A. Gambar Vektor pada Konsep Visual Grafis
Desain grafis menjadi sebuah tren yang sangat populer sebelum adanya jaringan internet di tengah masyarakat. Dari awal tahun 80-an, desain grafis mulai dilirik sebagai suatu strategi pemasaran yang dinilai lebih menarik dan dapat mendatangkan banyak keuntungan. Dengan desain visul yang menarik dan informatif, secara tidak langsung meyakinkan audiens untuk tertarik mencoba, membeli dan menggunakan sesuatu hal yang dipromosikan. Contoh media promosi yang didasari oleh desain grafis adalah poster.
Poster merupakan salah satu produk desain komunikasi visual yang bertujuan menyampaikan suatu informasi berupa promosi atau informasi dengan elemen visual yang menarik. Desain poster erat kaitannya dengan penggunaan gambar berbasis vektor. Hal ini karena gambar vektor memiliki fleksibilitas yang tinggi dan memudahkan desainer dalam mengeksplorasi style dalam desain. Berikut adalah tiga keuntungan penggunaan gambar berbasis vektor.
Perubahan skala gambar tanpa kehilangan kualitas
Proses revisi yang mudah
File yang ringan dan mudah dikelola
B. Jenis-jenis Format File Gambar Vektor
Scalable Vector Graphics (SVG)
SVG adalah format file vektor yang ramah terhadap website, file vektor menyimpan gambar melalui rumus matematika berdasarkan titik dan garis. SVG ditulis dalam kode Extensible Markup Language (XML) yang artinya mereka menyimpan informasi teks bukan suatu bentuk.
Stereolithography (STL)
STL adalah format file yang digunakan untuk merepresentasikan model tiga dimensi dalam dunia desain dan manufaktur. STL digunakan untuk merancang suatu produk atau bagian kemudian dicetak sebagai bentuk langkah pengujian sebelum produk tersebut benar-benar dibuat secara utuh. Untuk membuat desain dengan format STL, anda harus menggunakan perangkat lunak pengolah desain 3D seperti AutoCAD, Blender, SolidWorks, Fusion 360, TinkerCAD, Rhino, OpenSCAD dan FreeCAD.
Encapsulated PostScript (EPS)
EPS adalah format file vektor yang dikembangkan oleh Adobe Systems yang dirancang khusus untuk menyimpan dan mengombinasikan grafik vektor dengan gambar raster. EPS menggunakan format bahasa PostScript. PostScript adalah bahasa pemrograman yang berisi instruksi-instruksi untuk mencetak gambar atau teks dan EPS memanfaatkannya untuk menyimpan informasi vektor.
Format Adobe Illustrator (AI)
AI adalah jenis berkas Adobe yang bersifat sebagai properti utama untuk gambar vektor Adobe. Format AI memvisualisasikan gambar, logo dan ilustrasi dengan tingkat detail yang tinggi.
InDesign Document (INDD)
Format ini selalu digunakan oleh desainer grafis, jurnalis, pemasaran dan penerbit yang bekerja menggunakan produk adobe. Format INDD menggabungkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam penataan tata letak halaman, font informasi pemformatan, konten halaman, warna dan gaya.
Portable Document Format (PDF)
Secar umum, PDF bukanlah format berkas yang sepenuhnya berbasis vektor. PDF dapat mengandung berbagai jenis konten, termasuk teks, gambar raster dan gambar vektor.
C. Mengenal Macam-macam Gaya Desain Vektor
Untuk menghasilkan desain vektor yang menarik, anda harus mengetahui macam-macam gaya desain yang dapat diterapkan pada gambar berbasis vektor. Berikut adalah macam-macam gaya desain yang dapat anda terapkan pada gambar berbasis vektor.
Flat Design
Flat design adalah gaya desain grafis yang menekankan kesedernahaan, kejelasan dan minimalisme dengan menggunakan elemen-elemen grafis yang datar, tanpa efek bayangan, reliefs (tekstur) atau dimensi yang mendalam. Dalam flat design, objek dan elemen desain disajikan dalam tampilan dua dimensi dan sering kali dengan warna-warna solid serta kontras yang mencolok.
Warna
Logo
Logo
Desain Grafis
Desain Grafis
Illustrasi
Illustrasi
2. Illustrative Design
Illustrative design adalah gaya desain yang menekankan penggunaan ilustrasi atau gambar-gambar untuk menyampaikan pesan, cerita atau konsep.
