Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem strategis di kawasan pesisir. Selain sebagai penopang keberlangsungan sistem ekologi yang berlangsung di dalamnya, mangrove juga memberikan manfaat untuk lingkungan di sekitarnya.Ekosistem mangrove ikut menentukan keberlangsungan hidup ekosistem terumbu karang dan lamun dan secara bersama-sama melindungi kawasan pesisir dibelakangnya dari bahaya gelombang, angin kencang dan tsunami. Namun demikian, mangrove juga merupakan kawasan untuk kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Berbagai hal tersebut memberikan tanda betapa pentingnya pelestarian ekosistem mangrove dilakukan di negara tropis. Keseimbangan ekosistem mangrove ditentukan oleh faktor utama pembentuk sistem, yaitu komunitas mangrove. Tekanan yang semakin tinggi terhadap komunitas mangrove sejauh ini menyebabkan semakin menurunnya kualitas vegetasi mangrove. Hal ini bisa dilihat dari turunnya luasan komunitas mangrove secara global. Indonesia sebagai pemilik ekosistem mangrove paling luas di dunia, memiliki laju penurunan luasan mangrove yang paling tinggi dibandingkan dengan lokasi lainnya. Monitoring kesehatan komunitas mangrove merupakan salah satu identifikasi dan kondisi potensi vegetasi yang dilakukan dalam menopang kegiatan pengelolaan yang dilakukan secara reguler dalam periode waktu tertentu.
Setelah mengikuti pelatihan pemantauan kondisi padang lamun, peserta diharapkan mampu melakukan monitoring Mangrove mulai dari persiapan, pemantauan dan pelaporan sesuai dengan metode yang ditentukan dengan baik dan benar.
Menerapkan komunikasi dan kerjasama di tempat kerja
Melaksanakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Lingkungan Mangrove
Menentukan Personil Survei Komunitas Mangrove
Menyiapkan Alat dan Bahan Pengambilan Data Kondisi Komunitas Mangrove
Menentukan Stasiun Pemantauan Komunitas Mangrove
Melakukan Pelacakan Stasiun Pemantauan Komunitas Mangrove
Melakukan Pengambilan Data Pemantauan Komunitas Mangrove
Menganalisis Data Hemispherical Photography
Menganalisis Data Komunitas Mangrove
Membuat Laporan Penilaian Kondisi Komunitas Mangrove
Persiapan Penilaian Kondisi Mangrove
Pengantar kegiatan pemantauan dan K3 komunitas mangrove
Persiapan Pelaksanaan Pemantauan Komunitas Mangrove
Pengambilan Data Pemantauan Komunitas Mangrove
Pengolahan, Analisis Data dan Interpretasi Hasil Pemantauan Komunitas Mangrove
Penyusunan laporan pemantauan komunitas mangrove
Komunikasi dan Kerjasama di Tempat Kerja
Evaluasi Program
Blended Learning
Pelatihan ini dilaksanakan selama 7 hari
jumlah peserta pelatihan sebanyak 10 orang
Persyaratan minimal harus dipenuhi seorang peserta sebelum mengikuti sebuah program pelatihan berbasis kompetensi. diantaranya :
Pendidikan minimal SMA/SMK Sederajat (dibuktikan dengan ijazah)
Pengalaman Kerja
Diutamakan memiliki pengalaman kerja sbb :
• Memiliki ijazah pendidikan SMA sederajat dan pengalaman kerja dibidang mangrove minimal 5 (lima) tahun (bukti dengan self declare).
• Memiliki ijazah pendidikan SMA sederajat: bukti pendidikan dibidang botani/ekologi laut/IPA.
• Memiliki ijazah pendidikan S1 dan memiliki pengalaman survei mangrove (2x) (dibuktikan dengan surat tugas/laporan survei).
Mampu mengoperasikan word processing dan spread sheet
Diutamakan pernah mengikuti penelitian, rehabilitasi atau pengelolaan mangrove.
Memiliki keinginan yang kuat dan sungguh-sungguh untuk mengikuti kegiatan pelatihan.
Sehat jasmani dan rohaniyang dibuktikan melalui Surat Keterangan Sehat Dokter dan surat keterangan tidak hamil bagi peserta wanita yang menikah (dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter yang dikeluarkan paling lambat per 1 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan)
Peserta harus menyiapkan perlengkapan pribadi yang dibutuhkan seperti:
• Perlengkapan lapangan dasar pribadi seperti kaos kaki, sepatu booties, baju lengan panjang dan celana canjang.
• Kamera digital
• Obat – obatan pribadi.
• Membawa Laptop
Maksimal berumur 35 tahun
Pembiayaan pelatihan berdasarkan tarif PNBP