Penulis : Agus .SetyoBudi
Mahasiswa Magister manajemen Fakultas Ekonomi UMPO
Tenaga Kerja Migran Indonesia di Malaysia : Di Balik Jerih Payah Pahlawan Devisa"
Malaysia telah lama menjadi salah satu negara tujuan utama bagi tenaga kerja migran Indonesia. Kedekatan geografis, budaya yang relatif mirip, serta kebutuhan tenaga kerja di sektor domestik dan konstruksi menjadikan Malaysia pilihan yang logis bagi banyak warga Indonesia yang mencari perbaikan hidup dan tanpa skill khusus untuk bisa bekrja di sana.
Sebagian besar tenaga kerja Indonesia di Malaysia bekerja di sektor seperti asisten rumah tangga, buruh perkebunan, hingga pekerja proyek. Mereka disebut "pahlawan devisa", karena kiriman uang mereka membantu menopang ekonomi keluarga di kampung halaman.
Geografis dan kemiripan budaya seringkali menjadi alasan utama mengapa Malaysia menjadi pilihan favorit. Seperti yang di alami oleh tenaga migran indonesia, sebut saja namanya pak Sulton, pak sulton ini sudah sangat lama menjadi PMI (Pekerja Migran Indonesia) Beliau ini sejak tahun 1992 sudah merantau ke Negeri jiran , kurang lebih 32 tahun sudah di jalani sebagai tenaga kerja migran.
6 bersaudara dari beliau sudah ada di malaysia sebelum pak sulton memutuskan untuk bekerja di sana, karena kondisi keluarga dan susahnya mencari lapangan pekerjaan di indonesia pak sulton bekerja sebagai pekerj proyek rata- rata gaji yang ia terima jika di kurskan di indonesia sekitar Rp. 370.000,- per hari, tempat tinggal pak sulton saat ini di kontrakan beserta pejuang devisa lainnya,karena aturan dari pemerintah malaysia disana tidak boleh beli tanah, kecuali yang sudah ber KTP Malaysia atau mempunyai kartu ISY,
Apakah mencari nafkah di malaysia mudah bapak ? bertanyaan kami kepada beliau ia pun dengan tegas menjawab, mantab !!!...di malaysia untuk mencari nafkah daripada di indonesia peluang kerja belum tentu dan tidak jelas Mesti setiap pulang ada termit yang harus di bayarkan ketika mau balik kampung “ujarnya”
Pak sulton juga menambahkan untuk tingkat keamanan dan kedisiplinan negara malaysia sangat menerapkan hal itu, di sini tidak ada tawuran / gesekan antar person , dan tentu hal – hal seperti ini ada dukungan/kebijakan dari pemerintah yang sangat kuat dan di jalankan betul, angka kekerasan dan perampkan sangat tipis ,ambil contoh saja ojek online disini tidak berani macem -macem, kerjasamanya dan siosialnyapun juga sangat baik
Terakhir ia juga berpesan beberapa hal , tingkatkan belajar, dengan ilmu akan bisa merubah diri lebih baik, yang kami alami dulu ndak bisa sekolah karena biaya, ‘ungkapnya’ mumpung sekarang banyak peluang -peluang sekolah dan kerja sebaiknya perbaiki SDM untuk bisa hidup layak di indonesia , ia juga sampaikan bahwa di malaysia dia hanya ingin menghidupi keluarga dan anak- anaknya di kampung jawa ,motivasinya adalah supaya anak-anaknya bisa bernasib lebih baik dari pada ayahnya “uangkapnya” Pak sulton saat mempunyai 5 anak, anak pertama di AKPER malang, anak kedua di pondok gontor mantingan, anak ketiga kuliah di jombang , anak empat lulus SMK MUTU malang , anak ke 5 Smk mutu malang juga , ia menegaskan selama jiwa dan raga ini masih kuat untuk bekerja keras ,tentu akan memberikan yang terbaik pendididkan untuk anak-anaknya
Nasib pekerja migran Indonesia di Malaysia adalah cerminan dari hubungan bilateral kedua negara. Lebih dari sekadar hubungan ekonomi, ini adalah tentang kemanusiaan dan keadilan serta bisa mendapatkan hak-haknya, dan kembali ke tanah air dengan martabat. Jangan biarkan harapan mereka akan kehidupan yang lebih baik pupus di negeri jiran karena lemahnya perlindungan dan penegakan hukum.
Penulis : Agus .SetyoBudi
Mahasiswa Magister manajemen Fakultas Ekonomi
Ini Tips Ampuh Menjalankan Bisnis Ritel !!!!.....
Pada rantai distribusi bisnis perdagangan, ada yang namanya pedagang ritel atau biasa dikenal dengan sebutan pengecer. Bisnis ritel sendiri merupakan sebuah model bisnis yang menjual produk kepada konsumen akhir dalam skala kecil untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan bukan untuk dijual kembali.
