Bagi para perempuan Indonesia yang tergabung dalam Ibu Profesional mengenalnya lekat sebagai sosok ibu rumah tangga yang menginspirasi. Ibu Septi adalah ibu ideologis bagi puluhan ribu perempuan Indonesia yang merasakan memiliki teman sesama ibu rumah tangga. Dengan kemudahan teknologi, para perempuan lainnya dapat terhubung dan mengikuti langkah-langkahnya dalam menjadikan peran ibu rumah tangga sebagai peran yang profesional. Sebuah peran yang sering diartikan sebagai peran yang tidak membanggakan, karena dinilai bukan sebagai sebuah profesi, atau masuk kategori pengangguran.
Ibu Septi mengolah tantangan pekerjaan ibu rumah tangga dalam bidang pendidikan dan pengasuhan anak dengan serius. Bonusnya adalah hak cipta (HAKI) atas metode tersebut, diproduksinya buku secara massal serta dibukanya tempat belajar dengan jejaring yang luas di seluruh Indonesia.
Kesungguhan menjalani peran sebagai ibu rumah tangga juga mengantarkannya menjadi Ashoka Fellows, sebuah organisasi nirlaba internasional yang mendukung wirausahawan sosial dan mengusung visi bahwa setiap orang adalah pembawa perubahan. Semangatnya untuk memulai perubahan dari diri sendiri pun menggerakan dan mengantarkan anak-anaknya menjadi Young Ashoka maupun agen perubahan di bidangnya masing-masing sejak kecil. Ibu Septi Peni Wulandani adalah kebanggaan para perempuan maupun ibu rumah tangga Indonesia, yang mengubah makna ibu rumah tangga menjadi ibu profesional. Peran penting yang perlu disiapkan dan dijalani dengan kesungguhan.
Ibu @septi.peni hadir di Konferensi Ibu Pembaharu membawakan tema "Saya ibu rumah tangga, dan saya bangga".
Tidak dapat dipungkiri bahwa inovasi dalam teknologi informasi dan komunikasi membuka akses kita untuk belajar. Akses pada kelas-kelas online, akses pada komunitas yang memiliki kesamaan tema belajar, dan kelompok-kelompok minat lainnya.
Hal ini juga yang membuat kita dapat bertemu dengan komunitas lainnya di media sosial yang membahas tentang parenting.
Narasumber berikutnya adalah ibu @yulia.indriati Direktur @keluargakitaid yang melibatkan ratusan relawan dalam menyelenggarakan ribuan kelas dan menyebarkan jutaan materi topik pengasuhan ke penjuru Nusantara.
Hai sahabat perempuan, kegiatan Konferensi Ibu Pembaharu sudah semakin dekat. Keenam tema pun sudah diperkenalkan beserta para narasumbernya. Kali ini perkenalkan narasumber ke-12 yaitu @listrianasuherman yang akan berbagi tentang Permaculture dalam tema lingkungan dan sustainable living
It takes a village to raise a child
Mendidik dan mengasuh seorang anak membutuhkan dukungan dan partisipasi lingkungan terdekatnya selain ibu dan bapak, kedua orangtuanya. Membutuhkan partisipasi orang sekampung, memerlukan kepedulian warga satu desa.
Adalah ibu Farha Ciciek @farhaciciek, yang terpantik kepeduliannya akan kebutuhan anak-anak di lingkungannya. Kebutuhan anak-anak untuk bermain bareng, ngobrol bareng, beraktivitas bareng. Mendirikan komunitas Tanoker di Ledokombo, ibu Farha menciptakan ekosistem bersama seluruh elemen keluarga: sekolah bok ebok, sekolah pak bapak, sekolah eyang.
Masa kecil kurang bahagia
Pernah denger gak ucapan seperti itu ketika melihat orang dewasa melakukan hal yang umumnya dilakukan oleh orang yang jauh dibawah usianya? Kurang main lah, kurang eksplorasi di masa kecilnya, atau mau menambahkan tanggapan yang lain yang pernah kamu dengar?
Sebagai ibu yang bersama anak-anak dalam banyak aktivitas, termasuk bermain, sudah bahagiakah kita? Sudahkah kita memfasilitasi anak untuk bereksplorasi?
Jika kamu pun punya banyak pertanyaan seperti di caption ini, kita kenalan yuk dengan ibu Sri Haryati @srihayats - Kepala Suku Hayat School, yang akan hadir di Konferensi Ibu Pembaharu berbicara tentang tema Ibu dan Anak Bahagia.
