Syarat-Syarat yang Harus Dipenuhi Ketika Seseorang Ingin Terjun Sebagai Ahli dalam IT Forensic
Untuk menjadi ahli dalam IT Forensic, seseorang perlu memenuhi syarat-syarat tertentu dan memiliki keahlian khusus. Syarat-syarat tersebut meliputi pendidikan formal di bidang teknologi informasi atau keamanan informasi, sertifikasi profesional seperti Certified Information Systems Security Professional (CISSP) atau Certified Ethical Hacker (CEH), serta pengalaman kerja yang relevan di bidang forensik digital. Keahlian yang harus dimiliki meliputi pemahaman mendalam tentang sistem komputer dan jaringan, keterampilan analisis forensik digital, pemahaman tentang hukum dan regulasi terkait privasi dan keamanan data, serta kemampuan komunikasi dan presentasi yang baik untuk memberikan kesaksian di pengadilan atau dalam konteks investigasi hukum (inixindojogja.co.id).
Ada beberapa tanggung jawab dan peran seorang Analis Komputer Forensik yang perlu diketahui, antara lain:
– Melakukan investigasi tentang pelanggaran data dan insiden keamanan.
– Mengambil dan periksa data dari komputer serta perangkat penyimpanan elektronik.
– Membongkar serta membangun kembali sistem yang rusak untuk memulihkan data yang hilang.
– Identifikasi sistem atau jaringan tambahan yang tidak terkena serangan cyber.
– Kompilasi bukti untuk kasus hukum.
– Menyusun laporan teknis, menulis deklarasi, serta menyiapkan bukti untuk diadili.
– Memberi nasihat ahli kepada pengacara mengenai bukti elektronik dalam suatu kasus.
– Menyarankan penegak hukum tentang kredibilitas data yang diperoleh.
– Memberi kesaksian ahli di persidangan.
Menurut Sumber (https://youtu.be/zJuF_2L_LJ0 ) juga menjelaskan bahwa seorang ahli digital forensik bertanggung jawab untuk melacak data ketika sistem digunakan dan data tiba-tiba dikompromi atau diambil oleh pihak yang tidak berwenang.
Dari sumber (http://dwihermawanwahyu.blogspot ) , keahlian yang diperlukan oleh seorang ahli forensik meliputi pengetahuan komputer, hukum, prosedur ilegal, kemampuan menggunakan utility, serta penguasaan modifikasi data. Sertifikasi seperti EnCase Certified Examiner Program (EnCE), Computer Forensics External Certification (CCE), GCFA – GIAC Certified Forensics Analyst, dan Q/FE Qualified Forensics Expert juga dapat menjadi modal besar untuk perkembangan karir.
Dengan demikian, menjadi ahli dalam IT Forensic memerlukan kombinasi keterampilan teknis, pengetahuan hukum, dan pengalaman praktis dalam analisis forensik digital.