Apa itu reaksi penggantian ganda?
Reaksi penggantian ganda —juga disebut reaksi perpindahan ganda , pertukaran , atau metatesis —terjadi ketika bagian dari dua senyawa ionik dipertukarkan, membentuk dua senyawa baru. Pola keseluruhan reaksi penggantian ganda terlihat seperti ini:
A+B- + C+D-→ A+D- + C+ B-
Anda dapat menganggap reaksi ini sebagai pertukaran kation atau anion, tetapi jangan menukar keduanya karena Anda akan mendapatkan zat yang sama dengan yang Anda gunakan sebelumnya. Pelarut untuk reaksi penggantian ganda biasanya air, dan reaktan serta produknya biasanya senyawa ionik—tetapi bisa juga berupa asam atau basa.
Berikut adalah contoh reaksi penggantian ganda:
BaCI2(aq) + Na2SO4 (aq) → BaSO4 (s) + 2 NaCI (aq)
Dalam contoh ini, kationnya adalah Ba2+ dan Na+ dan anionnya adalah CI- dan SO42- jika kita menukar anion dan kation, kita akan mendapatkan produk BaSO4 dan NaCI.
Ciri-Ciri Reaksi
Seperti yang sudah diketahui, reaksi kimia terjadi jika satu zat atau lebih diubah menjadi zat baru. Ini berarti komposisi kimia suatu zat sudah berubah. Perlu untuk diingat bahwa materi tidak diciptakan atau bisa dihancurkan dalam reaksi kimia. Namun, suatu zat hanya dapat diatur ulang untuk membentuk zat lain yang baru. Zat baru ini bisa dalam bentuk materi apapun. Berikut adalah tanda atau ciri-ciri dari perubahan kimia.
1. Perubahan Warna
Kamu mungkin pernah menyadari suatu barang yang berubah warnanya. Misalnya, sepeda yang kamu letakkan di luar rumah akan berubah warna jika sering terkena air hujan dan panas matahari. Sepeda yang tadinya memiliki warna yang mengkilap akan berubah menjadi pudar. Terlebih lagi sepedamu akan memiliki karat. karat yang terbentuk pada sepeda merupakan hasil reaksi dari besi logam dengan oksigen dan air di udara. Ini membentuk senyawa baru yang disebut oksida besi. Perubahan warna sepeda menjadi karat menunjukan bahwa telah terjadi perubahan kimia.
2. Perubahan Suhu
Ciri kedua dari reaksi kimia adalah adanya perubahan suhu. Ketika energi diserap atau dilepaskan, hal ini menandakan adanya perubahan kimia. Kembang api adalah salah satu contoh perubahan kimia yang menghasilkan perubahan suhu dan memancarkan cahaya. Kembang api mengandung bahan bakar dan zat pengoksidasi. Saat pengoksidasi memecah bahan bakar, ia melepaskan sejumlah besar energi dan sebagian energi ini dilepaskan sebagai panas.
3. Formasi Presipitasi
Ketika kamu mencampur dua garam, mungkin saja akan membentuk zat padat dan mengendap dari larutan. Selain itu, jika kamu mencampur dua cairan dan kemudian melihat zat padat di gelas kimia mu, maka telah terbukti bahwa adanya perubahan kimia.
Reaksi Presipitasi sangat penting untuk memastikan bahwa air bisa dikonsumsi oleh manusia secara aman. Fasilitas pemurnian air memanfaatkan fakta bahwa mereka dapat menambahkan bahan kimia ke air yang akan bereaksi dengan pengotor dalam air dan mengendap. Kemudian air yang sudah murni dapat disaring dari padatan yang mengandung kotoran.
4. Menghasilkan Gas
Produksi gas merupakan tanda yang jelas jika terjadi perubahan kimia. Salah satu contohnya adalah ketika kamu memanggang kue. Saat kamu menggigit kue dan melihat lubang-lubang kecil di kue, ini menandakan zat yang mengembang seperti soda kue atau baking powder bereaksi dengan komponen asam kue untuk menciptakan karbon dioksida.
Gas inilah yang membantu kue mengembang ketika di oven. Namun hal ini berbeda ketika kamu memasak air. Kamu mungkin saja melihat gelembung-gelembung ketika air sudah mendidih, namun perlu diingat bahwa struktur kimianya belum berubah dan belum terbentuk senyawa baru.
5. Emisi Cahaya
Ada banyak reaksi yang menghasilkan cahaya salah satu contoh yang sering kamu saksikan ketika membengkokan ‘lightstick’. Ketika lightstick dibengkokkan akan memulai reaksi antara hidrogen peroksida dan ester fenil oksalat yang menghasilkan emisi cahaya.