1. Tingkatan Pimpinan (Hierarki Vertikal)
1. Tingkatan Pimpinan (Hierarki Vertikal)
Muhammadiyah memiliki lima tingkatan wilayah organisasi, yang masing-masing dipimpin oleh organ pimpinan yang dipilih melalui musyawarah.
Pimpinan Pusat (PP) adalah pimpinan tertinggi yang memegang kebijakan secara keseluruhan.
Muktamar adalah forum permusyawaratan tertinggi yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali untuk memilih anggota PP dan menetapkan program kerja.
2. Unsur Pembantu Pimpinan (Organ Khusus)
A. Majelis
Majelis bertugas melaksanakan program di bidang-bidang tertentu yang menjadi fokus utama Muhammadiyah.
Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) : Mengelola sekolah dan madrasah.
Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) : Mengelola universitas dan institut.
Majelis Tarjih dan Tajdid : Mengkaji dan memutuskan masalah-masalah keagamaan (fatwa) dan melakukan pembaruan pemikiran Islam.
Majelis Tabligh : Mengurus dakwah dan penyebaran ajaran Islam.
Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Umum (PKU) : Mengelola rumah sakit, klinik, dan panti asuhan.
B. Lembaga
Lembaga bertugas pada fungsi-fungsi pendukung dan operasional yang bersifat jangka pendek atau spesifik.
Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) : Mengelola dana ZIS.
Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) : Mengurus masalah politik dan kebijakan publik.
3. Organisasi Otonom (Ortom)
Organisasi Otonom (Ortom) adalah badan yang memiliki otonomi untuk mengurus kepentingan kelompok tertentu di bawah bimbingan Muhammadiyah. Ortom berperan vital dalam kaderisasi.
Beberapa Ortom utama Muhammadiyah meliputi:
Aisyiyah : Organisasi khusus untuk perempuan dewasa.
Pemuda Muhammadiyah : Organisasi untuk pemuda.
Nasyiatul Aisyiyah : Organisasi untuk pemudi (putri).
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) : Organisasi untuk pelajar.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) : Organisasi untuk mahasiswa.
Tapak Suci Putra Muhammadiyah : Perguruan seni bela diri/pencak silat.
Hizbul Wathan (HW) : Gerakan kepanduan/pramuka.