FAQ SEPUTAR ASSESSMENT, TERAPI
&
LAYANAN PSIKOLOGI
*WAJIB UNTUK DIBACA*
*Catatan : Klien dinyatakan sudah memahami informasi seputar asesment dan terapi di CDC dengan diberikannya link informasi ini via chat WA CDC Hotline.
Sehingga klien dinyatakan telah bersedia memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku di CDC ketika memutuskan untuk mendaftar penjadwalan Sesi Asesmen dengan Psikolog di CDC.
*Dimohon membaca secara lengkap dan detil informasi yang tercantum di link ini secara keseluruhan.
Dear Ayah Bunda,
Berikut ini merupakan FAQ yang kami rangkum terkait pertanyaan seputar assessment/ pemeriksaan tumbuh kembang anak dan juga terapi tumbuh kembang anak di Rumah Terapi Tumbuh Kembang Anak & Layanan Psikologi CDC.
Untuk update informasi slot jadwal terapi selengkapnya atau selanjutnya dapat menghubungi Hotline CDC via WA.
Layanan Terapi Tumbuh Kembang Anak CDC meliputi ;
1. Asesmen tumbuh kembang anak.
2. Terapi Sensori Integrasi.
3. Terapi Okupasi.
4. Terapi Wicara & Bahasa.
5. Terapi Perilaku.
6. Tes Psikologi ; Tes IQ, Tes Potensi Bakat, Tes Kesiapan Sekolah (disesuaikan dengan
kebutuhan ataupun rekomendasi dari Psikolog CDC).
----------
Regards,
Tim Manajemen CDC
Baik Bunda Ayah, Ananda dapat mengikuti sesi terapi tumbuh kembang anak (terapi SI/SPI/OT/BT/TW), jika sudah mengikuti sesi asesmen/ pemeriksaan/ screening tumbuh kembang anak oleh Psikolog CDC. Asesmen awal dengan Psikolog CDC bersifat WAJIB.
Iya Bunda, asesmen tumbuh kembang anak dengan Psikolog CDC bersifat WAJIB diikuti oleh klien sebelum mengikuti sesi terapi tumbuh kembang anak di CDC. Jenis terapi menyesuaikan dengan rekomendasi dari Psikolog CDC.
3. Miss, Untuk mengikuti sesi asesmen tumbuh kembang dengan Psikolog CDC, apakah dapat sewaktu-waktu, ataukah dengan perjanjian terlebih dahulu?
Baik Bunda Ayah,
Untuk mengikuti sesi layanan dengan Psikolog CDC (baik sesi asesmen anak, sesi evaluasi terapi, tes psikologi, konseling remaja, konseling dewasa), yakni dengan perjanjian.
Penjadwalan disesuaikan dengan antrian pendaftaran layanan Psikolog CDC.
Selain itu, opsi waktu untuk penjadwalan diberikan jika sudah terlebih dahulu menunjukkan konfirmasi pembayaran jasa layanan psikologi CDC.
4. Miss, kami sudah mengikuti asesmen sebelumnya dengan dokter/ psikolog di tempat lain. Apakah juga diperlukan asesmen kembali oleh Psikolog CDC?
Iya Bunda, Ayah,
---
ASSESSMENT TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN PSIKOLOG CDC BERSIFAT WAJIB diikuti oleh klien sebelum mengikuti sesi terapi tumbuh kembang anak di CDC.
---
Psikolog CDC akan melakukan asesmen/ screening awal secara keseluruhan terkait tumbuh kembang dan kemampuan dasar yg dimiliki/ dicapai ananda saat ini. SEBAGAI DASAR TIM PSIKOLOG & TERAPIS CDC DALAM MENYUSUN RENCANA PROGRAM/ INTERVENSI TERAPI YANG KOMPREHENSIF.
(Hasil asesmen tumbuh kembang anak di susun secara lengkap berupa laporan tertulis oleh Psikolog CDC. Hasil asesmen total berkisar antara 9-12 halaman tergantung dari hasil temuan saat sesi asesmen bersama ananda.
---
Begitu juga saat sesi evaluasi terapi rutin (per 3 bulan), evaluasi terapi akan dibuat/ disusun oleh terapis dan disupervisi oleh psikolog CDC. (Laporan evaluasi terapi, berupa laporan tertulis sesuai dengan jenis terapi yg diikuti. laporan evaluasi tertulis yakni sekitar 8-12 halaman/ satu jenis terapi, tergantung dari proses terapi klien).
---
Seluruh RANGKAIAN ASSESSMENT & EVALUASI RUTIN PER 3 BULAN DI CDC, AKAN DIBERIKAN LENGKAP BERUPA LAPORAN TERTULIS. Sehingga ayah bunda akan mendapatkan dokumen lengkap tertulis sebagai pedoman dalam memberikan stimulasi serta melakukan evaluasi perkembangan ananda untuk stimulasi jangka waktu pendek dan jangka waktu panjang, dan semuanya terintegrasi antara Psikolog dan Terapis CDC.
---
Apabila ananda sebelumnya sudah mengikuti asesmen di tempat lain (RS/ Klinik/ Biro Psikologi) maka hasil asesmen tersebut bisa disertakan saat melakukan asesmen di CDC. Terdapat potongan biaya asesmen di CDC jika sudah asesmen terlebih dahulu dengan dokter anak atau psikolog dari luar CDC (berlaku untuk asesmen yg dilakukan maksimal 3 bulan sebelum sesi asesmen dengan Psikolog CDC). *Info terkait besaran potongan biaya/ diskon biaya dapat menghubungi CDC Hotline via WA.
