Pahlawan tanda tanda jasa kini kembali mengukir sejarah. Perwakilan guru, kepala sekolah, dan pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang meluncur ke Ibukota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda pada Kamis, 17 November 2022 tepatnya di Universitas Mulawarman. Bukan hanya sekadar sebagai undangan namun diminta sebagai saksi atas Peluncuran Video dan Buklet Story of Change – Kalimatan Timur Pijar Pembelajaran: Perjuangan Insan Pendidikan Penyangga Nusantara yang diusung oleh Tanoto Foundation. Acara yang digelar mulai 13.30 Wita ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan Kalimantan Timur, Kepala Balai Guru Penggerak Kalimantan Timur, Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Mulawarman, mahasiswa FKIP Unmul serta 20 insan pejuang pendidikan dari empat kota/kabupaten di Kalimantan Timur. Fasilitator Program PINTAR TF Kota Bontang yang hadir terdiri dari Siti Chusuning Khayah selaku Kepala SMPN 2 Bontang (sebelumnya Kepala SMPN 9 Bontang), Kamiyati selaku Kepala MTs Al-Ikhlas Bontang, Jarot Endik Setiawan selaku Pengawas Mapel Bahasa Inggris SMP Disdikbud Kota Bontang, Hermi Syafruddin selaku Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Bontang, dan Yani Astutik selaku Kepala SDN 001 Bontang Utara. Video dan buklet ini menggambarkan 20 pejuang pendidikan dari Kabupaten Paser, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan. Layaknya sejarah yang abadi, kisah perjuangan mereka dalam dunia pendidikan dirangkai dalam susunan kata per kata disertai cuplikan gambar dan video. Kegiatan yang dibawakan oleh Chacha Annissa, presenter TvOne ini disaksikan secara langsung via Zoom Meeting dan Live Youtube dengan tautan www.youtube.com/watch?v=PpnOXXZbF6E. Buklet ini pun dapat dibaca secara daring dengan akses tautan berikut www.tanotofoundation.org/id/pijar-pembelajaran/ . (Hermi S)
Selasa, 15 November 2022 pukul 08.00 Wita Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Saparuddin, S.H., M.Pd. membuka Pelatihan Modul 3 Topik 3 - Keterampilan Khas Mata Pelajaran. Pelatihan ini diikuti oleh guru mitra dari 5 mata pelajaran yakni Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kegiatan hari ini adalah rangkaian akhir dalam pelatihan yang dimulai sejak 31 Oktober lalu secara sinkronus dengan moda daring dan tatap muka serta asinkronus dengan LMS.
Berbeda dengan Modul 1 dan 2, kali ini Tanoto Foundation meramu modul 3 dengan memusatkan model pembelajaran sebagai keterampilan khas mapel. Hal ini tentu saja bukan hal baru, namun dengan hadirnya pelatihan ini dapat menyegarkan dan kembali menguatkan model-model pembelajaran. Sekaligus dapat membuktikan dan bahkan bisa menjadi dasar untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan mencoba beberapa model di materi yang beragam. Guru mitra telah mendapatkan pengetahuan baru tentang materi apa saja yang dapat menggunakan model pembelajaran tertentu sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan keterampilan khusus tiap mata pelajaran. Diskusi antarmapel pun terjalin dengan harmonis ketika seluruh perwakilan mapel mempresentasikan praktik baiknya. Ditambah penguatan dari fasda, fasprov, serta fasnas yang membuat pemahaman semakin mantap. Selamat Bapak/Ibu guru mitra yang telah menuntaskan 1 pelatihan lagi. Semoga bermanfaat dan membawa keberkahan bagi kita semua. (HS)
Bontang - Seluruh perwakilan praktisi pendidikan yang terdiri dari guru, pengurus MGMP kepala sekolah, pengawas SMP Kota Bontang turut hadir dalam pembukaan Pelatihan Aktualisasi Kurikulum Merdeka.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang yang bekerjasama dengan Tanoto Foundation dan Komunitas Fasilitator Pembelajaran. Auditorium Taman 3 Dimensi menjadi saksi atas semangat pemulihan pendidikan dari seluruh peserta dan undangan pada Selasa, 23 Agustus 2022 pagi.
Acara yang dibuka oleh Drs. Sunarya, M.Pd selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang ini turut didukung pula oleh CSR PT Badak LNG selaku mitra pembangunan Kota Bontang yang turut memenuhi kebutuhan pelatihan. Selain itu, Affan Surya, Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Kaltim menerangkan akan mendukung komunitas praktisi baik MGMP, MKKS ataupun wadah-wadah lainnya dalam bidang pendidikan.
Materi Alternatif Pengorganisasian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka hadir sebagai topik diskusi pada hari pertama yang disampaikan oleh Yudi Utomo selaku Spesialis Pelatihan Sekolah dan Guru Tanoto Foundation.
Peserta berdiskusi dengan metode hybrid menggunakan aplikasi zoom meeting karena pemateri berada di luar kota. Namun, hal ini tidak menganggu kekhidmatan proses transfer ilmu terkait pengelolaan pembelajaran untuk mendukung capaian pembelajaran (CP) dan Profil Pelajar Pancasila.
Ratusan peserta pelatihan yang merupakan guru dari 28 SMP/MTs Kota Bontang akan ditugaskan kembali pada 26 dan 27 Agustus 2022 secara daring untuk menguatkan kembali konsep Merdeka Belajar, Optimalisasi Platform Merdeka Mengajar, Aplikasi Pembelajaran berupa Quizizz dan Canva yang dikemas bersama Pembelajaran Aktif, dan Penguatan Kurikulum Merdeka, serta Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. (HS)