Search this site
Embedded Files
Rumah Baca Lulu Ilmanun
  • Home
  • Biografi
  • Tujuan Rumah Baca
  • Buku Bahasa
  • Buku Karya Ilmiah
  • Buku Fiksi
Rumah Baca Lulu Ilmanun
  • Home
  • Biografi
  • Tujuan Rumah Baca
  • Buku Bahasa
  • Buku Karya Ilmiah
  • Buku Fiksi
  • More
    • Home
    • Biografi
    • Tujuan Rumah Baca
    • Buku Bahasa
    • Buku Karya Ilmiah
    • Buku Fiksi

Tujuan Rumah Baca

Teknologi informasi  telah  berperan  penting  dalam melahirkan otomasi perpustakaan.  Hal ini dipicu oleh tuntutan pemakai perpustakaan terhadap kualitas  layanan perpustakaan.  Sebagai  contoh,  perkembangan  internet  dan  perkembangan sumber informasi baru yang  begitu cepat  sehingga menuntut perpustakaan untuk melakukan suatu  langkah perubahan,  baik dalam bentuk koleksi maupun dalam hal pola pelayanannya.

Pada  dasarnya,  rumah baca  digital  sama  saja  dengan  perpustakaan  biasa,  hanya  saja  memakai  prosedur  kerja  berbasis  komputer  dan  sumber daya  digital  (Widyawan,  2005). Rumah baca digital menawarkan  kemudahan  bagi  para  pengguna  untuk mengakses sumber-sumber elektronik  dengan  alat  yang  menyenangkan pada  waktu   dan kesempatan yang terbatas. Pengguna bisa menggunakan sumber-sumber informasi  tersebut tanpa harus terikat  kepada  jam  operasional  perpustakaan seperti jam kerja atau jam buka perpustakaan.

Rumah baca  digital  menawarkan  kemudahan  bagi  para  penggunanya  untuk    mengakses  sumber   informasi   elektronik    dengan    alat    yang menyenangkan  pada  waktu  dan  kesempatan  yang  terbatas. Pengguna  tidak lagi  terikat  secara  fisik  pada  jam  layanan  perpustakaan dimana pengguna harus hadir atau mengunjungi perpustakaan untuk mendapatkan  informasi. Disinilah perpustakaan digital sebagai alat  dapat  memfasilitasi  dan memecahkan persoalan keterbatasan akses tersebut.

Manfaat dan kelebihan rumah baca digital dibandingkan dengan perpustakaan konvensional antara lain adalah:

  1. Menghemat ruangan

Karena koleksi rumahbaca digital adalah dokumen-dokumen berbentuk digital, maka penyimpanannya akan sangat efisien. 

  1. Akses ganda (multiple access)

Kekurangan perpustakaan konvensional adalah akses terhadap koleksinya bersifat tunggal. Artinya apabila ada sebuah buku dipinjam oleh seorang anggota perpustakaan, maka anggota yang lain yang akan meminjam harus menunggu buku tersebut dikembalikan terlebih dahulu. Koleksi digital tidak demikian. Setiap pemakai dapat secara bersamaan menggunakan sebuah koleksi buku digital yang sama baik untuk dibaca maupun untuk diunduh atau dipindahkan ke komputer pribadinya (download)

  1. Tidak dibatasi oleh ruang dan waktu

Rumah baca digital dapat diakses dari mana saja dan kapan saja dengan catatan ada jaringan komputer (computer internet working). Sedangkan perpustakaan konvensional hanya bisa diakses jika orang tersebut datang ke perpustakaan pada saat perpustakaan membuka layanan. Jika perpustakaan tutup maka orang yang datang tidak dapat mengakses perpustakaan, sebaliknya walaupun perpustakaan sedang buka tetapi pemakai berhalangan datang ke perpustakaan maka pemakai tersebut tidak dapat mengakses perpustakaan.

Created by Lulu Ilmanun Copyright @ 2023
Google Sites
Report abuse
Page details
Page updated
Google Sites
Report abuse