Banyak orang memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas untuk mendapatkan gelar. Namun, apakah memiliki gelar saja sudah cukup?
Gelar memang menjadi salah satu tujuan utama. Di era modern ini, khususnya dengan akses pendidikan yang semakin mudah, memiliki gelar saja belum tentu menjamin kesuksesan. Massa kampus perlu untuk mengembangkan keterampilan. Karena pada faktanya, pengembangan keterampilan juga penting untuk dimiliki.
Inilah saatnya massa kampus menyadari bahwa pengembangan keterampilan juga sangat penting! Selain gelar, keterampilan yang relevan dan pengalaman praktis adalah kunci untuk membuka peluang di masa depan. Jadi, sudahkah kamu mulai mengasah keterampilanmu?
Tahukah kamu? Proses pengembangan diri yang baik selama kuliah tidak hanya akan membuat kepercayaan diri massa kampus meningkat, tetapi juga menjadi bekal berharga di dunia profesional. Melalui berbagai tantangan akademik dan sosial, massa kampus akan belajar mengenali potensi sekaligus kelemahan diri.
Masa kuliah adalah fase penting dalam kehidupan. Nantinya, massa kampus tidak hanya berkutat dengan akademik, tetapi juga perlu membentuk karakter, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah lulus. Pada praktiknya, pengembangan keterampilan, baik akademik maupun non akademik, sama-sama penting untuk dunia profesional.
Masa kuliah adalah waktu yang sempurna untuk mengeksplorasi minat dan potensi. Terlibat dalam organisasi, mengikuti kegiatan kampus, atau mencoba hal-hal baru adalah cara terbaik untuk menemukan apa yang benar-benar kamu sukai dan apa yang ingin digeluti setelah lulus. Jangan ragu untuk mencoba hal baru, siapa tahu passion-mu ada di sana!
Selain itu, keterampilan manajemen stres dan emosi yang kamu asah selama masa kuliah juga akan sangat membantu menghadapi tekanan dalam dunia kerja nantinya. Nantinya, massa kampus akan menambah kemampuan massa kampus untuk tetap tenang di bawah tekanan adalah salah satu kunci sukses di dunia profesional!
Gelar memang menjadi salah satu tujuan utama, tetapi jika massa kampus menyadari di era modern ini, khususnya dengan akses pendidikan yang semakin mudah, memiliki gelar saja belum tentu menjamin kesuksesan. Ternyata, pengembangan keterampilan juga penting bagi setiap massa kampus.
Proses pengembangan diri selama kuliah tak hanya meningkatkan kepercayaan diri, tetapi juga membuka jalan untuk memperluas networking. Massa kampus bisa membangun koneksi dengan teman, dosen, dan profesional. Hubungan baik ini dapat membuka peluang karir di masa depan. Selain itu, keterampilan manajemen stres dan emosi yang diasah selama kuliah juga penting untuk menghadapi tekanan di dunia profesional nantinya.
Perjalanan pengembangan diri yang dilakukan oleh mahasiswa juga dapat membukakan jalan untuk perluasan koneksi atau networking. Jaringan atau networking adalah salah satu elemen penting dalam pengembangan karir. Selama kuliah, mahasiswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan banyak orang, baik teman sekelas, dosen, maupun profesional di bidang tertentu. Membangun hubungan yang baik selama masa kuliah bisa membuka pintu peluang karir di masa depan.
Kehidupan kuliah tidak hanya terbatas pada kegiatan akademik, tetapi juga menawarkan peluang untuk mengembangkan diri melalui wadah seperti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). UKM merupakan sarana yang dirancang untuk mengasah minat, bakat, dan kemampuan massa kampus di berbagai bidang, mulai dari seni, olahraga, hingga teknologi dan kewirausahaan.
Bergabung dengan UKM memungkinkan massa kampus mengeksplorasi minat secara lebih mendalam, sekaligus membangun jaringan dengan teman-teman yang memiliki minat serupa. Selain itu, UKM memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kepemimpinan melalui aktivitas organisasi.
Melalui partisipasi aktif dalam UKM, massa kampus tidak hanya fokus pada perkembangan akademik, tetapi juga aspek-aspek personal yang dapat mendukung karier di masa depan. Pengalaman langsung dalam mengelola kegiatan, menghadapi tantangan, dan bekerja dalam tim merupakan keterampilan berharga yang sangat diperlukan di dunia kerja.
