Konseling individu adalah suatu layanan yang dilaksanakan oleh konselor atau guru BK terhadap konseli atau siswa secara pribadi. Adapun tujuannya adalah untuk membantu siswa yang tengah mengalami kesulitan dan hambatan.
Melalui layanan konseling akan dibantu untuk mengidentifikasi masalahnya, mulai dari penyebabnya, alternatif penyelesaian masalah, dan pengambilan keputusan yang tepat. Guna mengungkap permasalahan tersebut guru BK akan menggunakan beberapa pendekatan, contohnya konseling realitas. Harapannya ketika mengalami masalah yang serupa konseli atau siswa mampu secara mandiri mengatasi masalahnya tersebut dan tentunya melalui keputusan yang sesuai.
Konseling kelompok merupakan proses pemberian bantuan oleh guru BK kepada siswa dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Adapun anggotanya bisa antara 4-12 orang, jumlah tersebut dimaksudkan untuk menghidupkan dinamika.
Dengan jumlah anggota kelompok di atas, sifatnya adalah homogen atau mengalami permasalahan yang sama dan serupa. Melalui konseling kelompok, anggota kelompok diharapkan untuk saling terbuka dan menjaga rahasia kelompok karena proses konseling bisa saja tak hanya satu kali. Jadi, tingkat pemahaman dan penerimaan diri terhadap segala tujuan konseling akan berkembang menuju arah yang lebih baik.
Untuk merumuskan tujuan tadi, konseling biasanya menggunakan beberapa pendekatan guna mengetahui inti permasalahan. Pendekatan seperti behaviorisme dan solution focused brief counseling sering digunakan oleh guru BK.
Contoh Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL)