Bagaimana Cara untuk Mengelola Waktu?
Salah satu tantangan yang sering dihadapi para ibu ketika ingin memulai untuk mengelola waktu adalah kebingungan. Harus darimana memulainya? Bagaimana caranya? Apa yang harus dipersiapkan?
Berbagai pertanyaan yang muncul sering kali membuat para ibu ragu untuk melangkah karena merasa bahwa proses mengelola waktu terlalu sulit untuk dilakukan oleh seorang ibu. Nah, daripada galau berkepanjangan, lebih baik kita mulai melangkah, hilangkan segara keraguan, dan lakukan suatu perubahan!
Nah, berikut ini adalah beberapa tips dari tim ProMama yang bisa mama aplikasikan untuk memperbaiki manajemen waktu:
1. Temukan "strong why"
Strong why penting sebagai panduan agar kita bisa sampai pada tujuan. Jika tidak memiliki alasan kuat kenapa kita harus memperbaiki manajemen waktu, maka kita akan tetap berada pada “zona nyaman”. Namun, jika sudah memiliki strong why, maka kita akan memiliki pegangan jika ada tantangan yang harus dilewati.
2. Miliki value kehidupan
Standar dan nilai-nilai yang kita junjung di dalam hidup akan mengarahkan kita untuk fokus meraih kebahagiaan sejati.
3. Lakukan pemetaan peran
Hal ini penting agar kita tahu peran apa saja yang harus dijalankan. Kita pun tahu bahwasannya selain menjadi seorang istri dan ibu, mama pun memiliki peran sebagai seorang individu dan anggota masyarakat. Mungkin ada pula mama yang berperan sebagai pegawai yang bekerja di ranah publik, pengusaha, dan sebagainya.
Nah, agar semua peran bisa dijalankan dengan seimbang dan berkesinambungan tanpa ada yang diabaikan, penting bagi kita untuk memetakan peran tersebut.
4. Tetapkan skala prioritas
Dengan memiliki skala prioritas, kita tahu aktivitas apa yang harus segera dituntaskan, mana yang bisa ditunda, didelegasikan, atau ditinggalkan. Perhatikan prinsip "Menarik, tetapi tidak tertarik!". Jadi, mama bisa secara bijak mengambil setiap keputusan. Jangan karena ikut-ikutan akhirnya melakukan sesuatu yang bukan kita prioritaskan.
5. Komunikasi dan bangun support system
Sampaikan secara terbuka terkait target dan tujuan yang ingin kita raih kepada support system. Entah itu suami, anak, maupun sahabat. Jadikan mereka sebagai partner yang bisa mengingatkan kita agar tetap "on track". Mengikuti komunitas juga bisa menjadi sarana agar kita tidak merasa sendirian ketika berjuang untuk memperbaiki manajemen waktu.
6. Siap berproses
Kesuksesan tidak dapat diraih tanpa kesungguhan untuk menerima segala tantangan. Jika kita terus berproses, maka kita akan terus berprogres ke arah kebaikan. Nah, mungkin kita akan mengalami kesulitan atau kebosanan di tengah jalan. Namun, jangan pernah menyerah untuk kembali memperbaiki apa yang perlu ditingkatkan. Beri apresiasi kepada diri kita sendiri. Setidaknya, hal ini membuktikan bahwa kita sudah berani untuk keluar dari zona nyaman dan terus bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik lagi.
#ProMama
#ProMamaCommunity
#TipsManajemenWaktu
#ManajemenWaktuIbu
#IbuMultiperan
#IbuPembaharu
#KeluargaPembaharu
#BundaSalihah
#DariRumahUntukDunia
#SemestaKaryaUntukIndonesia
#InstitutIbuProfesional
Manage Your Time, Manage Your Life, Become a Happy Mom
Siapa yang merasa waktu 24 jam tidak cukup untuk mengerjakan semua tugas? Tenang, Mama tidak sendirian. Banyak mama lain yang merasakan hal yang sama. Nah, tentu kita tidak mau kan, berlarut-larut untuk berkeluh kesah. Jadi, saatnya kita saling bergandengan untuk mencari tahu, apa sih yang bisa menjadi solusi untuk masalah kita?
Perasaan terburu-buru dan tidak mindful dalam menjalankan setiap peran bisa jadi karena kita belum memiliki manajemen waktu yang baik. Namun, bukankah ribet jika kita harus mengelola waktu? Nanti kita serasa dikejar-kejar waktu dan dipaksa untuk selalu disiplin serta tepat waktu. Ada yang berpikir demikian juga?
