Kumpulan Renungan Harian
di Bulan Mei 2023
Kumpulan Renungan Harian
di Bulan Mei 2023
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Minggu Paskah V
07 Mei 2023
Kis. 6:1-7
1Ptr. 2:4-9
Yoh. 14:1-12
RENUNGAN HARI INI
Ibu, Bapa. Saudara-saudari yang terkasih
Tidak seorang pun dari antara kita yang dapat luput atau mengelak dari yang namanya perasaan cemas atau takut. Kecemasan atau ketakutan biasanya disebabkan oleh dua hal, yakni pengalaman luka batin di masa lampau dan ketidakpastian dalam hidup, terutama di masa depan. Orang yang mengalami rasa sakit pada masa lampau akan merasa takut atau cemas kalau pengalaman yang menyakitkan di masa lampau akan terulang kembali. Orang yang demikian amat mudah pesimis terhadap masa depan yang jauh lebih baik, penuh keraguan dan kebimbangan untuk melangkah dan mengambil keputusan bagi hidupnya sendiri, dan tidak mudah percaya kepada orang lain, bahkan kepada Tuhan sendiri.
Sementara itu, ada orang yang mengalami ketakutan atau kecemasan karena adanya ketidakpastian mengenai masa depan. Memang, manusia pada dasarnya membutukan kepastian di dalam hidupnya. Akan tetapi, apabila kepastian itu tidak ditemukannya, maka muncullah ketakutan atau kecemasan. Karena ada begitu banyak hal yang tidak pasti di hari esok dan bahkan di masa depan, maka ketakutan atau kecemasan menjadi sebuah pengalaman dan perasaan yang tidak dapat dihindari lagi. Dalam situasi seperti itu, manusia mudah sekali tergoda untuk mengandalkan kemampuan dirinya sendiri demi menghadirkan kepastikan bagi hidupnya, kini dan di masa depan. Manusia, dengan demikian, amat sulit untuk mempercayakan hidupnya kepada Allah, sebab berharap dan percaya kepada Allah justru dianggap makin membuat dirinya harus menderita karena ketidakpastian yang berkepanjangan. Adapula manusia, yang untuk mengatasi rasa takut atau cemasnya, justru melarikan diri dari kenyataan hidup. Ia mencari ketenangan dan penghiburan bagi dirinya justru pada hal-hal yang tidak sehat dan bertentangan dengan kehendak Allah. Kepercayaan terhadap hal-hal magis, narkoba, perjudian, dan aneka rupa hiburan yang tidak sehat adalah pelbagai upaya manusia untuk mengatasi rasa takut atau cemas, yang sayangnya tidak dapat memberikan kepastian dan kebahagiaan yang sejati dan terlebih makin menjauhkan hidupnya dari Allah.
Saudara-saudari yang terkasih,
Injil yang baru saja kita dengarkan tadi, sebenarnya mau membangkitkan semangat dan sukacita besar kepada kita sekalian. Yesus, Tuhan kita amat mengasihi kita dan Dia tidak mau kita dipisahkan dari kita. Sebab itu, kita tidak perlu cemas dan gelisah tentang hidup kita saat ini maupun di masa depan. Kepastian iman itu disampaikan Yesus kepada kita hari ini dengan berkata, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah dan percayalah juga kepada-Ku” (Yoh. 14:1). Hidup kita, sesungguhnya, ada di dalam tangan dan penyelenggaraan Tuhan dan karenanya kita cukup percaya dan menyerahkan diri kepada-Nya.
Hari ini, Yesus menyakinkan kita bahwa Dialah satu-satunya jalan menuju rumah Bapa. Bukan hanya itu saja. Dia adalah pula kebenaran dan hidup kita. Segala sesuatu yang kita butuhkan untuk mencapai rumah Bapa ada dalam Dia. Perkataan dan pekerjaan-Nya memperlihatkan kepada kita persatuan-Nya dengan Bapa-Nya dan apa yang dikehendaki-Nya dari kita. Yesus adalah kepastian dalam perjalanan untuk melihat Bapa. Oleh karena itu, Dia adalah pula satu-satunya kepastian untuk hidup baik dalam hidup saat ini maupun kelak di masa depan. Itulah keyakinan dan kepastian iman yang senantiasa diwartakan Gereja kepada kita. Allah telah membuat Yesus, yang disalibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus (Kis. 2:36). Dengan gelar Tuhan dan Kristus itu, Yesus menjadi satu-satunya Juru Selamat kita, sebab “keselamatan tidak adal di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita diselamatkan” (Kis. 4:12).
Saudara-saudari yang terkasih,
Jika kita sungguh percaya bahwa Kristuslah satu-satu jalan, kebenaran, dan hidup, maka yang perlu kita perbuat dan usahakan dalam hidup ini tidak lain adalah menyerahkan diri kita dengan sepenuh hati kepada-Nya dan mengikuti Dia serta meneruskan pekerjaan-pekerjaan Kristus dalam dunia ini supaya lebih banyak orang lagi mengenal Bapa melalui kita sebagaimana kita telah mengenal Bapa melalui Dia. Bapa akan dikenal hanya kalau kita meneruskan pekerjaan Yesus yang dalam hidupnya berjalan sambil berbuat baik kepada semua orang.
Tentu saja, akan ada banyak tantangan yang kita hadapi, namun sekali lagi kita tidak perlu takut dan cemas. Kita mempunyai jaminan kepastian yang tak tergoyahkan, yakni Kristus, satu-satunya Juru Selamat; jalan menuju Bapa; dan sumber hidup sejati yang melimpah dan tak berkesudahan. Yesus menjamin hal itu dengan berkata, “janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? … Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Dan sebelum Ia terangkat ke surga, Yesus memberikan kepastian ini kepada kita, “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Hanya ketekunan dalam doa sajalah yang dapat membuat kita yakin akan kehadiran dan penyertaan Kristus dalam hidup kita ini. Namun, pertanyaannya: apakah kita sungguh percaya akan Sabda-Nya itu? Jawaban tentu saja ada pada diri kita masing-masing. Tuhan memberkati. Semoga Tuhan memberkati kita sekalian .
R.D. Hilario D.N. Nampar.
NIATKU HARI INI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI
Bacaan Liturgi:
RENUNGAN HARI INI