Pondok Pesantren Cipasung di dirikan oleh KH. Ruhiat pada tahun 1931, terletak di jalan KH. Ruhiat Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Sejak awal berdirinya pondok pesantren ini dihuni oleh 40 orang santri, 40 orang santri tersebut merupakan orang-orang yang berasal dari Pondok Pesantren Cilenga tempat KH. Ruhiat menempa ilmu. Di samping itu adapula santri “kalong”, sebutan santri kalong ini diberikan kepada santri yang ikut mengaji pada malam hari dan siang harinya kembali ke rumahnya masing-masing, mereka adalah warga yang tinggal di sekitar kompleks Pondok Pesantren Cipasung.
Seiring berjalannya waktu Pondok Pesantren ini semakin berkembang dan para santri semakin dewasa. Pada tahun 1935 di dirikan sekolah agama atau Madrasah Diniyyah dan pada 1937 KH Ruhiat mendirikan kursus kader Mubalighin wal musyawirin. Tak hanya itu yaitu pada 1943 Pesantren Cipasung juga mendirikan wahana latihan bagi santri putri dengan dibuatnya kursus kader Mubalighah.
Setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 KH Ruhiat mengembangkan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Cipasung dengan didirikannya sekolah formal yaitu sekolah pendidikan islam (SPI) pada tahun 1949 lalu sekolah ini berubah menjadi sekolah menengah pertama islam (SMPI) pada tahun 1953 di tahun yang sama didirikan pula Sekolah Rendah Islam (SRI) yang kemudian berubah menjadi madrasah wajib belajar yang kini berubah lagi menjadi Madrasah Ibtidiyyah (MI).
Pada 1951 didirikan juga Sekolah Menengah Atas Islam (SMA I) dan tak berhenti disitu KH Ruhiat mendirikan dan membuka Perguruan Tinggi Islam (PTI) dengan fakultas Tarbiyah pada 25 September 1965 yang kini dikenal dengan nama UNIK Cipasung..Selain itu didirikan juga sekolah persiapan IAIN pada tahun 1969 dan berubah menjadiMAN pada tahun 1978.
KH Ruhiat sang pioneer Pondok Pesantren Cipasung kemudian wafat pada 28 November 1977 dan kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh salah satu putranya yakni KH. Moh Ilyas Ruhiat. KH. Ilyas Ruhiat melakukan begitu banyak perkembangan dan kemajuan bagi pesantren khususnya dalam bidang pendidikan dengan mendirikan Biro Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (BP2M) dan koperasi Ponpes Cipasung pada tahun 1982, Madrasah Tsanawiyah pada tahun 1992, Sekolah Tinggi Teknologi Cipasung 1997 dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi pada tahun 1999.
Setelah wafatnya KH. Ilyas Ruhiat pada Tahun 2007 Perjuangan untuk mengembangkan pesantren dilanjutkan oleh KH. Dudung Abdul Halim sebagai pimpinan Ponpes Cipasung dan mendirikan program pasca sarjana di IAIC (saat ini UNIK) dengan program studi Pendidikan Bahasa Arab juga didirikan pula Sekolah Menengah Kejuruan Islam (SMK I) Cipasung.
Pada awal tahun 2012 KH. Dudung Abdul Halim wafat dan dilanjutkan oleh KH. A Bunyamin Ruhiat sebagai pimpinan pondok Pesantren Cipasung dan pada tahun ini juga dibuka program studi Manajemen Pendidikan Islam di Pascasarjana.
Kemudian pada akhir tahun 2022 KH. A Bunyamin Ruhiat wafat dan dilanjutkan oleh KH. Ubaidillah Ruhiat sebagai pimpinan Pondok Pesantren Cipasung hingga saat ini.
VISI
Tujuan Umum
Membina warga negara Indonesia yang berkepribadian muslim dan menanamkan nilai-nilai keagamaan disemua aspek kehidupan dalam rangka berkhidmat untuk agama nusa dan bangsa.
Tujuan Khusus
Mendidik Santri/Siswa menjadi seorang muslim yang berakhlaqul karimah, memiliki kecerdasan dan sehat lahir batin.
MISI
Besarnya tanggung jawab kita sebagai bangsa khususnya di bidang pendidikan, maka Pondok Pesantren Cipasung di tuntut untuk ikut serta dengan mengemban misi :
Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dan mampu menjawab tantangan zaman.
Mencetak para generasi yang berakhlaqul karimah melalui pendalaman kitab kuning.
Memberikan kontribusi terhadappeningkatan kualitas hidupmasyarakat melalui pola pengabdian masyarakat.
Memberikan landasan moral dan spritual untuk mencapai pembangunan manusia seutuhnya.
Menjadi suri tauladanbagi masyarakat dalam ilmu, amal dan dakwah.
MOTTO
HARAPAN MASA DEPAN, SANTRI MAMPU MEMBINA UMAT