Tujuan Awal: Mazda ingin menciptakan mobil sport yang ringan, berharga terjangkau, dan menawarkan performa tinggi, sebagai pengganti Mazda RX-3 (Savanna RX-3).
Mesin: Menggunakan mesin 12A twin-rotor Wankel rotary berkapasitas 1.46cc Mesin yang kompak ini ditempatkan di belakang poros depan (front mid-engine), menghasilkan distribusi bobot yang hampir sempurna 50:50.
Desain: Berkarakteristik coupe dua pintu yang ramping dengan desain fastback, hidung rendah, dan lampu depan pop-up yang ikonik.
Prestasi: Model ini sangat sukses dalam balapan, memenangkan lebih dari 100 balapan di seri IMSA GTU Amerika dan mencatat kemenangan keseluruhan di 24 Jam Spa 1981 di Eropa.
Inspirasi: Mazda melakukan survei di Amerika dan melihat popularitas Porsche 944. Hasilnya, RX-7 generasi kedua memiliki desain yang jauh lebih modern, lebih aerodinamis, dan terlihat lebih mewah, sering kali disamakan dengan 944.
Mesin: Pindah ke mesin 13B twin-rotor berkapasitas 1.308cc. Peningkatan signifikan ada pada versi Turbo II, yang pertama kali memperkenalkan turbocharger pada RX-7 produksi massal, meningkatkan tenaga secara drastis (sekitar 185-200 hp).
Handling: Fokus utama adalah peningkatan handling melalui sistem suspensi independen sepenuhnya dan tersedia opsi power steering yang adaptif, menjadikannya mobil yang sangat stabil di kecepatan tinggi.
Desain: Dianggap sebagai yang paling cantik dan ikonik. Bodinya sangat aerodinamis, membulat, dan murni berorientasi pada kinerja mengemudi (driver-focused).
Mesin: Dilengkapi dengan mesin 13B-REW sequential twin-turbo (turbocharger sekuensial kembar).11 Sistem ini rumit, tetapi sangat efektif: satu turbo bekerja pada RPM rendah untuk torsi cepat, dan turbo kedua aktif pada RPM tinggi untuk ledakan tenaga (boost) hingga mencapai 255>280hp (tergantung versi dan tahun).
Performa: Dengan bobot yang relatif ringan (sekitar 1.250kg - 1.300kg) dan distribusi bobot yang hampir sempurna, FD3S memiliki handling yang luar biasa. Akselerasi 0 - 100km/j dapat dicapai dalam waktu sekitar 5.3 detik.
Warisan Pop Culture: Generasi ini menjadi legenda di budaya otomotif Jepang (JDM) dan mendapatkan ketenaran global melalui media seperti serial anime Initial D (mobil Keisuke Takahashi) dan film Fast & Furious.
Akhir Produksi: Produksi dihentikan pada tahun 2002. Alasan utamanya adalah regulasi emisi yang semakin ketat dan biaya produksi mesin rotary yang tinggi. Model edisi terakhir yang paling dicari adalah Spirit R pada tahun 2002.