Sharing is Caring
Berbagi karena kita peduli. Berbagi karena kita sudah menjalani. Karena itu setiap ilmu yang diberikan memiliki "ruh" ketika apa yang kita bagikan adalah hasil pembelajaran yang kita dapatkan dari pengalaman hidup yang sudah kita jalani.
Ada nama ibu Ines Setiawan @inessetiawan dalam deretan para pembaharu yang akan berbagi di Konferensi bulan depan. Passion sebagai seorang pengajar, membuatnya melewati extra miles dari bayangan kita akan sosok guru.
Ibu Ines membuat peserta yang pernah mengikuti kelas-kelasnya mendapatkan pengetahuan eksakta, pengalaman praktek, peluang untuk usaha dan mendapatkan penghasilan untuk keluarga, wawasan akan lingkungan dan yang paling menarik adalah, kesadaran bahwa kita bisa, kita berdaya, tidak harus menunggu sampai pintar dulu untuk bisa bertindak menjadi solusi masalah yang ada.
Akhir pekan ini ada ide apa ya?
Kamu tim rebahan atau yang mager tetapi produktif berkarya?
Zaman sekarang, dengan kemajuan teknologi, hal yang sehari-hari biasa kamu lakukan di rumah, bisa jadi spesial jika dipenuhi kesungguhan.
Kenalan yuk dengan narasumber ke-8 yang akan kita temui di Konferensi Ibu Pembaharu.
Siti Julaihah, S.S., M.Hum
Seorang dosen dan penulis novel yang hobi masak hingga jadi content creator di Youtube Channelnya "Ceceromed Kitchen" . Gak harus nunggu semuanya sempurna dulu untuk bisa menghasilkan dari Youtube, apalagi dalam bidang yang kamu suka banget.
Sampai ketemu di Konferensi ya... kita akan ngintip dapurnya dapur Ceceromed.
Berpisah dengan pasangan karena kematian atau melalui #perceraian dan menjadi #ibutunggal atau #singlemom, adalah salah satu tantangan hidup yang dihadapi perempuan. Selain masalah ekonomi, waktu pengasuhan untuk anak, juga stigma negatif dari masyarakat. Hal ini yang membuat ibu Maureen Hitipeuw @maureen.hitipeuw menciptakan support system yang awalnya ia cari untuk dirinya, namun kini telah berkembang menjadi support system dengan circle yang lebih luas.
Simak caranya menemukan masalah, menjadikannya tantangan hingga menjadikannya solusi yang berdampak luas di Konferensi Ibu Pembaharu. Aku berdaya, aku berkarya.
Perempuan di Era Digital
Bidang teknologi selalu berkembang dan sangat cepat. Kerasa gak sih kalau anak-anak itu selalu lebih kekinian kalau urusan teknologi dibanding kita? Mereka berbinar sekali jika ada hal yang baru meskipun belum tahu itu apa, bakal susah atau enggak. Anak muda selalu update. Bagaimana dengan ibunya, mau update gak dengan perkembangan teknologi? Masih punya energi untuk belajar gak berkaitan teknologi?
Narasumber selanjutnya yang akan hadir di Konferensi Ibu Pembaharu adalah mba Anna Soemarmo @siannamaurieta perempuan Indonesia yang bekerja di Google berdomisili di Jepang yang akan berbagi tentang bagaimana perempuan bekerja di industri berbasis teknologi, dan bagaimana perempuan tetap update dengan kemajuan teknologi meski dari rumah.
Bekerja, menikah dan punya anak.
Itulah siklus alami yang dipahami kita pada umumnya. Karena proses alami, seolah setiap perempuan pasti bisa menjalankan mode auto-pilot ketika bertambah peran dari seorang perempuan dan menjadi seorang istri, kemudian seorang ibu.
Nyatanya perempuan terus belajar. Menyelami peran dan menikmatinya. Termasuk ketika menyelami peran sebagai seorang ibu tepat ketika sesosok bayi hadir setelah persalinan. Narasumber Konferensi Ibu Pembaharu kali ini adalah seorang ibu yang menjadikan proses pasca melahirkannya adalah sebuah pembelajaran tentang kesehatan mental. dari Ibu Nur Yanayirah, founder Yayasan Menggapai Harapan Ibu @motherhopeind, kita akan menyimak bagaimana dulu ia belajar sendiri hingga saat ini dapat menjadi teman ribuan ibu dalam memantaskan diri demi menjemput peran sebagai ibu.
