Rumah Adat Capit Gunting merupakan bagian penting dari warisan budaya suku Sunda, namun ada sedikit kendala karena kurangnya catatan tertulis menjadikan kurangnya informasi yang spesifik terkait sejarah rumah adat Capit Gunting. Meskipun sejarahnya tidak terdokumentasi dengan jelas namun, rumah adat Capit Gunting tetap menjadi simbol kekayaan budaya Indonesia juga warisan budaya dari suku Sunda dan sampai saat ini. Masyarakat masih mengupayakan pelestarian tradisi membangun rumah adat capit gunting, hal tersebut menjadi bagian dari identitas dan simbol penting warisan budaya mereka.
Di kebudayaan Sunda, nama bentuk atap rumah adat Capit Gunting disebut sebagai suhunan. Dalam kebudayaan Sunda lama, Capit Gunting merupakan salah satu nama suhunan atau bentuk atap di masyarakat Sunda pada zaman dahulu. Atau dalam bahasa lainnya, istilah untuk nama susuhunan ini disebut Undagi. Undagi itu sendiri adalah tata arsitektur.
Capit Gunting tersusun dari dua kata, yaitu Capit dan Gunting. Dalam konteks dan arti dalam bahasa Sunda, Capit berarti asal mengambil dengan ujung barang yang sama-sama dijepitkan. Sedangkan gunting sendiri dalam basa Sunda juga berarti peralatan semacam pisau untuk memotong kain atau bisa dispesifikasikan sebagai pisau yang menyilang.
Rumah Adat Capit Gunting biasanya ditemukan di daerah Sunda. Capit Gunting merupakan salah satu dari banyaknya bentuk atap rumah adat yang disebut undagi dengan ciri khas arsitektur tradisional rumah adat Jawa Barat. Rumah adat Capit Gunting merupakan rumah adat paling tua dan kuno kalau dibandingkan dengan rumah adat sunda lainnya, serta di masa sekarang sulit untuk dikunjungi namun ada di beberapa daerah di Jawa Barat yang masih terdapat rumah Capit Gunting.
Rumah Adat Capit Gunting memiliki inamakan Capit Gunting karena ujung atap dari rumah tersebut membentuk capit pada gunting atau membentuk X. Capit mempunyai arti menjepit sesuatu, dan gunting adalah alat untuk memotong, bentuk tersebut terlihat seperti gunting yang sedang terbuka. Konsep rumah Adat Capit Gunting memiliki makna filosofis yang dalam seperti menyatukan antara alam dengan manusia, serta antara fungsi praktis dan keindahan estetis, juga tidak lupa menggambarkan suasana harmonis. Tata letak rumah adat Capit Gunting juga menyesuaikan kebiasaan masyarakat Sunda, seperti tempat untuk beristirahat, dan menyimpan hasil panen. Secara konstruksi yang digunakan untuk membuat rumah adat capit gunting meliputi kayu bambu dan daun kering sehingga membuat suasananya menjadi sejuk meskipun terkesan sederhana namun, terdapat nilai estetikanya.
Bentuk atap dari rumah adat capit gunting memiliki khas yang cukup menarik dan unik sehingga rumah adat capit gunting dapat mudah dikenal oleh banyak orang. Dengan demikian rumah adat Sunda dengan konsep "capit gunting" memperhatikan pentingnya penggunaan material alami yang ramah lingkungan dan menjaga kesetaraan antara fungsi praktis dan estetika. Ini mencerminkan filosofi kehidupan Sunda yang menghargai alam dan kearifan lokal.
Sumber:
https://www.gramedia.com/literasi/mengenal-rumah-adat-sunda/
https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Capit_Gunting