Dalam praktik bisnisnya, pengecer akan membeli produk dalam skala besar dari pedagang grosir atau distributor. Kemudian, mereka akan menjualnya kembali dalam jumlah kecil atau eceran. Setiap pelaku usaha yang menjalankan bisnis di industri apapun, termasuk bisnis ritel pasti memiliki tujuan yang sama yaitu mendapat keuntungan. Namun, mengembangkan dan mempertahankan bisnis ritel bukanlah pekerjaan yang mudah.
Seperti yang Anda ketahui, meskipun model bisnisnya tampak sederhana, proses menjalankan toko ritel membutuhkan banyak hal yang harus dipikirkan. Mulai dari:
1. mencari cara agar dapat bersaing dengan kompetitor
2. meningkatkan penjualan,
3. mengelola margin dan biaya,
4. mengelola model kerja secara keseluruhan.
Tips Sukses Jalankan Bisnis Ritel
Berikut 4 tips yang bisa dilakukan:
1. Menyediakan produk yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen
Setiap bisnis bersifat kompetitif. Jadi, jika tidak dapat menawarkan apa yang konsumen butuhkan dan inginkan, maka mereka akan mencarinya di tempat lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan permasalahan konsumen agar dapat menawarkan produk yang tepat.
2. Memberi pengalaman berbelanja yang terbaik
Salah satu cara terbaik untuk memastikan kesuksesan toko ritel adalah dengan menempatkan diri pada posisi konsumen dan ini yang baisanya jarang kita lakukan sebagai owner . Jalani seluruh proses mulai dari memasuki toko hingga berinteraksi dengan staf dan melakukan pembayaran. Cek apakah konsumen dapat dengan mudah menemukan barang yang mereka butuhkan atau dapat dengan nyaman menanyakan sesuatu yang tidak ada di rak serta meminta staf untuk mencarikannya?
Perbaiki jika ada kekurangan dan pastikan konsumen mendapatkan pengalaman berbelanja yang menyenangkan saat datang ke toko ritel
3. Menawarkan harga yang kompetitif
Bisnis ritel merupakan salah satu jenis usaha yang begitu menjamur. Untuk itu, demi mempertahankan pelanggan yang ada sekaligus menarik pelanggan baru agar mau belanja di toko ritel dibanding toko lainnya adalah dengan memberikan harga yang lebih kompetitif.
Pasalnya, harga barang menjadi salah satu faktor yang sangat sensitif. Kita harus mampu memberikan sedikit saja harga lebih murah dibanding dengan kompetitor, maka pelanggan akan lebih memilih datang ke toko. Tapi pastikan, Anda tetap mendapatkan untung walau memberikan harga yang lebih murah,kecuali ada program pormo / subsidi dari suplayer atau patner lainnya
4. Memilih tempat usaha yang tepat
Lokasi menjadi faktor vital untuk menentukan kesuksesan bisnis ritel. Pilihlah toko yang strategis, yakni akses yang mudah menuju lokasi toko, dekat dengan pemukiman warga, potensi pasar tersedia luas, biaya sewa atau biaya lahan yang masih terjangkau, serta mudah dilihat/ terang
Dengan mendapatkan tempat usaha yang strategis tersebut, bisa menjadi peluang toko ritel didatangi banyak pelanggan dan menjadi lebih sukses.
5. Memiliki tim atauKaryawan terbaik
Karyawan yang bekerja mempunyai peran cukup krusial/,yang kemudian mereka bisa membangun atau justru menghancurkan bisnis yang sudah kita bangun . tim terbaik adalah jurus yang handal, yang bersedia untuk membantu pelanggan setiap saat, memberikan layanan pelanggan yang ramah, serta mampu membangun loyalitas pelanggan dan meningkatkan penjualan.
Hindari mempunyai tim yang buruk. Sebab, itu hanya akan menciptakan pengalaman pelanggan yang mengecewakan sehingga bisa menyebabkan perginya pelanggan tetap, hilangnya pendapatan, dan hancurnya reputasi bisnis ritel
Salam
Penulis : Agus .SetyoBudi
Mahasiswa Magister manajemen Fakultas Ekonomi
Tantangan Sekaligus Ruang untuk Terus Berkarya
Penulis : Agus setyobudi
Perkembangan ekonomi global saat ini berlangsung dengan sangat cepat dan sarat ketidakpastian. Tekanan inflasi, konflik geopolitik, krisis iklim, serta kemajuan teknologi yang disruptif telah memengaruhi hampir seluruh sendi kehidupan. Situasi ini tidak hanya mengganggu kestabilan ekonomi negara, tetapi juga menguji ketangguhan individu serta pelaku usaha. Meski demikian, di balik berbagai tantangan tersebut, terbuka peluang luas bagi masyarakat untuk terus berkarya dan berinovasi.