3. Geometric Design
Geometric Design adalah gaya desain yang menekankan penggunaan bentuk geometris, seperti lingkaran, segitiga, persegi, dan garis-garis lurus sebagai elemen utama dalam komposisi. Dalam geometric design, bentuk-bentuk ini digunakan secara kreatif untuk membentuk pola, struktur dan tata letak yang menarik dan berkesan. Berikut ada lima karakteristik utama dari geometric design.
a. Menonjolkan ketegasan dan simetris
b. Memiliki pola dan repetisi
c. Penggunaan warna blok
d. Desain dibuat abstrak
e. Memiliki fleksibilitas dalam gaya
4. Line Art
Line art adalah gaya seni yang menggunakan garis-garis sebagai elemen utama untuk membentuk gambar atau ilustrasi. Dalam line art, garis-garis digunakan untuk menggambarkan kontur, bentuk, dan detail dari objek tanpa warna atau bayangan. Berikut empat karakteristik utama dari line art.
a. Sederhana dan minimalis
b. Penggunaan garis
c. Keterbatasan warna
d. Fleksibilitas dalam media
5. Vintage
Gaya ini terinspirasi oleh estetika desain pada masa lalu, seperti desain poster era 1920-1980-an. Desain vintage sering menggunakan warna-warna hangat, tipografi klasik dan efek tekstur untuk menciptakan suasana nostalgia. Desain dengan tema vintage memiliki lima turunan gaya desain lain, yaitu sebagai berikut.
a. Desain retro
Desain retro menekankan pada gaya dan elemen visual yang populer pada era tertentu di masa lampau. Desain retro mencakup gaya dari tahun 1950-1970-an. Desain ini menggunakan tipografi, warna, ilustrasi dan motif yang mencerminkan gaya dari masa lalu.
b. Desain steampunk
Desain steampunk menggabungkan elemen-elemen dari era victoria dan revolusi industri dengan unsur-unsur fiksi ilmiah dan fantasi. Desain ini sering menampilkan gigi-gigi mesin, pipa-pipa dan elemen mekanis lainnya, serta warna-warna yang hangat dan klasik.
c. Desain art deco
Desain art deco berasal dari era 1920-an dan 1930-an. Desain ini sering menampilkan geometri yang kuat, pola-pola berulang dan bentuk-bentuk abstrak. Tipografi yang digunakan pada art deco biasanya menggunakan jenis tipografi yang elegan dan memberikan kesan kuat.
d. Desain victorian
Desain victorian terinspirasi oleh gaya dari era victoria (1837-1901) yang menampilkan eleman-elemen klasik seperti ornamen ukiran dan dekorasi rumit. Desain ini sering menggunakan tipografi yang bergaya, motif bunga dan warna-warna yang klasik. Gaya desain ini sering anda jumpai dalam surat undangan pernikahan atau acara-acara adat di indonesia.
e. Desain retro futuristik
Desain retro futuristik menggabungkan gaya retro dengan elemen fiksi ilmiah dan visi masa depan dari masa lampau. Desain ini sering menampilkan kesan futuristik yang terinspirasi oleh ilustrasi ilmiah dari era 1950-1960an. Perbedaan utama desain retro futuristik dengan desain retro adalah penggunaan elemen pada desain retro yang terinspirasi dari hal-hal yang ada pada masa tersebut, sementara itu desain retro futuristik lebih banyak menggunakan elemen-elemen yang menjadi imajinasi orang-orang di masa lalu tentang pengembaraan teknologi di masa depan. Beberapa gaya desain yang mirip dengan retro futuristik adalah Y2K style dan maximalism.
6. Pixel Art
Pixel art adalah gaya desain grafis yang menggunakan piksel-piksel kecil sebagai elemen dasar untuk membuat gambar atau ilustrasi. Dalam pixel art, setiap piksel mewakili satu titik dalam gambar. Ukuran piksel biasanya kecil, sering kali dalam skala 8x8, 16x16 atau 32x32 piksel, tergantung pada kebutuhan dan preferensi desainer.
7. 3D Vector
3D vektor adalah gaya yang memberikan nuansa 3D yang berbeda pada desain vektor 2D.
D. Desain Visual Grafis Menggunakan Inkscape
Format vektor merupakan format gambar yang terdiri atas struktur data yang direpresentasikan sebagai data matematis, seperti titik, garis dan bentuk geometris.
Gambar vektor meyimpan warna dalam bentuk kode sederhana, sedangkan gambar raster menyimpan data warna di setiap pikselnya.
Gambar vektor banyak digunakan dalam industri produk, seperti desain kaus sablon, printing cangkir, aksesoris dan percetakan.
Enam jenis format file vektor di antaranya adalah Scalable Vector Graphics (SVG), Stereolithography (STL), Encapsulated PostScript (EPS), Adobe Illustrator (AI), InDesign Document (INDD) dan Portable Document Format (PDF).
Tujuan gaya desain vektor yang dapat anda gunakan, di antaranya flat design, illustrative design, geometric design, line art, vintage, pixel art dan 3D vector.