Oleh karena itu, bergabung dengan UKM tidak hanya membantu massa kampus dalam meningkatkan prestasi non-akademik, tetapi juga memberikan kesempatan untuk lebih memahami minat, menumbuhkan kepercayaan diri, dan mengembangkan kemampuan manajerial yang akan berguna di kehidupan setelah lulus.
Sebelum bergabung dengan UKM, massa kampus akan melewati proses kaderisasi. Kaderisasi bertujuan memberikan pendidikan dasar terkait bidang yang menjadi fokus UKM tersebut. Selama proses ini, massa kampus akan diperkenalkan dengan keterampilan khusus dan budaya organisasi yang ada di UKM. Ini menjadi bekal penting agar anggota baru bisa berpartisipasi aktif di dalamnya. Banyak pengalaman berharga bisa diperoleh, mulai dari belajar bekerja dalam tim, mengelola waktu, hingga menjalin relasi dengan anggota lain dalam lingkungan yang mendukung pengembangan diri.
Kaderisasi juga bertujuan membentuk karakter massa kampus yang disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas. Hal ini penting untuk keberlanjutan organisasi serta pengembangan pribadi. Dalam prosesnya, massa kampus akan dilatih hard skill dan soft skill yang berkaitan dengan bidang UKM, seperti keterampilan teknis, komunikasi, kerja sama tim, dan manajemen waktu. Tak hanya itu, mereka juga diperkenalkan pada struktur organisasi, budaya, serta nilai-nilai yang dianut UKM, sehingga memahami peran dan tanggung jawab masing-masing.
Biasanya, kaderisasi diakhiri dengan simulasi proyek yang meniru kegiatan nyata di UKM, sehingga kader dapat menerapkan keterampilan yang telah dipelajari. Proses ini memperkaya pengalaman dan mempersiapkan mereka untuk berkontribusi penuh sebagai anggota UKM. UKM yang ada di ITB dapat diakses dengan tautan ini atau di sini.
Salah satu pengalaman keikutsertaan UKM berasal dari Ferdin dari Unit Robotika ITB Divisi Elektrik Tim Kompetisi Robot Bawah Air. Ia ikut serta dalam UKM ini karena berharap bisa belajar tentang elektrikal robotik dan mengimplementasikannya dalam kuliah programming. Ia juga berharap bisa terlibat dalam pembuatan robot-robot yang bisa dilombakan. Setelah terjun langsung, Ferdin mengaku harapannya terpenuhi dan berharap bisa memperkaya relasi dengan berbagai perusahaan yang bisa mendukungnya dalam program magang atau lomba. Salah satu proyek yang telah dikerjakannya yakni Kapal Remote Control. Melalui proyek ini, ia banyak belajar mengenai berbagai komponen listrik. Ia juga dapat melakukan sharing ilmu, belajar programming, mengoperasikan peralatan listrik, mendesain robot, hingga bertemu tokoh-tokoh hebat.
Kehidupan kampus menawarkan banyak peluang untuk pengembangan diri, baik melalui akademik maupun aktivitas lain seperti UKM. Dengan mengeksplorasi minat, mengasah keterampilan, dan membangun jaringan, massa kampus bisa mempersiapkan diri untuk masa depan. Jadi, jangan hanya fokus pada kuliah, manfaatkan setiap kesempatan untuk tumbuh dan berkembang!
Pernahkah kamu mendengar tentang kepanitiaan terpusat di kampus? Jika belum, yuk, kita kenali lebih dalam. Massa kampus pasti akan sering mendengar tentang “Open recruitment kepanitiaan pusat”. Lantas apa itu kepanitiaan terpusat?
Kepanitiaan terpusat adalah sebuah wadah kepanitiaan yang dibentuk dan dikoordinasi oleh badan induk mahasiswa yaitu KM ITB (Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung). KM ITB bertanggung jawab mengadakan acara atau program yang berskala besar dan mencakup seluruh mahasiswa di kampus. Kepanitiaan ini sering kali melibatkan kolaborasi lintas himpunan, unit kegiatan mahasiswa (UKM), dan berbagai fakultas di ITB.
Perbedaan Kepanitiaan Pusat dengan Kepanitiaan Lain: Apa Bedanya?
Kepanitiaan merupakan aspek penting dalam kehidupan mahasiswa. Namun, tahukah kamu bahwa terdapat perbedaan mendasar antara kepanitiaan pusat dan kepanitiaan lainnya? Mari kita bahas perbedaan ini dengan cara yang mudah dipahami.
