Kyai Haji Ahmad Dahlan
Kyai Haji Ahmad Dahlan
Ia adalah penggagas, perumus tujuan, dan pelaksana utama gerakan pembaruan (tajdid). Beliau mengintegrasikan pendidikan agama dan ilmu umum di sekolah-sekolah yang didirikannya (HIS Muhammadiyah) dan memelopori gerakan filantropi Islam melalui organisasi sosial Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) sebagai implementasi dari tafsir Surat Al-Ma'un.
Nyai Ahmad Dahlan (Siti Walidah)
Beliau adalah istri K.H. Ahmad Dahlan dan tokoh yang mendirikan organisasi perempuan Aisyiyah pada tahun 1917, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari gerakan Muhammadiyah. Ia fokus pada pendidikan dan dakwah di kalangan perempuan. Aisyiyah menjadi pelopor utama dalam gerakan perempuan Islam modern di Indonesia, fokus pada peningkatan martabat perempuan, pendidikan anak-anak perempuan, dan kesehatan keluarga.
Kyai Haji Ibrahim
Beliau adalah adik ipar K.H. Ahmad Dahlan dan tokoh yang melanjutkan kepemimpinan setelah wafatnya K.H. Ahmad Dahlan, menjabat sebagai Ketua Umum Muhammadiyah kedua (1923–1931). Ia juga Memperkuat fondasi organisasi dan memperluas jaringan Muhammadiyah ke luar Jawa. Di bawah kepemimpinannya, Muhammadiyah semakin kokoh sebagai organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial.
Kyai Haji Abdur Rozak Fachruddin (Pak AR)
Beliau adalah murid terdekat K.H. Ahmad Dahlan, salah satu tokoh penting yang membantu K.H. Ahmad Dahlan dalam pengembangan organisasi dan menjadi Pemimpin Redaksi pertama majalah resmi Muhammadiyah, Suara Muhammadiyah, yang berperan besar dalam penyebaran ide-ide pembaruan.