Nah, bersama tim ProMama, yuk, kita ubah mindset! Mengelola waktu itu justru bagian dari manajemen diri. Lebih jauh lagi, yaitu untuk mengelola kehidupan kita. Harapannya agar kita bisa independen untuk mengelola setiap prioritas hidup.
Oleh karena itu, yang harus kita pahami bahwa kita bukanlah objek yang diatur oleh waktu. Namun, kita adalah subjek yang mengelola waktu. Jadi, semua itu kembali kepada tujuan yang ingin kita raih ketika memperbaiki manajemen waktu.
Jika kita sudah mampu memetakan peran dan mengatur skala prioritas, tentu kita tidak akan kebingungan lagi untuk melangkah. Maka, mengelola waktu adalah untuk mengelola kehidupan. Artinya, kita ingin menjalankan setiap peran dalam kehidupan ini dengan bahagia dan penuh kesadaran.
Tentu kita tidak mau jika waktu yang dimiliki terbuang sia-sia? Yuk, melangkah bersama tim ProMama!
"Manage your time, manage your life, become a happy mom"
#ProMama
#ProMamaCommunity
#ManajemenWaktuIbu
#ManageYourTime
#ManageYourLife
#Becomeahappymom
#IbuPembaharu
#KeluargaPembaharu
#BundaSalihah
#DariRumahUntukDunia
#SemestaKaryaUntukIndonesia
#InstitutIbuProfesional
Mindset Sukses Manajemen Waktu
Saat ini, manajemen waktu ternyata tidak hanya dipelajari oleh akademisi, karyawan, ataupun kalangan profesional. Bahkan, banyak para ibu yang juga tergerak untuk mempelajari bagaimana cara untuk mengelola waktu.
Sebenarnya banyak orang yang sudah paham konsep manajemen waktu. Namun, seringkali antara teori dan praktiknya tidak berjalan selaras. Apalagi jika praktik untuk memperbaiki manajemen waktu dilakukan sendiri, bisa jadi hanya angan-angan dan wacana belaka.
Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk memiliki support system dalam proses mengelola waktu ini. Hal ini pula yang melatarbelakangi lahirnya komunitas ProMama yang berfokus untuk menyelesaikan permasalahan manajemen waktu ibu. Harapannya, para ibu bisa saling berbagi, menguatkan, dan juga mengingatkan. Selain support system yang datang dari luar, kita juga perlu membangun motivasi internal yang lahir dari kesadaran kita sendiri agar hasilnya optimal.
Nah, apa saja mindset yang harus kita bangun agar bisa sukses mengelola waktu?
Mindset #1 Waktu pagi adalah keberkahan
Waktu pagi adalah probability besar untuk kita agar bisa lebih fokus mengerjakan suatu aktivitas. Sebab, kita tidak terdistraksi dengan orang lain.
Rasulullah saw. memiliki kebiasaan mengutus pasukan di waktu pagi. Bahkan, sahabat nabi yaitu Sakhr Al Ghamidi mengirim dagangannya sejak pagi, sehingga dengan izin Allah Swt. beliau kaya dan banyak harta.
Mindset #2 Selalu memiliki rencana dan skala prioritas
Seorang muslim hendaknya memiliki target dan rencana ke depan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memiliki jadwal kegiatan, sehingga kita bisa mengatur skala prioritas. Pastikan kita memiliki rencana yang jelas dalam menggunakan waktu setiap harinya.
Mindset #3 Jangan menunda-nunda
Kita sebenarnya sudah tahu bahwa menunda melakukan hal yang baik adalah suatu tindakan yang buruk. Kita seolah terbiasa bekerja mendekati deadline dan harus puas dengan hasil yang kurang maksimal. Akhirnya, sering kali kita melakukan aktivitas dengan tergesa-gesa saat deadline sudah di depan mata. Padahal, bukankah jika dikerjakan lebih awal hasilnya bisa lebih optimal?
Mindset #4 Menjauhi perkara yang sia-sia
Banyak aktivitas yang tanpa sadar mengambil waktu kita untuk bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat. Namun, terkadang kita masih memiliki alibi sekadar untuk refreshing. Baik itu menonton drama, bermain gawai, dan sebagainya. Nah, yang perlu di-highlight adalah jangan sampai aktivitas tadi justru membuat kita terlena.