Skala Kegiatan: Kepanitiaan pusat biasanya menangani acara berskala besar yang melibatkan seluruh mahasiswa ITB. Acara-acara ini mencakup berbagai himpunan dan unit, dengan dampak yang terasa di seluruh kampus, sedangkan kepanitiaan lain lebih fokus pada kegiatan di tingkat jurusan atau fakultas.
Koordinasi Terpusat: Di bawah naungan KM ITB, kepanitiaan pusat memiliki struktur organisasi yang lebih kompleks. Bukan hanya oleh fakultas atau jurusan, mereka diatur oleh badan eksekutif mahasiswa tingkat universitas. Ini artinya, ada lebih banyak elemen yang perlu dikoordinasikan dengan cermat.
Lintas Jurusan dan Fakultas: Salah satu hal seru dari kepanitiaan pusat adalah anggotanya berasal dari berbagai jurusan dan fakultas. Kolaborasi ini memungkinkan adanya perspektif dan ide-ide segar dari berbagai bidang keilmuan yang jarang ditemui di kepanitiaan tingkat jurusan. Nantinya kamu akan menemukan lebih banyak teman dan relasi baru.
Tujuan Besar Kegiatan kepanitiaan pusat biasanya memiliki misi yang lebih luas, seperti mempererat solidaritas antar mahasiswa, mengenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru, atau menggerakkan mahasiswa untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Dengan tujuan yang besar, dampaknya juga sering kali lebih signifikan!
Acara Seru di ITB: Kepanitiaan Pusat yang Tak Boleh Terlewatkan
Sekarang, massa kampus sudah mengenal sedikit lebih jauh, bukan? Lantas, apa saja kepanitiaan yang termasuk dalam kepanitiaan terpusat di ITB? Berikut ini beberapa acara yang menjadi sorotan:
1. OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa)
Massa kampus pasti tidak asing dengan salah satu acara yang diselenggarakan oleh ITB, yaitu OSKM. Acara orientasi terbesar yang diadakan setiap tahun untuk menyambut mahasiswa baru di ITB. Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan nilai-nilai KM ITB, budaya kampus, dan pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan mahasiswa.
Tentunya OSKM tidak bisa berjalan baik tanpa adanya panitia-panitia hebat di baliknya. OSKM adalah salah satu kepanitiaan terpusat. Nantinya massa kampus bisa memilih bergabung dalam berbagai macam divisi yang membuat massa kampus akan mengenal lebih banyak teman baru dan budaya di ITB.
Agnes Bernadette Quinn, salah satu mentor OSKM ITB 2024 dari Program Studi Oseanografi, berbagi pengalamannya: “OSKM ITB 2024 super mega gongggg!!!! Dimulai dari persiapannya, alias sekolah panitia. Cukup banyak perubahan yang saya dapat setelah ikut sekolah kepanitiaan. Selain ilmu, saya juga bertemu dengan keluarga baru, teman-teman mentor, dan perangkat yang mempermanis hari-hari selama sekolah dan hari-H OSKM. Pokoknya, tidak bisa dilupakan deh, ini worth to try banget.”
2. Wisuda Oktober (Wisokto) dan Wisuda April (Wispril)
Wisuda dan Arak-arakan merupakan bagian dari tradisi mahasiswa ITB dalam menyambut wisudawan yang diadakan tiap periode wisuda. Acara ini melibatkan banyak elemen kampus termasuk himpunan-himpunan. Wisuda Oktober (Wisokto) dan Wisuda April ( wispril) merupakan salah satu kepanitiaan terpusat. Massa kampus bisa terlibat dalam kegiatan besar ini dan ikut di dalam kepanitiaannya.
Salima Fatimah Az-Zahra, salah satu panitia lapangan dari Program Studi Oseanografi, berbagi pengalamannya: “Bergabung dengan Panitia Lapangan Parade Wisuda Oktober 2023 adalah pengalaman paling berkesan. Selain mendapatkan keluarga baru yang suportif, saya juga belajar banyak hal, seperti memperluas pola pikir dan memposisikan diri. Bertemu orang-orang hebat di ITB dan mendapatkan ilmu di luar akademik menjadikan kepanitiaan ini tak terlupakan.”
3. AMI
Jika massa kampus tertarik untuk mengenalkan ITB kepada khalayak luar, khususnya siswa dan siswi SMA, ini adalah wadah yang tepat! AMI atau Aku Masuk ITB adalah acara yang diselenggarakan untuk mengenalkan ITB kepada masyarakat luas. Lebih dari itu, AMI juga terlibat langsung dalam mengenalkan pendidikan hingga ke pelosok-pelosok negeri. Bagi kamu yang ingin terlibat langsung, segera daftarkan dirimu saat kepanitiaan ini membuka pendaftaran!
