuk pesisir ini dia adalah seorang dewan Menteri atau penasehat kerajaan siak pada masa sultan yang ke 11
Rumah datuk pesisir ini terbuat dari kayu, dimana kayu ini sangatlah tebal dan kuat walaupun sudah berapa puluhan tahun masih tetap kokoh.
Alat transportasi dari rumahnya ke istana kerajaan siak itu menggunakan perahu, karna untuk pergi kesana harus melawati jalur sungai, dimana sungai tersebut Bernama sungai jantan atau biasa masyarakat siak menyebutnya sungai siak.
Rumah ini di perkirakan berdiri pada tahun 1800 an, kenapa tidak dapat di pastikan kapan rumah ini berdiri karena pihak keluarga belum bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut
Datuk pesisir ini memiliki kerabat dekat dan rumah datuk pesisir ini dekat dengan rumah kerabat datuk pesisir ini yang dimana Namanya itu adalah datuk limapuluh, dimana datuk limapuluh ini adalah ketua atau pimpinan dari semua para datuk. Rumah datuk limapuluh ini dahulunya terletak di pesisir ujung desa kampung tengah dimana rumah datuk limapuluh ini berbatasan dengan tangsi belanda dan berbatasan dengan desa sebelah yaitu desa benteng hulu.
Datuk yang ada disiak ini yang diketahui terdiri dari 4 datuk, yakni datuk limapuluh, datuk pesisir, datuk Kampar, datuk tanah datar. Dari semua datuk ini Cuma datuk limapuluh yang sedikit dekat jarrah rumahnya dengan datuk pesisir.
Akan tetapi rumah datuk pesisir ini ada jejak perang belanda pada saat peperangan, yaitu bekas tembakan senapan angin dari pasukan perang belanda pada masa itu. Dimana bekasnya itu terletak di jendela depan sebelah kiri rumah datuk pesisir. Bekas peluru tersebut itu lumayan besar, alhamdulillah pada saat itu tidak ada seorang pun dari pihak keluarga datuk pesisir ini atau datuk pesisir ini terkena peluru senapan angin dari pasukan belanda tersebut, akan tetapi sangking laju dan kerasnya peluru tersebut peluru tersebut tembus mengenai pintu samping dari rumah datuk pesisir ini.
Nah di desa kampung tengah ini tidak hanya rumah datuk pesisir aja yang menjadi pusat sejarah pada masa kerajaan siak dahulu, tetapi ada banyak kejadian, tragedi, dan benda-benda pusaka pada yang masih tersimpan di desa kampung tengah ini. Desa kampung tengah ini adalah desa tertua dan desa ini sudah ada pasa masa kerajaan siak dan sultan siak yang pertama.
Warga desa kampung tengah mayoritasnya itu ada hubungan keluarga terhadap para datuk dan pada kerajaan siak, dimana masyarakat disini menjunjung tinggi adat istiadat, adab sopan santun, dan agama islamnya dimana des aini mayoritasnya beragama islam dan suku melayu asli siak.
Yang menakjubkan walaupun desanya kecil dari pada desa lainnya yang ada di kabupaten siak, terutama kecamatan mempura des aini memiliki nilai-nilai agama, adat istiadat, etika, tata kerama, adab, sopan santun, dan akhlak yang mulia yang cukup luarbiasa. Dan di desa ini juga memiliki aroma mistis yang sangat kental, jadi kalo mau ke desa ini harus sopan santun dan paling utama yaitu adab dan etika. Karna jika sudah melanggar itu semua maka selepas mau pulang dari desa ini kalian akan merasakan hal-hal di luar nalar kalian sendiri.
Nah membahas sejarah rumah datuk pesisir saja, disini ada wisata yang membuat bulu kuduk kita merinding, dimana wisata ini adalah makam datuk yang Bernama datuk sesido.
Makam ini bukan sembarang makam, dimana makam ini terletak di dalam pohon dengan akar yang membentuk seperti rumah, datuk sesido ini adalah datuk yang bertugas di kerajaan siak dahulunya. Di tempat ini ada beberapa orang menjadikan tempat persugihan, dimana persugihan itu di larang keras di desa kampung tengah ini karena sudah melanggar adat istiadat dan agama islam. Dan di sekitaran makam tersebut ada juga makam keluarga dari datuk sesido itu sendiri.
Dan juga ada juga wisata lain selain sejarah saja loh ada wisata yang menarik dari nih, mau tau apa wisata tersebut apa ???
Nah wisata itu sendiri adalah SKYWALK atau jembatan kaca.
Dimana wisata ini wisata terbaru yang ada di siak dan wisata yang tidak ada di Indonesia, selain dari luar negeri.
Wisata ini baru dibikin pada tahun 2022 lalu dimana jembatan ini Panjang nya di perkirakan sekitar 3 km yang menghubungan antara rumah datuk pesisir ini ke tangsi belanda, walaupun wisata ini baru seperempat sudah jadi, tetapi selanjutnya masih dalam tahao pengerjaan, yang sudah jadi itu baru sampai dari rumah datuk pesisir ke masjid annur kampung tengah, dimana proses pengerjaan selanjutnya tahap kedua itu dari masjid annur kampung tengah ke jembatan coc atau perbatasan desa kampung tengah dengan desa benteng hulu.
Pintu masuk SKYWALK ini itu bisa dari rumah datuk pesisir maupun dari masjid annur kampung tengah, dimana jembatan ini berhadapan dengan istana siak dan taman singapur atau taman sri bijuangsa. Kapasitas dari jembatan ini maxsimal 50 orang jika melebihi harus menunggu yang lainnya turun dari jembatan tersebut kerena di takutkan jika melebiki maxsimum kaca tersebut bisa pecah dan rusak.
Nah jika mau masuk ke jembatan kaca atau SKYWALK ini kalian bisa membeli tiketnya di rumah datuk pesisir, dimana harga tiket itu sendiri berkisar 5 sampai 15 perorang. SKYWALK ini dihiasi dengan lampu-lampu yang belum pernah ada diindonesia dan lampu ini akan hidup pada saat malam hari, jemban kaca ini akan indah dan cantik pada saat malam hari karena ada lampu-lampu yang menakjubkan yang bisa kalian lihat.
Jembatan kaca ini buka dari jam 8 pagi sampai jam 11 malam, setiap hari kecuali hari raya idul fitri dan hari raya idul adha.
Oke sekian dari saya jika ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan dihati saya mohon maaf sebesar-besarnya. Selamat berkunjung kedesa kampung tengah dan selamat menikmati wisata yang ada dkabupaten siak terumata di desa kampung tengah ini, terima kasih
Ayo ke wisata siak yang satu ini yaitu Rumah Datuk Pesisir wak, Banyak sekali loh peninggalan dari datuk pesisir ini dan sejarah nya bagaimana....
Jangan sampai kelewatan ya wak.....