---
"Apa yang terngiang pertama kali ketika mendengar angka 90 persen?"
Sembilan puluh persen adalah sesuatu yang hampir lengkap. Hampir sempurna. Namun tetap menyisakan sepuluh persen yang tidak pernah kita miliki.
Mungkin begitulah beberapa pertemuan dalam hidup.
Kita bertemu seseorang, kemudian tanpa sadar menjadi bagian dari hidupnya. Kita mengenal lukanya, mendengarkan masa lalunya, dan perlahan hadir di tempat yang sebelumnya hanya dipenuhi kesepian. Kita mungkin bahkan berhasil membuatnya kembali tersenyum.
"Namun, apakah menjadi seseorang yang berarti dalam hidup orang lain berarti kita ditakdirkan untuk tinggal di dalamnya?"
90 percent bercerita tentang seorang laki-laki introvert yang bertemu dengan seorang perempuan yang takut jatuh cinta. Mereka datang dengan luka masing-masing, kemudian tanpa pernah benar-benar merencanakannya, menjadi tempat satu sama lain untuk belajar sembuh.
Tetapi semakin dekat mereka satu sama lain, semakin mereka menyadari bahwa ada hal-hal yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan kehadiran seseorang.
Ada masa lalu yang belum selesai. Ada perasaan yang tidak pernah benar-benar terucapkan. Ada seseorang yang masih tertinggal dalam ingatan. Dan ada pertemuan yang mungkin memang datang bukan untuk menetap, melainkan untuk mengubah seseorang sebelum akhirnya pergi.
"Lantas, jika dua orang dipertemukan hanya untuk menyelesaikan luka yang mereka bawa masing-masing, apakah pertemuan itu tetap dapat disebut sebagai sebuah kisah cinta?"
Atau mungkin, cinta tidak selalu hadir untuk membuat dua orang tinggal bersama.
Genre: Drama, Komedi, Sastra dan Perbedaan Agama.