STRATEGI PENGEMBANGAN RISOL MAYO
STRATEGI PENGEMBANGAN RISOL MAYO
Berdasarkan hasil observasi ditemukan beberapa permasalahan yaitu tekstur (permukaan) yang terlalu rapuh sehingga terasa biasa, hanya memiliki cita rasa yang sangat biasa dan umum, ukuran (bentuk) yang kecil dan kemasan (bungkus) yang terlalu sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk membimbing Risol Mayo Kekinian dalam menyelesaikan kesulitan utamanya seperti yang diuraikan sebelumnya. Sasaran utama kegiatan ini adalah membenahi produk dengan diverifikasi produk meliputi tekstur, cita rasa, ukuran, kemasan.
Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah melangsungkan pengamatan, tanya jawab, dan menggali fakta-fakta dari berbagai referensi seperti buku, artikel pada jurnal, surat kabar, majalah yang relevan dan juga pencarian informasi secara online. Selain itu dilakukan pembinaan untuk merubah kualitas produk Risol Mayo Kekinian. Capaian luaran kegiatan ini adalah buah pikiran melalui diverifikasi risol untuk memperbaharui dan keberlanjutan Risol Mayo Kekinian yaitu pada tekstur dengan cara mengganti kulit risol menjadi roti, cita rasa yang lebih bervarian yang disesuaikan dengan selera konsumen, ukuran menjadi lebih besar, serta menciptakan kemasan menjadi lebih menarik.
Metode
Metode yang digunakan adalah sebagai langkah pertama kegiatan ini merupakan observasi tentang kinerja Risol Mayo kekinian kegiatan ini meliputi pengamatan proses awal Risol Mayo Kekinian hingga akhir produksi, dengan tujuan memahami fakta industri untuk mendapatkan wawasan untuk penelitian lebih lanjut. Pemahaman yang lebih baik tentang operasi bisnis diperoleh dengan melakukan wawancara, yang merupakan kegiatan utama penelitian observasional, yaitu berupa tanya jawab secara lisan kepada pelaku ekonomi yang diharapkan memperoleh informasi yang diperlukan. Peneliti Wawancara tentang sejarah perusahaan, proses produksi dan cara risol mayo kekinian dijual ketangan konsumen. Penelitian mengumpulkan informasi sama pentingnya dengan terkai pengetahuan tentang teori produk dan berbagai kemasan risol mayo yang menarik dan gambar risol mayo dengan berbagai ukuran dan bentuk, yang kemudian ditawarkan kepada para pedagang.
Pembahasan
Keberagaman konsumen karena produknya bisa peluang bisnis yang menjanjikan.
Risol mayo bisa manfaatkan kesempatan ini untuk memperbaiki membuat ini produk
diversifikasi produk yang meliputi.
Struktur
Tekstur adalah bentuk khusus dari produk yang dideklarasikan kualitas bentuk produk bisa bervariasi (Dar dan Lumo, 2014). Struktur Risol Mayo sangat lembut, kenyal,gurih tapi setelah diperiksa kualitasnya ditingkatkan, menjadi lebih tebal. Untuk itu perlu diperbaiki kualitas dengan mengubah bahan olahan yang digunakan agar lebih lembut. Tujuan evaluasi bahan adalah jadi dalam distribusi itu seperti kios kecil (grosir), dan rumah makan tidak ada salahnya merubah kulit lumpia menjadi roti sebagai kulit risol agar mendapatkan struktur yang lebih baik.
Cita Rasa
Cita rasa risol ini sebelumnya hanya memiliki satu rasa yakni rasa risol mayo pada umumnya yang menggunakan isian wortel, kentang, ayam yang ditumis menjadi satu untuk sebagai isian dari risol. Varian baru dapat mengambil minat konsumen dengan menambahkan isian dengna inovasi baru yakni disesuaiakan cita rasa pada masa kini yang banyak diminati masyarakat. Dengan menggunakan isian mayones, keju, sosis, sayur, dan telur.
Ukuran
Bentuk, bahan model produk dan dapat diukur. Ukuran produk bisa menjadi salah satu kepribadian daya tarik khusus bagi pelanggan. Ukuran risol mayo yang umunya kecil kini diberi inovasi dengan ukuran yang lebih besar. Masyarakat umumnya menyukai makanan dengan porsi yang lebih banyak namun dengan harga terjangkau.
Kemasan
Kemasan risol sangat sederhana tanpa logo dan hanya dikemas menggunakan kantong plastik. Kini risol mayo memiliki label pada kemasan untuk dijual sehingga mempermudah konsumen mencari risol mayo Kekinian apabila konsumen ingin memesan dalam jumlah banyak atau ada keperluan lain yang diharapkan bermanfaat bagi usaha ini. Kemasan yang digunakan risol sangat sederhana sehingga tidak memiliki daya tarik tersendiri bagi pelanggan. Identitas produsen juga tidak terlihat pada luar atau di dalam kemasan, untuk itu agar lebih menarik minat konsumen perlu dilakukan rancangan ulang kemasan serta pemberian identitas produsen pada kemasan untuk menarik minat pelanggan.
