MA Tahfidh Tasywiqu Al Qur’an
lailatulkhoirunnimah.lkn23@gmail.com
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Discovery Learning yang divariasikan dengan metode team quiz terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan pada materi struktur atom di kelas X MIPA 1 MA Tahfidh Tasywiqu Al Qur’an tahun ajaran 2025/2026 yang melibatkan 12 peserta didik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain PTK yang terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan fokus pada submateri konfigurasi elektron (Siklus I) dan bilangan kuantum (Siklus II). Hasil observasi dan wawancara mengindikasikan adanya respon positif dan antusiasme yang tinggi dari peserta didik terhadap model pembelajaran yang diterapkan. Data kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik. Hasil belajar kognitif pada siklus I mencapai 83,71% dengan kriteria baik dan meningkat pada siklus II menjadi 90,52% dengan kriteria sangat baik. Model pembelajaran ini juga berhasil meningkatkan respons afektif peserta didik yang ditunjukkan oleh peningkatan skor angket pada siklus I sebesar 84,11% dan meningkat menjadi 91,56% pada Siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning yang dikombinasikan dengan metode team quiz terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada materi struktur atom.
Kata kunci: Discovery Learning, team quiz, hasil belajar peserta didik
PRESTASI HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X MA TAHFIDH TASYWIQU QUR’AN MELALUI PENGAJARAN LANGSUNG (DIRRECT INSTRUCTION) POKOK BAHASAN BESARAN DAN PENGUKURAN
MA. Tahfidh Tasywiqu Qur’an
Hasil analisis prestasi belajar fisika siswa di kelas X MA. Tahfidh Tasywiqu Qur’an beberapa tahun sebelumnya masih rendah dalam hal praktikum terutama dalam penggunaan alat-alat ukur dan cara pembacaan skala alat ukur. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mengetahui peningkatan hasil pembelajaran menggunakan model pengajaran langsung (direct instruction) pokok bahasan besaran dan pengukuran, dalam penggunaan alat ukur panjang. Penelitian tindakan ini menerapkan 3 siklus, tiap siklus mengacu prosedur pelaksanaan Kemmis dan Mc. Taggart memerlukan 4 tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen penelitian terdiri dari lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, lembar pengamatan aktivitas siswa, tes hasil belajar siswa, dan angket respons siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes, dan angket. Analisis data penelitian meliputi aktivitas siswa, hasil belajar siswa, dan respons siswa. Pada akhir pelaksanaan penelitian tindakan, di setiap siklus tampak ada peningkatan aktivitas belajar awalnya 35% menjadi 75% dan prestasi hasil belajar pada penilaian pretes siswa memperoleh nilai rata-rata 36,63, pada siklus 1 siswa yang memperoleh nilai rata-rata tes formatif 66,00 tuntas 59 %, siklus 2 siswa yang memperoleh nilai rata-rata tes formatif meningkat menjadi 82,07 tuntas 78%, hal ini belum memenuhi ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 80 % untuk nilai KKM 70. Disimpulkan bahwa penerapan model pengajaran langsung ini layak digunakan dalam peningkatan kualitas prestasi pembelajaran fisika.
Kata Kunci: Pengajaran langsung, fisika, hasil belajar, besaran dan pengukuran