Minyak sawit dibuat melalui beberapa tahapan pengolahan buah kelapa sawit. Buah yang dipanen akan dibawa ke pabrik untuk diproses hingga menghasilkan minyak sawit yang dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produk.
Buah kelapa sawit yang sudah matang dipanen dari pohonnya. Buah yang matang biasanya ditandai dengan warna kulit yang berubah menjadi merah jingga dan adanya beberapa buah yang telah lepas dari tandannya.
Tandan buah segar (TBS) yang telah dipanen kemudian diangkut ke pabrik kelapa sawit. Pengangkutan dilakukan secepat mungkin agar kualitas buah tetap terjaga.
TBS direbus menggunakan uap panas dalam alat yang disebut sterilizer. Proses ini bertujuan untuk menghentikan aktivitas enzim yang dapat menurunkan kualitas minyak serta membantu memudahkan proses pemisahan buah dari tandannya.
Setelah direbus, buah dipisahkan dari tandannya menggunakan mesin perontok. Buah yang telah terlepas kemudian masuk ke tahap pengolahan berikutnya.
Buah sawit dilumatkan untuk memisahkan daging buah, kemudian diperas menggunakan mesin pengepres. Dari proses ini dihasilkan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).
CPO masih mengandung air, kotoran, dan komponen lainnya. Oleh karena itu, minyak melalui proses pemurnian untuk menghilangkan zat-zat yang tidak diinginkan sehingga diperoleh minyak dengan kualitas yang sesuai untuk pengolahan lebih lanjut.
Minyak sawit yang telah dimurnikan dapat diproses menjadi berbagai produk. Dalam industri pangan, minyak dapat diolah menjadi minyak goreng dan margarin. Minyak sawit juga dapat digunakan sebagai bahan baku sabun, kosmetik, oleokimia, dan biodiesel.
Panen → Pengangkutan → Perebusan → Perontokan → Pelumatan → Pengepresan → Pemurnian → Produk Olahan
Pembuatan minyak sawit merupakan rangkaian proses yang dimulai dari pemanenan tandan buah segar hingga menghasilkan minyak sawit yang siap digunakan sebagai bahan baku berbagai produk. Setiap tahap dilakukan untuk menjaga kualitas dan memaksimalkan pemanfaatan buah kelapa sawit.