Mindset #5 Memanfaatkan kesempatan sesempit apapun
Setiap usaha yang kita lakukan untuk melakukan kebaikan itu sangat berharga. Jika mindset ini sudah terbangun, maka segala kelelahan dan rutinitas harian yang kita lakukan tidak akan menjadi sia-sia jika senantiasa diniatkan untuk beribadah.
Mindset #6 Keberkahan waktu bersumber dari Allah
Kalau kita yakin dan beriman dengan firman Allah Swt. sudah sepatutnya kita hanya meminta pertolongan kepada Allah. Semua ini dilakukan agar Allah Swt. memberkahi setiap waktu dan amal yang kita lakukan karena Allah berkuasa atas segala sesuatu.
Sumber: Yufid.TV
Review by Bilkis Mukhlisoti
#ProMama
#ProMamaCommunity
#ReviewTime
#MindsetSuksesManajemenWaktu
#ManajemenWaktuIbu
#IbuMultiperan
#IbuPembaharu
#KeluargaPembaharu
#BundaSalihah
#DariRumahUntukDunia
#SemestaKaryaUntukIndonesia
#InstitutIbuProfesional
Tips Membuat To Do List
Halo! adakah yang masih bingung bagaimana metode untuk mengelola waktu? Nah, supaya mama bisa tahu mana metode yang cocok untuk diterapkan, satu-satunya cara, yaitu mencoba untuk mempraktikkan ilmu yang kita tahu.
Belajarnya dari mana dong? Tenang, di era digital seperti sekarang ini, Mama bisa mencari berbagai informasi, mulai dari buku, seminar, workshop, kajian di youtube, ataupun belanja gagasan dari pengalaman mama yang lainnya.
Kali ini, yang akan dikupas oleh tim ProMama, yaitu salah satu teknik manajemen waktu dengan menggunakan to do list. Dengan membuat to do list akan memudahkan Mama tahu prioritas apa yang harus dikerjakan. To do list juga dibuat untuk menghindari kegiatan yang berbenturan.
Jika sudah terbiasa menggunakan to do list, Mama tidak akan tergesa-gesa dan lupa dalam menuntaskan suatu tugas. Namun, Mama bisa fokus menuntaskan satu kegiatan ke kegiatan lainnya.
Nah, apa saja yang harus dipersiapkan?
1. Gunakan buku agenda khusus untuk menulis to do list. Bisa juga dengan menggunakan aplikasi
2. Tuliskan tanggal dan tugas yang harus segera dilakukan. Beri "highlight" pada aktivitas yang menjadi prioritas
3. Jelaskan secara rinci, termasuk kapan target waktu untuk menyelesaikan suatu kegiatan. Misal: Membaca buku 5 halaman, Mengumpulkan tugas sebelum jam 12.
4. Cek to do list secara berkala. Buat to do list pada malam hari sebelum tidur dan cek kembali sebelum memulai aktivitas harian
5. Jangan lupa evaluasi berkala supaya kita tahu sejauh apa progres yang kita lakukan
#ProMama
#ProMamaCommunity
#ToDoList
#AtomicHabits
#KebiasaanBaikIbu
#TipsManajemenWaktu
#ManajemenWaktuIbu
#IbuPembaharu
#KeluargaPembaharu
#BundaSalihah
#DariRumahUntukDunia
#SemestaKaryaUntukIndonesia
#InstitutIbuProfesional
Melatih Fokus dan Konsentrasi dengan Teknik Pomodoro
“Aduh....enggak bisa fokus banget nih, jadinya dari tadi kerjakan belum selesai!"
Mama, familier enggak sih, mendengarkan keluh kesah di atas?
Ya, salah satu tantangan seorang mama adalah sulit untuk bisa fokus mengerjakan suatu aktivitas karena terlalu banyak distraksi. Akhirnya, yang sering disesali adalah saat kerjaan menumpuk tak bisa dituntaskan.
Nah, ProMama ingin sharing salah satu teknik manajemen waktu yang bisa melatih fokus mama di rumah, yaitu teknik pomodoro. Pomodoro adalah salah satu teknik melatih fokus dan konsentrasi kita dalam mengerjakan sesuatu. Teknik ini dikembangkan oleh Francesco Cirillo pada akhir tahun 1980-an. Wah, udah lama banget ya!