4. TPB CUP
TPB cup merupakan kepanitian terpusat dari TPB untuk TPB. Untuk massa kampus yang tertarik dengan olahraga dan budaya supporter, kepanitiaan ini sangat cocok! TPB CUP adalah pertandingan olahraga antar fakultas yang diselenggarakan untuk mahasiswa TPB. Massa kampus dapat terlibat dalam berbagai bidang dan menikmati serunya pertandingan serta suporter antar fakultas.
Muhammad Yasin Ramadhan, Ketua TPB CUP 2024 dari Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika, berbagi ceritanya: “Panpus (Kepanitiaan Terpusat) itu lebih dari sekadar kepanitiaan. Ibaratnya, teman-teman datang sebagai cangkir kosong, nanti pulangnya bakal menjadi cangkir yang terisi penuh, yang bisa juga menuangkan ke cangkir-cangkir yang lain. Panpus won’t make you regret! Terlebih TPB CUP, dari TPB untuk TPB; CUP-nya itu adalah cangkir itu sendiri.”
Kepanitiaan terpusat di ITB bukan sekadar ajang kegiatan, melainkan juga peluang berharga untuk belajar, bertumbuh, dan membangun relasi. Dengan terlibat dalam acara seperti OSKM, TPB CUP, dan kepanitiaan pusat lainnya, kamu akan mendapatkan pengalaman tak terlupakan, ilmu baru, serta teman-teman dari berbagai jurusan yang akan memperkaya perjalanan akademikmu.
Jadi, tunggu apalagi? Siapkan dirimu untuk terlibat dalam kepanitiaan terpusat dan raih pengalaman yang akan membentuk dirimu menjadi pribadi yang lebih baik! Mari bergabung dan bersama-sama menciptakan kenangan berharga di kampus tercinta.
Sebagai seorang mahasiswa, berorganisasi tentunya menjadi bagian penting dalam pengembangan diri. Salah satu bentuk kegiatan berorganisasi dalam kehidupan kampus adalah berhimpun, yaitu dengan bergabung dalam himpunan mahasiswa.
Ngomong-ngomong apa, sih himpunan mahasiswa itu?
Himpunan mahasiswa adalah organisasi di tingkat jurusan atau program studi di suatu perguruan tinggi. Himpunan mahasiswa adalah media bagi anggotanya untuk mengembangkan pola pikir, potensi, dan kepribadian yang berkaitan dengan disiplin ilmunya agar siap terjun ke masyarakat.
Himpunan mahasiswa memiliki arti tersendiri di ruang lingkup ITB. Himpunan mahasiswa tingkat jurusan di ITB atau biasa disebut Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) merupakan salah satu badan kelengkapan dari Keluarga Mahasiswa ITB (KM ITB). Himpunan mahasiswa bersifat otonom dalam struktur KM ITB, tetapi tetap menjalin hubungan koordinasi dengan kabinet. Hal ini berarti HMJ memiliki kendali penuh atas program dan kegiatan yang berlangsung di tingkat jurusan.
Sebelum mahasiswa ITB berhimpun, mereka harus melalui proses kaderisasi. Kaderisasi ini dilakukan setelah mahasiswa menyelesaikan setahun Tahap Persiapan Bersama (TPB) dan ditetapkan sebagai mahasiswa jurusan tersebut. Kaderisasi ini bertujuan memperkenalkan jurusan yang dipilih secara mendalam sekaligus melakukan regenerasi anggota. Dalam proses kaderisasi akan dilakukan penurunan nilai-nilai budaya dan tradisi kepada mahasiswa baru. Kaderisasi juga dilakukan untuk membentuk mental dan melatih tanggung jawab.
Bagaimana, sih kehidupan berhimpun di ITB?
Salah satu pengalaman berhimpun didapatkan oleh Nashita Shahira Feryanto, mahasiswa Teknik Sipil 2022.
