kolam penglukatan yang biasa digunakan untuk penyucian diri
Terdapat juga tempat penyewaan loker dan kain bagi pengunjung yanng datang ke pura tirta empul
Wisatawan yang berkunjung ke Tirta Empul harus menghormati tempat sakral ini. Sebab, masyarakat meyakini mata air di Tirta Empul menjadi sumber kekuatan magis yang dapat memberi kehidupan dan kemakmuran serta mensucikan diri.
Pengunjung yang akan melakukan tradisi Melukat di Tirta Empul dianjurkan untuk mandi atau berendam sesaat dengan tujuan menyucikan diri. Kegiatan ini bisa dilakukan di dalam kolam dari pancuran ujung sebelah kiri.
Berpakaian adat atau memakai selendang kuning
Dilarang memakai celana pendek
Rambut tidak boleh terurai saat melakukan Melukat
Dilarang memakai sabun, pasta gigi, shampo, dan sejenis lainnya
Perempuan wajib memakai baju saat Melukat
Dilarang mencuci pakaian
Dilarang membasahi sarung dari kantor depan
Dilarang membawa segala jenis kamera ke kolam suci saat ritual
Perempuan yang sedang datang bulan, menstruasi, nifas tidak diperbolehkan masuk
Wisatawan yang berkunjung ke Tirta Empul harus menghormati tempat sakral ini. Sebab, masyarakat meyakini mata air di Tirta Empul menjadi sumber kekuatan magis yang dapat memberi kehidupan dan kemakmuran serta mensucikan diri.
Pengunjung yang akan melakukan tradisi Melukat di Tirta Empul dianjurkan untuk mandi atau berendam sesaat dengan tujuan menyucikan diri. Kegiatan ini bisa dilakukan di dalam kolam dari pancuran ujung sebelah kiri.
Berpakaian adat atau memakai selendang kuning
Dilarang memakai celana pendek
Rambut tidak boleh terurai saat melakukan Melukat
Dilarang memakai sabun, pasta gigi, shampo, dan sejenis lainnya
Perempuan wajib memakai baju saat Melukat
Dilarang mencuci pakaian
Dilarang membasahi sarung dari kantor depan
Dilarang membawa segala jenis kamera ke kolam suci saat ritual
Perempuan yang sedang datang bulan, menstruasi, nifas tidak diperbolehkan masuk
Melukat di Tirta Empul dapat dilakukan dengan cara berikut.
Pengunjung harus memakai pakaian sopan yang menutupi seluruh bagian tubuh, termasuk bahu dan lutut
Pengunjung harus menggunakan sarung untuk menutupi bagian kaki
Pengunjung harus mandi terlebih dahulu di kolam mandi yang ada di Pura Tirta Empul
Pengunjung harus berdoa dan membuat persembahan di tempat yang disediakan untuk memulai ritual Melukat.
Pengunjung dapat membersihkan diri dengan mengambil air suci dari kolam dengan menggunakan gayung
Pura Tirta Empul dibangun disekililing sebuah sumber mata air yang besar pada 962 M selama wangsa Warmadewa oleh raja Sri Candrabhayasingha Warmadewa (dari abad ke-10 hingga ke-14). Nama pura berasal dari sumber mata air tersebut yang dinamakan "Tirta Empul".