Proses fermentasi tape adalah fermentasi yang melibatkan mikroorganisme seperti ragi dan bakteri untuk mengubah pati dalam singkong atau beras ketan menjadi gula sederhana, alkohol, dan asam organik. Berikut tahapan proses fermentasi tape:
Pilih bahan baku: Singkong atau beras ketan adalah bahan utama yang biasanya digunakan untuk membuat tape.
Pembersihan dan Pengukusan: Singkong atau ketan dicuci bersih lalu dikukus hingga matang. Proses ini bertujuan untuk melembutkan bahan, memecah pati menjadi bentuk yang lebih mudah difermentasi, serta menghilangkan mikroorganisme yang tidak diinginkan.
Setelah singkong atau ketan matang dan sudah dingin (suhu sekitar 30°C), ragi ditambahkan. Ragi tape biasanya mengandung campuran mikroorganisme seperti Saccharomyces cerevisiae (ragi), Amylomyces rouxii (kapang), dan bakteri asam laktat (seperti Lactobacillus).
Penaburan Ragi: Ragi ditaburkan secara merata pada permukaan singkong atau ketan untuk memastikan fermentasi berlangsung merata.
Penyimpanan: Setelah ragi ditambahkan, singkong atau ketan yang sudah diberi ragi dibungkus atau disimpan dalam wadah kedap udara, seperti daun pisang atau dalam wadah plastik.
Proses Fermentasi: Dalam kondisi kedap udara dan suhu yang hangat (sekitar 25-30°C), mikroorganisme dalam ragi memulai fermentasi.
Saccharomyces cerevisiae mengubah gula dari pati menjadi alkohol dan sedikit karbon dioksida, memberi rasa manis dan aroma khas tape.
Lactobacillus menghasilkan asam laktat, yang memberikan rasa asam pada tape.
Amylomyces rouxii membantu memecah pati menjadi gula sederhana yang lebih mudah diubah menjadi alkohol.
Lama Fermentasi: Fermentasi biasanya berlangsung selama 2-3 hari. Lama fermentasi memengaruhi rasa tape—semakin lama, tape cenderung lebih asam dan memiliki kandungan alkohol yang lebih tinggi.
Setelah 2-3 hari, tape siap dikonsumsi. Tape yang dihasilkan memiliki tekstur lembut, rasa manis, sedikit asam, dan aroma fermentasi khas.
Tape dapat disimpan dalam wadah tertutup dan biasanya dapat bertahan beberapa hari pada suhu ruangan atau lebih lama jika disimpan di lemari es.
LEBIH JELAS, SIMAKLAH VIDEO BERIKUT INI!