“Himpunan sebenarnya sebuah wadah yang menampung banyak hal penting. Menurutku, orang yang nggak berhimpun akan kehilangan kesempatan untuk merasakan hal-hal tersebut. Di himpunan, kita bukan cuma berkumpul, tapi juga ada rasa tanggung jawab satu sama lain. Kita saling menjaga dan mendukung, jadi kalau ada yang kesulitan, kita nggak dibiarkan sendiri. Selain itu, di himpunan, rasa kekeluargaan itu sangat terasa. Kampus jadi nggak melulu soal tugas dan akademik, tapi ada kebersamaan yang bikin hidup di kampus lebih berwarna dan bermakna. Selama berhimpun, rasanya seperti menemukan keluarga besar di kampus. Di himpunan, budaya-budaya yang unik mewarnai kehidupan di kampus. Di HMS tempat aku berhimpun sekarang, HMS menjadi wadah untukku membangun koneksi, menerapkan berpikir sistematis, serta menggali pengalaman baru melalui tanggung jawab di himpunan.”
Di ITB terdapat berbagai HMJ. HMJ di ITB memiliki ciri khas tersediri, salah satunya adalah HMS ITB (Himpunan Mahasiswa Sipil Institut Teknologi Bandung). HMS ITB merupakan sebuah organisasi yang menaungi mahasiswa jurusan Teknik Sipil. Organisasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan, pengetahuan, pengalaman berhimpun, serta jejaring relasi di bidang teknik sipil yang nantinya akan berguna untuk dunia profesional. HMS ITB didirikan pada tanggal 30 Mei 1954. Ciri khas identitasnya berupa jaket hijau dengan logo HMS ITB di dada kiri. Menariknya, Ir. Soekarno yang merupakan presiden pertama Indonesia sekaligus seorang insinyur pembaca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ialah lulusan dari Teknik Sipil ITB. HMS ITB memiliki berbagai budaya khas, misalnya barikade dan motto "Daripada Ragu, Lebih Baik Pulang". Barikade biasa dilakukan ketika perayaan wisuda. Budaya ini mengumpulkan segenap massa HMS ITB dengan beramai-ramai membentuk barikade melindungi massa wisudawan. Sementara itu, motto "Daripada Ragu, Lebih Baik Pulang" mengajarkan kita untuk selalu yakin akan keputusan yang diambil sehingga tidak ragu-ragu dalam bertindak.
Dengan memanfaatkan berbagai wadah pengembangan di HMJ, mahasiswa dapat mengembangkan minat dan potensi diri sehingga dapat mempersiapkan diri menuju dunia kerja atau profesional.
Asisten Dosen
Asisten dosen dan asisten praktikum juga merupakan pengembangan diri yang dapat kamu eksplorasi selama berkuliah. Keduanya memiliki peran penting dalam lingkungan akademik. Meskipun keduanya mendukung proses belajar mengajar, peran dan tanggung jawab mereka berbeda, lho.
Asisten dosen memiliki peran utama membantu dosen dalam berbagai kegiatan akademik, terutama dalam hal asistensi dan perkuliahan. Peran asisten dosen, antara lain:
Membantu dosen dalam menyiapkan materi kuliah, soal ujian, dan tugas.
Melakukan pengoreksian tugas atau ujian mahasiswa.
Kadang-kadang, asisten dosen juga memberi materi atau menggantikan dosen untuk mengajar ketika dosen tidak hadir.
Menjadi perantara antara mahasiswa dan dosen untuk menjawab pertanyaan atau memberikan klarifikasi.
Apabila kamu berminat menjadi asisten dosen, maka ada baiknya kamu mempersiapkannya dengan mendapatkan nilai yang baik di mata kuliah tersebut. Proses seleksi asisten dosen dapat berbeda-beda tergantung kebijakan dosen. Perekrutan dapat dilakukan dengan perekrutan terbuka yang menyeleksi berdasarkan nilai, mengajukan diri secara personal ke dosen yang bersangkutan, dan ada juga yang langsung ditunjuk oleh dosen terkait. Biasanya di berbagai prodi, dilakukan perekrutan terbuka yang hasilnya akan diumumkan setelah beberapa waktu.
Perlu diperhatikan juga syarat tingkatan mahasiswa yang menjadi asisten dosen. Di dalam program studi, biasanya persyaratannya hanyalah mahasiswa yang telah lulus mata kuliah tersebut. Namun di beberapa kasus, ada juga yang mensyaratkan mahasiswa S2 atau tingkatan tertentu sebagai asisten dosen.
Asisten Praktikum
Berbeda dengan asisten dosen, asisten praktikum membantu dosen dalam pelaksanaan sesi praktikum yang biasanya terkait dengan mata kuliah yang memiliki komponen praktis (misalnya laboratorium, praktik komputer, atau eksperimen). Asisten praktikum memiliki pembagian peran dan struktur yang lebih kompleks. Asisten praktikum dipimpin oleh koordinator asisten, dengan jabatan tertinggi biasanya berada di Kepala Laboratorium yang merupakan seorang dosen.