Perempuan dan lingkungan
Hayooo, apa hubungannya? Perempuan jadi aktivis lingkungan, dari rumah? Mulai dari pekarangan, dari meja makan, dari dapur, semuanya bisa banget!
Narasumber Konferensi Ibu Pembaharu yang satu ini adalah seorang green mommy. Yang punya perhatian pada lingkungan dan kehidupan yang berkelanjutan atau #sustainableliving, telah menjalaninya dalam keseharian, kerap berbagi akan praktek baiknya serta produktif dari bidang tersebut. Yuk mari duduk dan belajar langsung pada ahlinya, bersama Ibu @deasisrihandi yang akan berbagi praktek baik tentang peran perempuan dalam menjaga kehidupan yang berkelanjutan #darirumah untuk dunia
Perempuan kepala keluarga (female-headed household)
Hai sahabat, tahukah siapa yang dimaksud perempuan kepala keluarga? Mereka adalah perempuan yang karena perceraian, suami meninggal, hidup terpisah, atau kondisi suami yang disabilitas, kemudian menjadi perempuan yang bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga dan pengasuhan anaknya sendirian. Mereka banyak di sekitar kita, baik karena dampak kondisi sosial, maupun dampak kondisi pandemi seperti sekarang.
Konferensi Ibu Pembaharu mengundang ibu @nanizulminarni untuk membagikan beragam kisahnya dan para perempuan kepala keluarga. Tentang masalah, tantangan dan solusi yang mereka geluti. Yang berawal dari urusan ekonomi, hingga pemberdayaan perempuan itu sendiri.
Menurut sahabat semua, apa masalah yang dihadapi perempuan kepala keluarga yang bisa kita identifikasi? Oiya, ini akan jadi amunisi kita saat bertemu di konferensi nanti, mari daftar, bertemu dan duduk bersama berbagi solusi
Hai IPers dan sahabat perempuan Indonesia
Masih ingat cita-citamu masa kecil dulu?
Membuka lagi kenangan masa kecil, mungkin terselip juga ingatan akan tantangan waktu itu. Apa kabarnya dia sekarang ya? Adakah tantangan itu mengecil atau berubah jadi dorongan kuat untuk mimpi yang lebih besar lagi?
Narasumber berikutnya di Konferensi Ibu Pembaharu @henisrisundani adalah sosok perempuan yang mengubah "dendam" positifnya di masa kecil menjadi empati dan menemukan solusi. Bukan hanya untuknya, tetapi juga untuk ribuan anak petani lainnya yang ingin belajar, memperoleh pendidikan dan berdaya mewujudkan mimpi-mimpi lainnya.
Maka, siapkan cerita masa kecilmu dan tulis tantangannya. Mari duduk bersama membicarakan solusi, dan daftar Konferensi Ibu Pembaharu.
Halooo Ibu Indonesia..
Isu ketiga yang diangkat dalam Konferensi Ibu Pembaharu 2021 nanti adalah potensi perempuan dalam pemberdayaan disabilitas. Kali ini dengan bangga kami merilis salah satu narasumber KIP 2021 yaitu @NickyClara, seorang disabilitas sekaligus womenpreneur, yang akan berbagi tentang disabilitas unggul.
Sudah siap membeli jam terbang dari kak Nicky untuk memulai aksi dan meluaskan dampak?
Coba mention teman-teman perempuanmu yang ingin kamu ajak duduk bersama di Konferensi nanti ya...
Sumber : @ibu.profesional.official
Indonesia inklusi berarti penyandang Disabilitas dapat mengakses pelayanan, seperti:
Pendidikan
Kesehatan
Mendapatkan nutrisi
Perlindungan sosial
Pekerjaan
Terpenuhi hak-hak lainnya
Tujuan adanya Hak Penyandang Disabilitas
Penghormatan
Perlindungan
Pemenuhan hak
Mewujudkan taraf hidup yang lebih luas, berkualitas dan mandiri.
Ibu Profesional turut Mendukung "Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul"
Gerakan Ibu Inklusif yang diinisiasi oleh Ibu Profesional ingin mengajak IPers untuk bisa berdampak dan bermanfaat bagi perempuan Indonesia lainnya. Memastikan bahwa tidak ada perempuan yang luput atau terlewatkan untuk maju dan menjadi berdaya termasuk teman-teman penyandang disabilitas.
Menurut UU RI no 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, memberikan penjelasan bahwa penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan berpartisipasisecara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.