Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. (sumber : Perpres 72 tahun 2021). Nutrition report 2016 mencatat bahwa prevalensi stunting di Indonesia berada pada peringkat 108 dari 132 negara.
Dampak kesehatan :
Gagal tumbuh (berat lahir rendah, kecil, pendek, kurus), hambatan perkembangan kognitif dan motoric.
Gangguan metabolik pada saat dewasa → risiko penyakit tidak menular (diabetes, obesitas, stroke, penyakit jantung, dan lain sebagainya).
Dampak ekonomi :
Berpotensi menimbulkan kerugian setiap tahunnya : 2-3 % GDP.
Untuk mencegah dan menurunkan stunting, pemerintah telah menetapkan kerangka kebijakan yang diputuskan melalui rapat tingkat menteri tanggal 12 juli 2017 dipimpin oleh Wakil Presiden dan memutuskan bahwa pencegahan stunting dilakukan dengan pendekatan multi-sektor melalui sinkronisasi program-program nasional, lokal, masyarakat di tingkat pusat dan daerah. Pada rapat koordinasi tingkat Menteri tanggal 9 agustus 2017 memutuskan lima pilar pencegahan stunting, yaitu: (i) Komitmen dan visi kepemimpinan, (ii) Kampanye nasional dan perubahan perilaku, (iii) Konvergensi, koordinasi, dan konsolidasu program pusat, daerah dan desa, (iv) Gizi ketahanan pangan, (v) Pemantauan dan evaluasi.
Salah satu indikator kesehatan mengenai masalah gizi kronis adalah stunting. Target indikator kinerja “Prevalensi Stunting (pendek dan sangat pendek) pada balita” pada tahun 2022 sebesar < 7,7%, sedangkan di Kecamatan Sukoharjo angka stunting tahun 2022 yaitu 13,5%. Tingginya angka stunting di Kecamatan Sukoharjo menjadi latar belakang terbentuknya inovasi "POSTINGAN SERU" ini. Postingan Seru merupakan sebuah Pos dimana dilakukan pelayanan terpadu bagi balita dengan masalah gizi yang dilakukan di masing-masing Kelurahan di Kecamatan Sukoharjo. Pelayanan tersebut meliputi :
Validasi pengukuran antropometri
Pemeriksaan Kesehatan Gigi
Pemeriksaan Klinis (berupa anamnesa & pemeriksaan fisik oleh dokter umum)
Pemeriksaan Mantoux dan skrining anemia
Pemeriksaan SDIDTK
Penggalian factor determinan
KIE (Gizi, Pertumbuhan & Perkembangan, Kesling)
Pemberian PMT (program Kelurahan)
Selama kurun waktu tahun 2023 (Januari-Juni) Kegiatan diatas telah dilakukan di Kelurahan Kenep pada bulan Mei dan Kelurahan Kriwen pada bulan Juni. Dengan adanya inovasi ini diharapkan meningkatnya kesadaran masyarakat di bidang kesehatan, meningkatnya percepatan penurunan dan pencegahan stunting, meningkatnya capaian kegiatan program kesehatan sehingga prevalensi stunting di wilayah Kecamatan Sukoharjo bisa turun.
Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis di paru. Kondisi ini, kadang disebut juga dengan TB paru. Bakteri tuberkulosis yang menyerang paru menyebabkan gangguan pernapasan, seperti batuk kronis dan sesak napas. Penderita TBC biasanya juga mengalami gejala lain seperti berkeringat di malam hari dan demam. Pengobatan penyakit tuberkulosis biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan aturan minum obat yang ketat guna mencegah risiko terjadinya resistensi antibiotik. Jika tidak ditangani dengan segera, TBC dapat berakibat fatal. Bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat menginfeksi bagian organ tubuh lainnya, seperti ginjal, tulang, sendi, kelenjar getah bening, atau selaput otak, kondisi ini dinamakan dengan TB ekstra paru. Indonesia berada di urutan ke 3 negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia setelah India dan Cina. Data tahun 2019 menunjukkan, ada sekitar 845.000 penderita TBC di Indonesia. Penyakit ini dapat berakibat fatal bagi penderitanya jika tidak segera ditangani. Meski begitu, TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan dan bisa dicegah. Kasus TB sendiri seperti fenomena gunung es, jumlah kasus TB yang ditemukan dan diobati masih sedikit dibandingkan dengan jumlah kasus TB yang sesungguhnya ada di masyarakat
Untuk memerangi TB, Puskesmas Sukoharjo sebagai salah satu pusat pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Sukoharjo melakukan inovasi dalam upaya skrining deteksi dini penyakit Tuberkulosis atau TB di wilayah yang berpotensi berisiko tertular penyakit Tuberkulosis. Kegiatan Penjaringan Terduga Tuberkulosis pada Masyarakat Umum atau disingkat "RINDU PADAMU" ini meliputi penjaringan terduga kasus TBC baik pada bayi dan balita, anak usia sekolah dan kelompok umur lainnya. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan di poli umum, posyandu, posyandu lansia, penjaringan anak sekolah dll. Kegiatan "RINDU PADAMU" ini bermanfaat meningkatkan jumlah suspek TB dan meningkatkan cakupan penanganan TB Paru positif agar segera diobati, sehingga dapat memutus mata rantai penularan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Inovasi ini menjadi salah satu program prioritas di Puskesmas Sukoharjo tahun 2023.