Ketidakpastian dalam ekonomi global kerap dianggap sebagai ancaman serius. Namun, pengalaman sejarah membuktikan bahwa masa sulit justru sering melahirkan ide-ide besar dan terobosan baru. Perubahan pasar memunculkan kebutuhan baru, dan pada titik inilah kreativitas berkembang. Mereka yang mampu membaca peluang dan menyesuaikan diri dengan perubahan akan tetap bertahan, bahkan berkembang.
Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu jalur utama untuk terus berkarya di tengah tekanan ekonomi global. Terbukanya akses pasar secara luas memungkinkan produk dan karya lokal menjangkau pasar internasional. Pelaku UMKM, kreator, dan wirausahawan kini memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkenalkan gagasan serta produknya tanpa harus ditopang modal besar. Dalam konteks ini, inovasi dan mutu menjadi faktor penentu.
Di sisi lain, dinamika ekonomi global menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia. Aktivitas berkarya tidak lagi cukup mengandalkan keterampilan teknis semata, tetapi juga memerlukan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, serta kemauan untuk belajar secara berkelanjutan. Semangat memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kompetensi menjadi bekal penting agar mampu bersaing di tingkat global.
Peran pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat strategis dalam membangun ekosistem yang mendukung kreativitas dan inovasi. Kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha, sistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan zaman, serta budaya yang menghargai karya akan memperkuat daya saing bangsa dalam percaturan ekonomi dunia.
Pada akhirnya, tantangan ekonomi global tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti melangkah. Justru di tengah perubahan inilah semangat berkarya diuji sekaligus diperkuat. Melalui kreativitas, ketekunan, dan keberanian berinovasi, setiap individu dapat mengambil peran dalam membangun masa depan yang lebih mandiri dan kompetitif.
Mahasiswa magister manajemen fakultas ekonomi
Universitas Muhamamdiyah Ponorogo
Penulis : Agus .SetyoBudi
Mahasiswa Magister manajemen Fakultas Ekonomi
Kunci Tumbuh di Tengah Zaman Serba Instan
Penulis :agus setyobudi
Di tengah ritme kehidupan yang kian cepat, banyak orang lebih berfokus pada hasil akhir tanpa memberi perhatian pada proses yang dijalani. Keberhasilan sering dipahami sebagai pencapaian instan, bukan sebagai buah dari perjalanan panjang yang sarat pembelajaran. Padahal, semangat menjalani proses merupakan dasar penting dalam membentuk karakter, ketangguhan, dan makna sejati dari setiap keberhasilan.
Berproses berarti kesediaan untuk melewati setiap tahap dengan penuh kesadaran, meskipun jalannya tidak selalu mudah dan hasilnya belum langsung terlihat. Melalui proses, seseorang belajar menanamkan disiplin, kesabaran, ketekunan, serta kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi kegagalan. Mereka yang menghargai proses umumnya memiliki mental yang lebih kuat, karena memandang kegagalan bukan sebagai akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju tujuan.
Namun, budaya instan yang berkembang saat ini sering membuat proses dianggap sebagai penghalang. Banyak orang ingin segera berhasil tanpa komitmen usaha yang berkelanjutan. Akibatnya, ketika tantangan muncul, tidak sedikit yang memilih menyerah. Padahal, semangat berproses mengajarkan bahwa setiap kesulitan mengandung pelajaran, dan setiap langkah kecil merupakan bentuk kemajuan.
Dalam bidang pendidikan, misalnya, proses belajar memiliki peran yang jauh lebih penting dibanding sekadar hasil nilai. Peserta didik yang rajin belajar, aktif bertanya, dan mau memperbaiki kesalahan akan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam daripada mereka yang hanya berorientasi pada angka. Hal yang sama berlaku dalam dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat, di mana proses membentuk integritas serta profesionalisme seseorang.
Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab bersama—pendidik, orang tua, dan masyarakat—untuk menanamkan nilai semangat berproses sejak dini. Memberi penghargaan pada usaha, bukan semata hasil, akan melahirkan generasi yang tangguh, sabar, dan siap menghadapi tantangan perubahan zaman.
Pada akhirnya, keberhasilan sejati tidak diukur dari seberapa cepat tujuan tercapai, melainkan dari seberapa besar pertumbuhan yang dialami sepanjang perjalanan. Dengan menjunjung semangat berproses, setiap langkah menjadi bermakna, dan setiap perjuangan membawa kita semakin dekat pada versi terbaik dari diri sendiri.
Mahasiswa Magister manajemen
Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Ponorogo