Dalam implementasi Kurikulum 2013, pelaksanaan pembelajaran harus disesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang dikenal dengan era revolusi industri 4.0. Dunia pembelajaran tida kbisa lepas dari perkembangan tersebut.
Oleh karena itu, Kementerian Keagamaan melalui GERAMM (Gerakan Ayo Membangun Madrasah) ingin mewujudkan perkembangan dan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dengan salah satu program di madrasah yaitu Madrasah Riset.
Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo, memilih program unggulan sebagai Madrasah Riset karena memiliki modal dasar riset-riset yang telah dilaksanakan beberapa tahun sebelumnya, sehingga saat ini sudah banyak mengukir prestasi di berbagai bidang baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Akan tetapi wadah yang mengembangkan potensi yang dimiliki madrasah dirasa kurang maksimal.
Diawali dengan program Survey pada kelas XI yang setiap tahun dilakukan di PPLH Seloliman-Trawas-Mojokerto-Jawa Timur, peserta didik hanya mendapatkan pengetahuan dan membuat laporan biasa. Pada tahun 2000 program Survey diganti dengan nama “Studi Kenal Alam dan Lingkungan (SKAL)”. Perubahan nama tersebut diharapkan peserta didik tidak hanya membuat laporan biasa, tetapi mampu melakukan riset dan menyusun laporan Karya Ilmiah dengan benar. Pada tahun berikutnya ada perbaikan lagi, yaitu laporan karya ilmiah tersebut juga diseminarkan dan dilombakan antar kelas dengan tujuan peserta didik dan pembimbing bisa berkompetisi untuk melakukan penelitian dan menyusun laporan lebih baik lagi. Dengan perbaikan program tersebut diharapkan bisa menghasilkan beberapa produk Karya Tulis Ilmiah yang unggul sehingga bisa dikompetisikan di skala yang lebih luas. Pada tahun 2017, SKAL yang dilakukan di kelas XI sasarannya diganti dimulai kelas X. Perubahan sasaran tersebut bertujuan bisa mencetak kader-kader peneliti lebih awal sehingga madrasah memiliki kader peneliti dalam rentang waktu lebih panjang, yaitu punya kesempatan untuk tindak lanjut hasil penelitian pada jenjang kelas berikutnya.
Program SKAL yang sudah berjalan dilakukan peninjauan ulang dan dinilai kurang maksimal. Dalam pelaksanaannya, laporan Karya Tulis Ilmiah terbaik dari SKAL tersebut yang sudah terpilih tidak ada tindak lanjut. Di samping itu, pada saat penelitian yang terjun ke lapangan adalah semua anak dalam kelas. Tetapi yang melakukan penelitian dan menyusun laporan, termasuk yang menyajikan hanya dilakukan lima anak sebagai perwakilan kelas.
Berdasarkan kondisi seperti itulah maka dibentuk MANSDA RISET (Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo Riset) guna mewadahi setiap riset untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi peserta didik dan guru baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Dalam MANSDA RISET, semua peserta didik kelas X diberi kesempatan dan dibina untuk melakukan penelitian sampai menyusun pelaporannya. Melalui proses pembimbingan yang panjang, jika ditemui anak yang berpotensi maka didampingi secara intensif untuk diikutkan lomba-lomba pada skala yang lebih luas. Sedang peserta didik di kelas XI dan XII yang berpotensi dan minat melakukan riset dan menyusun Karya Tulis Ilmiah akan didampingi serta dibina untuk mengikuti lomba-lomba tingkat lokal, nasional, dan internasional.