Selama kurun waktu tahun 2023 (Januari-Juni) kegiatan yang telah terlaksana adalah : pemantauan minum obat TBC, pemberian terapi pencegahan TBC pada bulan Februari di kelurahan Dukuh, skrining tes mantoux pada kasus terduga TB anak pada bulan Juni di kelurahan Kriwen, Skrining TBC di toserba Laris pada bulan Maret (bekerjasama dengan pos UKK), kegiatan investigasi kontak TBC pada bulan April di kelurahan Sonorejo.
Hipertensi adalah masalah kesehatan ditandai oleh tekanan darah sistolik persisten di atas 140 mmhg dan tekanan darah diastolik di atas 85 mmhg. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor dua setelah stroke, yaitu mencapai 6,8 % dari populasi kematian di Indonesia.
Menurut data jumlah penduduk lansia Kecamatan Sukoharjo tahun 2019 adalah 12.352 jiwa (12.8%).5 Sedangkan angka hipertensi pada lanjut usia di Puskesmas Sukoharjo pada tahun 2018-2019 menduduki peringkat ke 2 terbanyak penyakit tidak menular setelah dispepsia. Sepanjang tahun 2019 kunjungan pasien hipertensi di Puskesmas Sukoharjo yaitu 3.355 kasus. Sedangkan menurut data PIS-PK tahun 2019, menunjukkan jumlah penderita hipertensi di Kecamatan Sukoharjo sebanyak 1.428 penderita. Dari jumlah tersebut didapatkan jumlah penderita yang teratur minum obat sebanyak 655 (45,8%) penderita, sedangkan sebanyak 773 (54,2%) penderita minum obat tidak teratur.
Salah satu indikator kesehatan mengenai masalah penyakit tidak menular adalah adalah Penderita Hipertensi Usia 15 Tahun Keatas yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar. Target indicator kinerja “Penderita Hipertensi Usia 15 Tahun Keatas yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar” pada tahun 2022 sebesar 100%, sedangkan di Kecamatan Sukoharjo capaian Penderita Hipertensi Usia 15 Tahun Keatas yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar tahun 2022 yaitu 29,43%. Rencahnya capaian tersebut di Kecamatan Sukoharjo menjadi latar belakang terbentuknya inovasi Suketeki ini.
Oleh karena itu, maka diperlukan langkah-langkah untuk mencegah dan deteksi dini, dan mengendalikan tekanan darah tinggi yang efektif untuk mencegah terjadinya komplikasi. Langkah-langkah tersebut dimaksudkan untuk dapat mendeteksi dini dan mencegah terjadinya komplikasi dari penyakit hipertensi pada masyarakat Sukoharjo. Untuk mencapai hal tersebut Puskesmas Sukoharjo mempunyai strategi dengan inovasi SUKETEKI (Sukoharjo Peduli Tekanan darah Tinggi).
SUKETEKI merupakan inovasi UPTD Puskesmas Sukoharjo untuk mengendalikan tekanan darah tinggi pasien di Wilayah Puskesmas Sukoharjo. Bentuk kegiatan SUKETEKI adalah :
1.KEGIATAN INDIVIDU
a.pasien hipertensi yang berkunjung di puskesmas induk Sukoharjo
2.KEGIATAN KELOMPOK
a.PROLANIS (setiap 1 bulan sekali, sabtu minggu pertama)
b.POSBINDU : penderita hipertensi rutin datang ke posbindu dengan diberikan pengobatan yang continue
3.PENYULUHAN KESEHATAN
a.Penyuluhan di ruang tunggu puskesmas setiap hari selasa (PENSIL)
b.edukasi hipertensi dan komplikasi pada setiap peserta (KASIH KOPER)
Dengan adanya inovasi ini diharapkan meningkatnya kesadaran masyarakat di bidang kesehatan, meningkatnya kepatuhan pasien minum obat hipertensi, meningkatnya capaian kegiatan program kesehatan sehingga capaian Penderita Hipertensi Usia 15 Tahun Keatas yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar di wilayah Kecamatan Sukoharjo dapat meningkat.
