Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi yang terjadi sejak dalam kandungan hingga masa balita, terutama protein yang berperan penting untuk perkembangan otak, menjaga kekuatan tulang, memperkuat sistem kekebalan tubuh, memenuhi kebutuhan energi, serta mendukung fungsi enzim dan hormon.

Kekurangan gizi yang persisten ini seringkali diperparah oleh kesulitan dalam pemenuhan asupan protein berkualitas tinggi yang mudah diakses dan terjangkau, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Protein hewani, seperti yang terkandung dalam susu sapi, seringkali menjadi pilihan utama, namun harganya yang relatif mahal, serta adanya kasus alergi protein susu sapi (APSS) atau intoleransi laktosa pada sebagian anak, menimbulkan tantangan tersendiri. Kondisi ini menyoroti kebutuhan mendesak akan alternatif sumber nutrisi yang tidak hanya kaya akan protein, tetapi juga hipoalergenik dan berkelanjutan secara ekonomi untuk menjangkau keluarga yang paling rentan terhadap risiko stunting.