ROE & ROA
1. ROE (Return on Equity)
Foto ini menunjukkan perhitungan Return on Equity (ROE) perusahaan, yang mengukur seberapa efektif perusahaan menghasilkan laba dari modal pemegang saham. ROE dihitung dengan membagi laba bersih (319.078) dengan ekuitas pemegang saham (5.831.732) dan dikalikan 100%, menghasilkan angka 5,47%. Dalam konteks umum, ROE sebesar 5,47% ini dapat dikategorikan sedang atau pas-pasan. Penilaian ini didasarkan pada fakta bahwa ROE yang lebih tinggi umumnya dianggap lebih baik, namun tanpa pembanding industri, 5,47% tidak menunjukkan kinerja yang luar biasa.
2. ROA (Return on Assets)
Foto ini juga menampilkan perhitungan Return on Assets (ROA), yang mengukur seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari aset yang dimilikinya. ROA dihitung dengan membagi laba bersih (319.078) dengan total aset (7.166.880) dan dikalikan 100%, menghasilkan angka 4,45%. Seperti halnya ROE, ROA sebesar 4,45% ini juga dapat dikategorikan sedang atau pas-pasan. Nilai ini menunjukkan bahwa perusahaan menghasilkan laba yang moderat dari asetnya, namun sekali lagi, tanpa pembanding industri, sulit untuk mengatakan apakah ini baik atau buruk.
NPM & DER
3. NPM (Net Profit Margin)
Foto ini menunjukkan perhitungan Net Profit Margin (NPM) perusahaan, yang mengukur seberapa besar laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan. NPM dihitung dengan membagi laba bersih (319.078) dengan total penjualan (9.239.926) dan dikalikan 100%, menghasilkan angka 3,45%. Dalam konteks umum, NPM sebesar 3,45% ini dapat dikategorikan sedang atau pas-pasan. Penilaian ini didasarkan pada fakta bahwa NPM yang lebih tinggi umumnya dianggap lebih baik, namun tanpa pembanding industri, 3,45% tidak menunjukkan kinerja yang luar biasa dalam menghasilkan keuntungan dari penjualan.
4. DER (Debt to Equity Ratio)
Foto ini juga menampilkan perhitungan Debt to Equity Ratio (DER), yang mengukur seberapa besar porsi utang perusahaan dibandingkan dengan modal sendiri. DER dihitung dengan membagi total utang (1.335.148) dengan total ekuitas (5.831.732), menghasilkan angka 0,23. DER sebesar 0,23 ini dapat dikategorikan bagus. Nilai ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki utang yang relatif kecil dibandingkan dengan modal sendiri, menandakan struktur keuangan yang konservatif dan risiko keuangan yang rendah. DER yang rendah umumnya dianggap menguntungkan karena menunjukkan bahwa perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang untuk membiayai operasinya.
PER
PER = (Lost Cost Price / Laba per Saham)
(815/33) = 24,70
5. PER (Price Earning Ratio)
Berdasarkan perhitungan rasio Lost Cost Price per Laba per Saham yang mencapai 24,70, dapat disimpulkan bahwa hasil ini berada pada kategori sedang, namun mendekati pas-pasan. Artinya, untuk setiap satu unit laba per saham, diperlukan biaya sebesar 24,70, yang menunjukkan bahwa harga saham atau biaya investasi relatif tinggi dibandingkan laba yang dihasilkan. Oleh karena itu, meskipun masih dalam batas wajar, perusahaan perlu meningkatkan laba per saham agar rasio ini bisa turun ke kategori yang lebih baik dan menarik bagi investor.