Segudang aktivitas sehari-hari ibu, seringkali membuat ibu lupa akan potensi dirinya, lupa akan bakatnya, lupa bahwa dirinya butuh waktu, untuk sekedar membuatnya relaks dan tetap waras menjalani tumpukkan rutinitas.
Sehingga sering kali ibu seiring kali ibu, sang pendidik generasi masa depan ini, merasa,
1️⃣ Tidak bisa percaya diri dengan status keibuannya
2️⃣ Tidak bisa menjadi sosok idola dan teladan bagi putra putrinya
3️⃣ Tidak bisa memberikan manfaat untuk sekitar, baik berupa ilmu, maupun yang lainnya
Bagaimana seorang ibu, sang pendidik generasi masa depan ini, merasa tak percaya diri akan dirinya? Merasa bahwa ia bukanlah sosok idola dan panutan ananda yang bisa memberikan manfaat bagi sesama?
Ibu,
Engkau begitu istimewa
Alloh telah menginstallkan keunikkan yang nyata dalam raga
jadi harusnya engkau bangga dan bahagia
bahagia mengenali dirinya dan menggali potensinya
Ibu,
ibu bisa berkarya, berdaya dan memberi manfaat dengan apa yang ia suka dan bisa
dengan sebuah karya,
ibu bisa meninggalkan jejak manfaat kepada yang lainnya
bahwa dengan sebuah karya,
ibu bisa menjadi teladan bagi ananda
dan dengan sebuah karya,
ibu bisa menyampaikan pesan tanpa kata pada ananda
jika ibumu saja bisa nak,
maka engkau bisa membuat yang jauh lebih baik dari dia
semangat berkarya ibu
karena engkau istimewa
Credit to Nike_Rakhma
Sering kali ibu merasa suntuk dengan aktivitas sehari-hari. Merasa tak memiliki arti, dan hanya bisa iri dengan wanita disana yang terlihat tampil rapi dan modis dengan hak tinggi.
Ibu...
Sering kali ibu merasa tak berdaya, merasa tak punya sesuatu yang berharga untuk dibanggakan dan hanya menunggu suami gajian saja.
Ibu...
Profesi mulia yang sering kali dipandang sebelah mata, karena sering kali ibu pun merasa malu untuk mengatakan 'ya saya seorang ibu rumah tangga saja' dan saya tak bisa apa-apa selain antar jemput anak sekolah saja
Ibu...Oh ibu...
Marilah duduk sejenak, melepaskan segala kepenatan dari rutinitas yang tak berujung pangkal, menikmati secangkir teh atau kopi ditemani tahu isi
Lupakan sejenak timbangan yang semakin ke kanan, hanya membayangkan sepotong brownies coklat. Menjaga kewarasan ibu lebih bermanfaat, dibandingkan berat ideal tapi hati sekarat
Duduklah sejenak ibu, cobalah menghirup nafas dalam dan memejamkan mata sejenak.
Cobalah tuk menghadirkan kenangan kita belasan atau mungkin puluhan tahun yang lalu. Ketika tubuh mungil ini, dibalut seragam putih merah, dan dikuncir satu.
Wajah pulang sekolah yang lelah bermain, tapi tak lelah bermimpi. Bermimpi tentang ingin jadi apa nanti.
Mari ingat-ingat lagi, hal apa yang membuat mata kita berbinar untuk melakukannya berkali-kali. Lagi dan lagi...
Ibu...
Alloh tidak pernah salah menginstall segala program di dalam tubuh kita. Hal kecil yang tampaknya tak berarti dan dipandang sebelah mata, mungkin hal itulah yang bisa membuat kita bersinar dan bahagia.
Flash back masa kecil anda ibu, ingat-ingatlah hal apa yang membuat anda begitu bahagia melakukannya. Jangan hiraukan mereka yang selalu meremehkan dan menganggap apa yang membuat kita bahagiaan itu sia-sia.
'buat apa melukis, pelukis tak akan membuatmu kaya? Lebih baik kau belajar matematika saja'
'kau tak akan bisa menjahit, jarum tajamnya bisa melukai mu, lebih baik kau kembali ke bukumu dan kembali menghafal perkalian satu demi satu
Lalu perlahan kaupun melupakan mimpi mimpimu. Menjadi designer yang memiliki butiknya sendiri, pelukis degan sebuah galeri di pinggir kali atau seorang gardener dengan toko florist di tepi jalan, sambil bermain bersama si kecil mengenakan berbagai aneka tanaman.
Mimpi mimpi itu masih bisa kau raih ibu..
Usia tak pernah menghalangi orang tuk memulai. Usia tak pernah menghentikan orang tuk belajar dan mencoba.
Yuk bangkit tuk memulai ibu..
Mulailah dari apa yang ibu suka dan bisa. Ibu bisa menjadi seorang ibu yang bahagia dari rumah dengan banyak karya dari sudut ternyaman rumah saja.
Dengan karya ibu bisa berdaya
Dengan karya bisa menambah usia jariyah kita
Dengan karya, bisa sebagai bukti bahwa kita pernah ada
Selamat berkarya ibu
Berkaryalah untuk mengatasi solusi dari ibu untuk ibu
Dari ibu untuk dunia
Credit to Nike Rakhma
Hari ini, 93 tahun yang lalu
Para Pemuda Indonesia telah mengikrarkan diri, menyatukan negeri
Hari ini,
kami perempuan Indonesia, mengikrarkan diri,
bahwa kami perempuan yang mengenali diri kami,
kami perempuan yang berdaya dengan kemampuan kami
Dan kami perempuan yang berani beraksi yang akan memperjuangkan peran dan kontribusi kami untuk negeri ini
Apakah kamu mau jadi bagian dari kami?
Yuk ikuti aksi kami di kongres ibu pembaharu
28-30 Oktober 2021
#aksiuntuksolusi
#kongresibupembaharu
#bundasalihah
#hexagoncity
#institutibuprofesional