Ilmu Tumbuhan pada waktu sekarang telah mengalami kemajuan yang demikian pesat, hingga bidang-bidang pengetahuan yang semula hanya merupakan cabang-cabang Ilmu Tumbuhan sa- ja, sekarang ini telah menjadi Ilmu yang berdiri sendiri-sendiri.
Dari berbagai cabang ilmu tumbuhan yang sekarang telah berdiri sendiri adalah Morfologi Tumbuhan. Morfologi Tumbuhan yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhan pun sudah demikian pesat perkembangannya hingga dipisahkan menjadi mor- fologi luar atau morfologi saja (morphology in sensu stricto dalam arti yang sempit) dan morfologi dalam atau anatomi tumbuhan.
Tulisan ini akan menguraikan soal morfologi luar atau mor- fologi dalam arti yang sempit, yang selain memuat pengetahuan tentang istilah-istilah (terminologi) yang lazim dipakai dalam ilmu tumbuhan, khususnya dalam taksonomi tumbuhan, sekaligus juga berisi tuntunan bagaimana caranya mencandra (mendeskripsi) tum- buhan.
Karena yang diketengahkan terutama bentuk dan susunan luar tubuh tumbuhan, maka dalam prakteknya dalam tulisan ini hanya diuraikan bentuk dan susunan tubuh tumbuhan yang berupa kormus, jadi hanya akan menyangkut dua golongan tumbuhan yaitu: Pteridophyta (tumbuhan paku) dan Spermatophyta (tum- buhan biji).
Mengenai golongan-golongan yang lain, yaitu Schizophyta (tumbuhan belah). Thallophyta (tumbuhan talus), dan Brophyta(tumbuhan lumut), mengingat tubuhnya yang belum terdiferen siasikan, bahkan ada yang hanya terdiri atas sebuah sel saja, pem- bicaraannya lebih tepat untuk diikut sertakan dalam anatomi tum- buhan.
Menurut definisinya, morfologi tumbuhan tidak hanya menguraikan bentuk dan susunan tubuh tumbuhan saja, tetapi juga bertugas untuk menentukan apakah fungsi masing-masing bagian itu dalam kehidupan tumbuhan, dan selanjutnya juga berusaha mengetahui dari mana asal bentuk dan susunan tubuh yang demi- kian tadi. Selain dari itu morfologi harus pula dapat memberikan jawaban, atas pertanyaan mengapa bagian-bagian tubuh tumbuhan mempunyai bentuk dan susunan yang beraneka ragam itu.
Dalam rangka melaksanakan tugas-tugasnya morfologi dapat menggunakan anggapan-anggapan maupun teori-teori yang berlaku dalam dunia limu Hayat, misalnya:
1. Berdasar teori evolusi tubuh tumbuhan akan mengalami perubahan bentuk dan susunannya, hingga suatu alat atau bagian tubuh dapat dicari asal filogenetiknya.
2. Diterimanya anggapan, bahwa bentuk dan susunan tubuh tum- buhan selalu disesuaikan dengan fungsinya serta alam sekitar- nya.
Dengan adanya pegangan tersebut belum berarti, bahwa tiap bentuk dan susunan tubuh dapat diterangkan bagaimana filogeninya serta apa fungsinya. Masih banyak hal-hal mengenai bentuk dan susunan tubuh yang hingga kini belum dapat diterangkan, mengapa bagian-bagian tubuh tersebut mempunyai sifat yang demikian tadi. Untuk menyebut beberapa contoh saja. misalnya: ukuran dan bentuk daun yang berbeda-beda, tepi daun yang berbeda-beda pula, tidak adanya klorofil pada daun tumbuhan tertentu, adalah hal-hal yang masih memerlukan penelitian penelitian untuk dapat diberikan keterangannya.Dalam uraian-uralan berikut, tekanannya terletak pada bagaimana bentuk dan susunan menurut kenyataannya dan istilah- Istilah apa yang dipergunakan dalam menyatakan secara verbal bentuk dan susunan tadi, di samping itu seberapa boleh baru diberikan keterangan-keterangan mengenai fungsi, asal serta data lain-lainnya.