Salah satu bentuk pengembangan diri yang melibatkan kemampuan kasar (hardskill) adalah lomba. Lomba yang dilombakan di tingkat universitas tentunya juga berbeda dengan di SMA. Melalui lomba, seorang mahasiswa diajak untuk merasakan pengalaman berkompetisi dalam suasana yang sehat dan positif. Semangat kompetisi yang sehat adalah kunci untuk mendorong mahasiswa bekerja lebih keras, meningkatkan kualitas diri, dan mengejar prestasi yang lebih tinggi. Dalam ajang kompetisi, mahasiswa belajar tentang pentingnya usaha, ketekunan, dan sportivitas.
Lomba yang dapat diikuti juga bervariasi dan dapat bersifat umum maupun spesifik untuk program studi tertentu saja. Lomba tingkat universitas juga seringkali bersifat multidisiplin, sehingga menuntut mahasiswa untuk membentuk tim yang multi program studi. Berikut merupakan contoh bentuk lomba yang sering diikuti oleh mahasiswa:
Business Case
Modeling
Esai
Konsultan
National University Debating Championship (NUDC)
Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas)
Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON MIPA)
Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional (PILMAPRES)
Kompetisi Robot Indonesia (KRI)
Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI)
Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI)
Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE)
Kontes Kapal Cepat Tak Berawak (KKCTBN)
Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI)
GEMASTIK
Satria Data
Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK)
Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM)
Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW)
Program Inovasi Wirausaha Digital Mahasiswa (IWDM)
Model United Nations (MUN)
Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas)
Organisasi ekstra kampus adalah organisasi yang melibatkan mahasiswa lebih dari satu kampus. Organisasi ekstrakampus dengan lingkungan yang berbeda memiliki tujuan yang berbeda-beda pula. Biasanya, organisasi ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar mahasiswa dari kampus yang berbeda serta menciptakan kolaborasi dalam berbagai bidang, seperti akademik, sosial, budaya, olahraga, atau kegiatan lain yang bermanfaat bagi perkembangan mahasiswa. Ada juga jenis organisasi ekstrakampus yang bersifat nasional namun memiliki cabang-cabangnya pada tiap kampus, berikut merupakan contohnya:
Student Renewable Energy (SRE)
Student Catalyst
Forum menyediakan ruang bagi orang untuk berinteraksi, berbagi ide, dan menemukan solusi atau informasi mengenai topik tertentu. Forum tak melulu terbatas pada isu-isu diplomatik, tetapi dapat pula membahas kajian dari program studi tertentu. Forum yang dapat dihadiri mahasiswa biasanya terbuka untuk mahasiswa sarjana maupun mahasiswa pasca sarjana. Berikut merupakan contoh forum nasional maupun internasional:
ASEAN Youth Forum
European Youth Forum
Asian Young Geotechnical Engineers Conference
Annual ISGE Conference (PIT HATTI)
Tujuan utama dari pertukaran pelajar adalah memberikan pengalaman belajar yang berbeda di luar lingkungan pendidikan asal, meningkatkan kemampuan bahasa dan beradaptasi dalam budaya dan lingkungan yang berbeda.
Umumnya, seleksi program pertukaran pelajar sangat ketat. Sehingga, seringkali mahasiswa yang ingin mengikuti pertukaran pelajar dituntut untuk memiliki prestasi akademik/non-akademik, mampu dan fasih dalam berbahasa asing, mempelajari budaya negara yang dituju atau bahkan terkadang dituntut memiliki kemampuan secara finansial. Tidak semua program pertukaran pelajar bersifat fully-funded. Program pertukaran pelajar juga dapat berasal dari rekrutmen terbuka atau bahkan kerja sama antara Prodi dengan kampus yang bersangkutan. Periode program pertukaran pelajar juga dapat berbeda-beda, walaupun kebanyakan adalah 1 semester atau 6 bulan. Berikut merupakan contoh program pertukaran pelajar secara umum:
Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA)
Ship for Southeast Asian Youth Programme (SSEAYP)
Youth for Understanding (YFU)
Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study Program (YES)
AISEC Student Exchange
AFS Bina Antar Budaya
Makanya, ada banyak kan aktivitas yang bisa kamu eksplor selama di kampus? Yuk manfaatkan status mahasiswamu sebagai waktu untuk mencari jati diri dan menata karir!