Penilaian Kinerja Puskesmas adalah suatu proses objektif dan sistematis dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk menentukan seberapa efektif dan efesien pelayanan Puskesmas yang diberikan, serta sasaran yang dicapai sebagai penilaian hasil kerja/ prestasi Puskesmas.
Puskesmas Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo telah melaksanakan Penilaian Kinerja Puskesmas ( PKP ) tahun 2022. Dengan dilakukan peniaian kinerja ini bisa dilihat program mana yang berkinerja kurang, cukup dan baik. Penilaian kinerja Puskesmas ini juga menjadi pijakan untuk melaksanakan perencanaan di tahun mendatang.
Puskesmas Sukoharjo telah melaksanakan penilaian kinerja tahun 2022 dengan hasil sebagai berikut :
a. Kinerja UKM Esensial berkategori baik
b. Kinerja UKM Pengembangan berkategori kurang
c. Kinerja UKP berkategori cukup
d. Kinerja Manajemen berkategori baik
e. Kinerja Mutu berkategori baik
Secara total keseluruhan kinerja Puskesmas adalah Cukup. Hasil Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) tahun 2022 menjadi dasar untuk perencanaan kegiatan di tahun berikutnya.
Kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan dokumen ini diucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Dengan penyusunan dokumen ini diharapkan upaya Puskesmas Sukoharjo dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan di masa depan dapat terarah dan teratur.
Dalam melaksanakan tugas Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) selama Semester I Tahun 2023, dapat disimpulkan sebagai berikut :
Pelaksanaan pelayanan publik di Puskesmas Sukoahrjo secara umum mencerminkan tingkat kualitas yang Baik dengan nilai SKM 83,088. Terjadi kenaikan kinerja penyelenggaraan pelayanan publik dibandingkan tahun 2022.
Unsur pelayanan yang termasuk tiga unsur terendah dan menjadi prioritas perbaikan yaitu jangka waktu, sarana prasarana, dan prosedur pelayanan.
Sedangkan tiga unsur layanan dengan nilai tertinggi yaitu tarif pelayanan, pengaduan dan kompetensi.
Demikian pelaksanaan kegiatan penyusunan SKM Semester 1 Tahun 2023 untuk semua pelayanan pada Puskesmas Sukoharjo, sebagai upaya untuk mengetahui seberapa besar indeks dan tingkat Kinerja Puskesmas Bendosari, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai pedoman peningkatan Kinerja dari pelayanan kepada masyarakat pada tahun berikutnya
Dari hasil survey kepuasan pelanggan yang dilaksanakan pada Semester I menghasilkan nilai 86,3% (SANGAT PUAS). Kami menyadari bagaimanapun usaha yang kami laksanakan untuk memberikan kepuasan kepada “pelanggan” dalam pelayanan, masih mempunyai kekurangan-kekurangan, sebagaimana pendapat responden yang masih merasakan beberapa kekurangan tersebut.
Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat tentunya harus adanya kerjasama yang baik antar personil pelaku pelayanan yang ada di Puskesmas Sukoharjo. Selain itu perlu juga perhatian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo dalam hal pemenuhan kebutuhan-kebutuhan puskesmas dalam rangka peningkatan pelayanan tersebut, antara lain penempatan tenaga medisdan paramedis yang punya komitmen untuk bekerja, pendanaan yang dibutuhkan dalam kelengkapan pelayanan serta kebijakan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dimana sarana pelayanan itu berada.
Semoga laporan ini dapat menjadi masukan yang berharga terutama bagi pelaku pelayanan yang ada di Puskesmas Sukoharjo. Dan juga dapat menjadi masukan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Semoga di tahun-tahun mendatang pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat akan menjadi lebih baik dari yang sudah dilakukan selama ini.
Puskesmas Sukoharjo adalah Puskesmas Rawat Jalan yang berlokasi di
Jl. Jaksa Agung Raya Suprapto No.17, Tanjungsari, Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo
Telepon : (0271) 592285
Email : puskesmas.sukoharjo@sukoharjokab.go.id
Copyrights © 2023 All Rights Puskesmas Sukoharjo