Permasalahan di Thailand
Meningkatnya Persentase Kolesterol di Thailand
Thailand termasuk salah satu negara yang mempunyai tingkat kolesterol yang tinggi dan memasuki tingkat ketiga dalam tingkat negara dengan kolesterol tinggi di Asia.
Penelitian Klaiupsorn yang dilakukan pada beberapa kelompok sampel orang Thailand, termasuk anak-anak di empat sekolah berbeda di Bangkok, menemukan bahwa 10 hingga 14% sampel memiliki hiperkolesterolemia atau lebih tinggi dari 240 mg/dL.
Tingkat kematian yang disesuaikan dengan usia 46,80 per 100.000 populasi menempatkan Thailand berada di posisi 165 di dunia.
Karena ini, 51.305 atau 11,53% penduduk Thailand meninggal dunia karena penyakit jantung koroner yang disebabkan oleh kolesterol.
Sumber: https://lifestyle.sindonews.com/read/1149303/155/4-negara-di-asia-dengan-kasus-kolesterol-tertinggi-ada-indonesia-1689055672
Diakses 20 Agustus 2024
Pencemaran Limbah Plastik yang Tinggi
Thailand mempunyai banyak laut yang indah dan jernih seperti Maya bay, Pantai Lamai, DLL. Tetapi sayangnya beberapa dari mereka sudah tercemar oleh limbah plastik yang menyebabkan kerusakan karang, sehingga penyelam harus bertindak untuk mengatasi masalah ini.
Di bawah perairan Phuket di Thailand, mereka melepaskan ‘peralatan hantu’ yang tersangkut di karang dan menjebak kehidupan laut. Peralatan penangkapan ikan yang hilang atau dibuang dianggap sebagai salah satu bentuk sampah plastik laut yang paling mematikan.
Penyelam scuba Thailand melakukan aksi bersih di bawah perairan Phuket. Mereka membersihkan sampah plastik yang menjebak kehidupan laut.
Kelompok selam scuba Thailand sudah berupaya untuk menghilangkan 'peralatan hantu' tersebut, namun sayangnya, pelacakan skalanya masih bermasalah.
Sekitar 1 juta ton yang menyebar di laut pada akhirnya, menurut World Wildlife Fund (WWF). Sampah ini terurai menjadi mikroplastik, yang dikonsumsi oleh hewan laut, dan dapat menjadi makanan laut yang dimakan manusia.
Para ahli mengatakan kurangnya strategi yang terkoordinasi menghalangi solusi yang lebih komprehensif dan efektif untuk melacak, mengelola, atau melarang pembuangan peralatan penangkapan ikan.
Diakses Agustus 2024
Polusi Udara yang Menyebabkan 582.238 ribu Orang Sakit Pernapasan di Thailand
Thailand adalah negara yang penuh kuliner terutama di Kota Bangkok. Tetapi masalah yang disebabkan oleh orangnya sendiri menyebabkan berbagai masalah di Thailand, sebanyak 582.238 orang mempunyai masalah pernapasan karena asap polusi yang disebabkan oleh pembakaran hutan dan pembakaran polusi.
Menurut laporan Sekretaris Tetap Kesehatan Masyarakat Thailand, Opart Karnkawinpong, sebanyak 582.238 kasus penyakit pernapasan terjadi selama awal Januari hingga 5 Maret.
Adapun penyakit-penyakit tersebut terjadi terutama karena polusi udara yang sangat buruk akibat debu dengan materi partikulat (PM) hingga 2,5.
Menurut Opart, PM2,5 itu muncul seiring dengan peningkatan perjalanan di tahun ini setelah pandemi COVID-19 tak lagi menghalangi aktivitas maupun mobilitas warga. PM2,5 sendiri merupakan partikel halus berukuran 2,5 mikron atau lebih kecil yang bisa masuk ke paru-paru dan menyebabkan masalah pada hidung, tenggorokan, dan mata.
Diakses 23 Agustus 2024