Menulis bukan hanya tentang menyusun kata, tapi juga menata jiwa. Seiring waktu, Raaishlora tumbuh bersama prosesnya, hingga beberapa langkah kecil membawanya pada makna yang lebih besar.
Inilah beberapa pencapaian yang menjadi bagian dari perjalanan Raaishlora:
Mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam acara kepenulisan di Universitas Negeri Jakarta.
Juara 1 lomba menulis cerita pendek dalam Festival Literasi di SMP.
Terpilih menjadi Duta Literasi di SMK karena dedikasi dalam dunia kepenulisan dan semangat menyebarkan cinta pada kata.
Bersama Kak Muharik Alif Fauzan, yang kerap dipanggil Kak Alif.
Lolos seleksi penerbitan cerpen oleh Puspamalapustaka—dari lebih dari 1.500 peserta menjadi 350 penulis terpilih.
“Tak pernah ada tulisan yang sia-sia. Setiap kalimat memiliki jalan pulangnya sendiri kepada mereka yang membutuhkan.” – Raaishlora
Terima Kasih
Media Sosial :