Untuk improve dan mengevaluasi diri, bahkan menjadi jalan keluar dari suatu masalah selain pengalaman, kita juga butuh sudut pandang atau teori dalam berpikir. Berikut rekomendasi Novel terkait 'Mental Health'!
1.I Want to Die But I Want to Eat Tteokbokki
Membaca judulnya, kita mungkin bisa menyimpulkan bahwa buku ini seperti buku motivasi yang lucu. Namun sebenarnya kisah yang ditulis di dalamnya jauh dari hal tersebut. Baek Se He mengajak para pembaca melihat sebuah situasi tentang pengalaman depresi melalui sudut pandang dirinya.
Mengambil latar belakang pribadi penulis yang pernah berjuang melawan distimia (persistent depressive disorder) dan gangguan kecemasan selama kurang lebih 10 tahun, buku ini juga menceritakan kisah pribadinya dan seperti apa gejolak yang terjadi selama masa depresi.
Bahwa ada kalanya saat dirinya merasa benar-benar sedih dan seperti tidak berguna lagi, bahkan rasanya ingin memutuskan untuk mengakhiri hidupnya ada semangkuk tteokpokki favoritnya sempat terbesit dalam benaknya.
Bahkan hanya dengan memikirkan memakan ttekpokki saja sudah membuat hatinya merasa hangat dan sedikit bahagia karena membayangkan betapa nikmatnya makanan tersebut. Satu hal lucu yang dia temukan adalah bagaimana bisa semangkuk tteokpokki pedas bisa membuyarkan depresinya.
Dalam kasus Baek Se Hee, semangkuk tteokpokki adalah sebuah kebahagiaan dan caranya untuk mencintai diri sendiri. Baek Se Hee mengajak kita untuk melihat sekitar bahwa mungkin sebenarnya ada banyak kebahagiaan kecil yang bisa membuat hari-hari manusia menjadi terasa lebih baik dan kita perlu untuk mensyukurinya.
cr: https://www.gramedia.com/best-seller/review-buku-i-want-to-die-but-i-want-to-eat-tteokpokki-memahami-self-healing/
2. Le Petit Prince (Pangeran Cilik)
Antoine de Saint-Exupéry dalam novel ini mengisahkan tentang pertemuan tokoh utamanya yang merupakan seorang pilot dengan seorang pangeran cilik yang berasal dari luar angkasa. Mereka bertemu di tengah-tengah Gurun Sahara.
Buku Pangeran Cilik bukan hanya diperuntukan bagi anak-anak saja. Buku ini dituliskan dengan sangat indah dan memiliki makna yang mendalam jika dibaca oleh orang dewasa. Buku ini dapat memberikan banyak pengajaran bagi anak kecil yang akan beranjak dewasa, juga refleksi bagi orang dewasa yang pernah menjadi anak kecil.
Kehidupan ini memang selalu dipenuhi misteri. Tak perlu takut akan hal itu, karena itu lah yang membuat hidup menjadi menarik.
Mengadili orang lain lebih mudah dibanding mengadili diri sendiri. Kita kerap kali terlalu cepat mengadili orang lain, tetapi lupa untuk menilai dan mengadili diri sendiri. Hendaknya kita juga mengadili diri sendiri dan bersikap secara bijak.
cr: https://www.gramedia.com/best-seller/review-novel-pangeran-cilik-le-petit-prince/
3. Kamu Tidak Salah
Kita akrab dengan resusitasi jantung paru (CPR) dan kotak P3K untuk menolong korban engan luka fisik. Namun, bagaimana dengan luka batin atau masalah mental? Itulah pertanyaan yang membuat Jung Hyeshin menuliskan buku ini. Bagi Jung Hyeshin yang memiliki tiga puluh tahun pengalaman di bidang kesehatan mental, panduan untuk menolong diri sendiri maupun orang lain dalam keadaan gawat darurat kesehatan mental jelas sekali urgensinya. Buku ini berisi penjelasan profesional tentang prinsip psikologi tepat guna, contoh-contoh kasus, dan teknik-teknik sederhana yang dapat membantumu menolong diri sendiri maupun orang lain dalam keadaan gawat darurat mental. Semoga, buku ini dapat menolong dan menyelamatkan, serta membuat hubungan antarmanusia menjadi lebih baik.
cr: https://www.penerbitharu.com/buku/kamu-tidak-salah/
4. The Things You Can See Only When You Slow Down
Buku karya Haemin Sunim yang menarik untuk dibaca disaat kalian lagi sedih, bingung, bahkan tidak tau harus berbuat apa. Setiap kata yang merangkai kalimat demi kalimat ini sangat relevan dengan dunia yang makin hari kian kompleks. Perkembangan yang semakin pesat di berbagai bidang membuat banyak orang ikut bergerak cepat. Tak hanya fisik, otak pun dituntut untuk bergerak tanpa kenal waktu. Akan tetapi, tanpa kita sadari bahwa terlalu banyak hal yang menjejali pikiran kita. Hal itulah yang membuat kita tertekan dan sulit berpikir jernih. Kata Restless dirasa cocok untuk menggambarkan dunia dan kondisi pikiran kita saat ini. Tidak ada istirahatnya, karena terlalu sibuk dan lupa menikmati hidup.
https://pembangunansosial.fisipol.ugm.ac.id/en/review-buku-the-things-you-can-see-only-when-you-slow-down/