5. Miss, Anak kami belum mengikuti asesmen sebelumnya baik dg dokter ataupun psikolog. Agar dapat mengikuti terapi anak di CDC, apakah anak kami perlu mengikuti asesmen terlebih dahulu dg dokter spesialis anak (DSA) di rumah sakit?
Baik Bunda, Ayah,
Hal tersebut bersifat optional. Orang tua dapat mengikuti asesmen dahulu dengan DSA, atau dapat juga mengikuti asesmen dahulu dengan Psikolog CDC, (kecuali bagi ananda yang berusia di bawah 17 bulan, serta menunjukkan kendala yang bersifat kendala fisik atau kendala medis tertentu maka direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan dengan DSA).
---
Pada kasus/ kondisi-kondisi tertentu, Psikolog CDC juga akan memberikan rekomendasi untuk mengikuti sesi konsultasi selanjutnya dengan profesional lainnya guna memperoleh data yang lebih lengkap mengenai kondisi ananda saat ini serta sebagai dasar dalam penegakan diagnosa, disesuaikan dengan hasil observasi awal ananda pada saat asesmen dengan Psikolog CDC.
---
Misalnya rekomendasi untuk konsultasi ke DSA sub spesialis tumbuh kembang anak, DSA sub spesialis syaraf anak, dr. Sp.KFR, dr. Sp.THT, atau rekan sejawat profesi lain disesuaikan dengan kebutuhan ananda bedasarkan hasil asesmen dan observasi Psikolog CDC.
6. Miss, saat penjadwalan sesi asesmen apakah anak ikut ataukah hanya orang tua saja dulu yang hadir?
Baik Bunda, Ayah,
Sesi asesmen dihadiri oleh anak dan juga orang tua (ibu dan ayah, atau salah satunya). Psikolog akan melakukan observasi dan asesmen secara langsung kepada anak dan juga diskusi bersama orang tua.
---
Saat sesi asesmen, jika yang dapat hadir hanya salah satu misalnya hanya bunda saja, maka direkomendasikan untuk dapat ditemani oleh pengasuh anak (baik oleh babysitter ataupun saudara), sehingga saat sesi diskusi antara orang tua dan psikolog, anak dapat dikondisikan dapat bermain atau ditemani oleh babysitter/ pendamping.
---
Diupayakan agar anak dalam kondisi sehat, mood baik, dan tidak tidur saat sesi asesmen agar dapat dilakukan asesmen secara langsung dengan melihat pola perilaku dan capaian-capaian keterampilan yang ananda sudah kuasai.
7. Lalu Miss, Jika kami telah mengikuti sesi asesmen tumbuh kembang anak serta mendapat rekomendasi jenis dan frekuensi terapi anak yang tercantum di Laporan Hasil Asesmen oleh Psikolog CDC, Bagaimana cara kami mendaftar jadwal terapi untuk anak kami?
Baik Bunda, Ayah,
Untuk penjadwalan sesi terapi Ayah Bunda dapat menghubungi Admin dengan menyampaikan jenis terapi yang akan diikuti.
Ayah Bunda dapat memilih paket terapi (paket 10 sesi, 20 sesi dan 30 sesi).
Admin akan menginfokan pilihan jadwal yang tersedia melalui WA Hotline CDC
8. Sejak usia berapa anak kami dapat mengikuti sesi "Assessment atau Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak di CDC Miss? dan jika anak kami menunjukkan tumbuh kembang yang sudah sesuai dengan usianya namun tetap ingin mengikuti sesi Assessment di CDC apakah bisa Miss?
Baik Ayah Bunda,
Assessment tumbuh kembang anak dapat diikuti baik oleh anak yang menunjukkan adanya kendala dalam perkembangan, maupun anak yang tidak menunjukkan adanya kendala perkembangan.
Di CDC sendiri, cukup banyak orang tua yang juga mendaftarkan putra-putrinya mengikuti sesi assessment dengan Psikolog CDC meskipun ananda cenderung menunjukkan perkembangan yang optimal sesuai milestones.
Hal tersebut menjadi bentuk perhatian bagi ananda, untuk memastikan apakah tumbuh kembang ananda susah sesuai dengan milestones usianya ataukah ada aspek yang memerlukan stimulasi lanjutan untuk keseharian aktivitas ananda bersama orang tua di rumah.
Untuk di CDC sendiri, diterapkan bahwa untuk "sesi terapi anak dapat diikuti oleh anak usia sekitar 20 bulan s.d maksimal 12 tahun”.
Namun untuk sesi assessment anak secara umum dapat diikuti oleh anak usia sekitar 17 bulan ke atas.
9. Layanan assessment & terapi tumbuh kembang anak di CDC ditujukan bagi ananda dengan kendala, suspect atau diagnosa sebagai berikut:
Catatan : dengan tetap dillakukan observasi & evaluasi rutin.
ASD (Autism Spectrum Disorder).
ADHD (Attention Defisit Hyperaktif Disorder).
SPD (Sensory Processing Disorder).
SCD (Social -pragmatic- Communication Disorder).
DCD (Developmental Coordination Disorder), misalnya kendala pada koordinasi gerak tubuh/ dyspraxia, serta kendala pada sensory processing atau sensori integrasi secara umum yang belum optimal.
Kendala atau Gangguan Wicara & Bahasa (misalnya keterlambatan bicara dan bahasa, gangguan bahasa ekpresif (GBE) & gangguan artikulasi).
ID (Intelectual Disabilty) & Slow Learner, yang memiliki kendala pada proses sensori integrasi dasar sehingga memerlukan terapi sebagai pondasi dasar perkembangan anak meliputi terapi sensori integrasi, terapi okupasi, serta terapi wicara dan bahasa untuk optimalisasi potensi ananda.
Learning Difficulties/ Kesulitan Belajar (misalnya anak dengan suspect ataupun diagnosa Disleksia).