Pendahuluan
Pengelolaan bisnis tidak lepas dari masalah. Pasti setiap kegiatan terjadi permasalahan yang dihadapi harus di selesaikan, tidak di hindari. Permasalah muncul terjadi karena berbagai sebab yang di pengaruhi oleh keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan. Sehingga kegiataan kuarang efektif. Maka dari itu setiap permasalahan harus dicari solusinya. Suatu masalah yang terjadi di pelaku usaha diperlukan ide kreatif dan inovatif produk usaha agar menarik minat konsumen , dengan cara melakukan pengembangan produk pada sektor industri makanan ringan (Amanah Agustina, Rambe & Harahap, 2019).
Produk merupakan sesuatu berbentuk barang atau jasa yang ditawarkan dan diperjual belikan sehingga dapat memenuhi keinginan serta kebutuhan konsumen. (Pichler, 2020). Strategis pemasaran merupakan tolak ukur pencapain suatu usaha produk yang di peroleh dapat sesuai dengan keinginan dan keperluan konsumen (LeMay, 2017).Ketertarikan suatu produk di perlukan edukasi dan desain saat pengambilan foto produk berguna untuk dokumentasi usaha. Foto dokumentasi di pamerkan atau dipromosikan di sosial media (online) seperti instagram. Di era digital dan perkembangan harus sesuai oleh kondisi setiap usaha dengan menyesuaikan strategi pemasarannya, seperti sistem bisnis online (Harahap & Amanah, 2018).
Usaha risol mayo adalah usaha yang tidak memerlukan pegawai. Cara membuat risol mayo sangat mudah. Harga untuk satu kap risol mayo Rp. 3.000,00 dengan isi setiap bungkus hanya satu risol mayo dengan ukuran jumbo. Dalam sehari risol mayo dapat laku paling banyak 20 bungkus dan paling sedikit 10 bungkus.
Penghasilan satu bulan usaha risol mayo tidak menentu, karena dipengaruhi dari keadaan pasar serta selera konsumen yang tidak dapat ditebak, terkadang terdapat konsumen yang tidak menyukai risol mayo untuk memenuhi keinginan yang sangat beragam. Cara mempromosikan tidak memiliki tempat agak menjadi terhambat. Risol mayo hanya menyalurkan daganganya ke sekitar lingkungan rumah, sehingga mereka belum mempunyai pelanggan tetap. Setiap hari usaha ini mensuplai ke warung. Hal ini dikarenakan kurangnya promosi sehingga lokasi pemasaran hanya sebatas area tempat usaha risol mayo.
Praktik bisnis yang diterapkan pada pemasaran produknya saat ini mempengaruhi dan diubah dengan digitalisasi. Strategi Pemasaran perusahaan harus beradaptasi dengan era digital perubahan saluran pemasaran bisnis dapat menjangkau pelanggan lebih luas (Harahap, 2020). Butuh teknik dan strategi pemasaran yang komprehensif selanjutnya dilakukan oleh kontraktor mengatasi hambatan pasar dalam dunia bisnis (Palmatier & Sridhar,2017).
Strategi pengembangan produk adalah sebuah komponen diperlukan untuk menjalankan perusahaan, yaitu menciptakan produk yang menarik mungkin terkait budaya pengalaman dan penawaran unik (Harahap, Hurriyati, Gaffar dan Amanah, 2019). Usaha mikro kecil dan menengah seperti buram (semacam makanan ringan) adalah area yang paling sensitive Pandemi Covid-19 memang berdampak 19 di mana anda membutuhkan dan menginginkan konsumen semakin banyak serbaguna mengubah kebiasaan penjualan tergantung pada operator upaya untuk terlibat dalam pemasanan. Sebenarnya riset pasar pemasar harus melakukannya dengan analisis mendalam keinginan dan kebutuhan pelanggan.
Konsumen membutuhkan nilai tambah sangat dinyatakan oleh pemasar untuknya seperti prinsip dasar pemasaran harus mengikuti kompetitif keunggulan dan fokus mempercepat penyelesaian masalah jika ketemu. Karena Setiap pengusaha harus selalu menerima mengevaluasi dan berpikir menghasilkan produk yang sesuai permintaan pasar. Solusi yang mungkin diberikan kepada Risol Mayo meningkatkan hasil produk yakni implementasi inovasi baru seperti diveriifikasi produk mereka meliputi tekstur, rasa, ukuran dan pengemasan.
Kesimpulan
Dengan melakukan pembimbingan, maka pemilik usaha menerima diverifikasi produk yang dilakukan untuk memperbaiki risol tersebut meliputi tekstur, cita rasa, ukuran, dan kemasan. Hal tersebut dilakukan perubahan pada keempat unsur tersebut.
Sistem pendistribusian berubah dimana sebelumnya hanya disalurkan dari warung ke warung, sekarang bisa menggunakan sosial media, seperti instagram, facebook, whatsapp dan lain-lain. Dengan demikian usaha risol mayo dapat berkembang dan lebih maju serta meningkatkan penjualan.
Sumber :
Naskah+Annisa.pdf