Lalu, bagaimana cara pengaplikasiannya?
1. Tentukan tugas yang ingin dikerjakan
Misalnya, saat Mama ingin mengerjakan deadline tulisan yang tak kunjung selesai, maka Mama bisa mencoba teknik ini. Harapannya agar tidak ada lagi distraksi yang membuat Mama menunda atau bahkan lupa untuk menyelesaikan tugas.
2. Atur waktu alarm selama 25 menit (jendela kerja)
Mama harus berusaha fokus tidak terdistraksi oleh aktivitas yang lain pada interval waktu ini
3. Kerjakan tugas sampai alarm berbunyi
Alat yang digunakan untuk mengaplikasikan teknik ini hanya sebuah alarm, timer, atau jam yang akan membantu kita mengetahui bahwa jendela kerja sudah habis.
4. Letakkan tugas dan lihat hasilnya
Jika alarm sudah berbunyi, maka letakkan tugas kita dahulu dan kitab isa menyelingi dengan istirahat sejenak
5. Ambil jeda (3-5 menit)
Setelah jendela kerja selesai, waktu istirahat singkat bisa dilakukan untuk sekadar mengecek pesan di gawai, mengambil minum, pergi ke toilet, ataupun meregangkan anggota tubuh selama waktu jeda.
6. Setelah 4 set waktu (4x25 menit) ambil jeda panjang
Jika dalam waktu 4x25 menit pekerjaan kita belum tuntas, maka Mama bisa mengambil jeda panjang, misalnya 15 menit.
Yuk, mama, kita coba aplikasikan teknik pomodoro di rumah. Semoga kita bisa lebih fokus dalam menuntaskan setiap aktivitas. Tetap semangat dan bahagia, ya!
Referensi: Fitriyah, Nurul, dkk. 2021. Tasmari, Tuntas Manajemen Waktu dan Diri. Malang: Madza Media
#ProMama
#ProMamaCommunity
#Pomodoro
#AtomicHabits
#KebiasaanBaikIbu
#TipsManajemenWaktu
#ManajemenWaktuIbu
#IbuPembaharu
#KeluargaPembaharu
#BundaSalihah
#DariRumahUntukDunia
#SemestaKaryaUntukIndonesia
#InstitutIbuProfesional
Bagaimana Cara Membentuk Kebiasaan Baik?
Apa yang ada di benak kita ketika bicara kebiasaan? Mungkin identik dengan sesuatu hal yang biasa dilakukan berulang-ulang. Nah, di dalam buku Atomic Habits dikatakan kalau kebiasaan adalah bunga majemuk dalam perbaikan diri. Artinya, dengan melatih suatu kebiasaan kecil dalam jangka waktu lama, bisa memberi dampak yang dahsyat dan berlipat ganda.
Mengapa namanya atomic? Sebab, diibaratkan kebiasaan yang kita latih adalah hal yang dianggap "kecil". Namun, mau tahu seberapa dahsyat efek dari atomic habits?
“Jika kita bisa 1% lebih baik setiap hari dalam setahun, maka kita akan 37 kali lebih baik pada penghujung tahun. Sebaliknya jika kita 1% lebih buruk setiap hari dalam setahun maka kita akan menurun hampir menjadi nol.” (James Clear, di dalam buku Atomi Habits)
Setelah melihat grafik tersebut, yakin mau meremehkan perubahan kecil yang kita lakukan dalam hidup?
Tampaknya, kita jadi berpikir ulang, ya, untuk mencoba melatih diri dalam melakukan perubahan di dalam hidup. Kuncinya, lakukan kebiasaan baik tersebut secara berkelanjutan.
Mama, jangan khawatir ya, jika proses melatih kebiasaan baik ini naik dan turun. Yuk, kita fokus kepada proses yang kita lewati, bukan kepada hasilnya. Dengan terus berproses, insyaallah kita akan terus berprogres. Tetap semangat dan bahagia, ya!
Referensi: Clear, James. 2019. Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama
#ProMama
#ProMamaCommunity
#AtomicHabits
#KebiasaanBaikIbu
#TipsManajemenWaktu
#ManajemenWaktuIbu
#IbuPembaharu
#KeluargaPembaharu
#BundaSalihah
#DariRumahUntukDunia
#SemestaKaryaUntukIndonesia
#InstitutIbuProfesional